Wednesday, November 20, 2019
Thursday, December 13, 2018
Transformasi BRI, Kamardy Arief
ini ketiga kalinya tiba2 di meja kerja ada sebuah buku yang bagus tentang kepemimpinan
Kamadrdy Arief: TRANSFORMASI BRI "Sebuah Memoar"
Sebuah buku biografi dari salah satu CEO BRI (1983-1992) Bapak Kamardy Arief saat memimpin BRI. Buku tentang biografi CEO tempat saya bekerja entah kenapa selalu menarik untuk saya baca, setelah sebelumnya sempat membaca dua buku lain yg juga tiba-tiba muncul di meja kerja saya antara lain THE CLIMBER (Bapak Djokosantoso Moeljono) serta BE AN OPTIMIST! (Bapak Rudjito (alm)).
Cerita beliau-beliau menarik untuk dibaca, karena bisa menjadi panutan serta teladan bagaimana memimpin sebuah organisasi yang sangat besar serta legacy apa yang ditinggalkan oleh beliau-beliau saat menjabat sehingga tetap dikenang hingga kini oleh setiap pekerja di perusahaan, meskipun pekerja tersebut belum pernah dipimpin oleh beliau-beliau ini.
Bapak Djokosantoso dengan budaya kerjanya, Bapak Rudjito dengan go public-nya serta sekarang kisah menarik Bapak Kamardy Arief dengan mikronya. Mikro? Ya mikro ....
Sedikit bercerita, saat jadi pinca dulu, saya membawahi seorang AMBM, Asisten Manajer Bisnis Mikro, seorang manajer yg menangani bisnis mikro. Kebetulan dua orang AMBM yang pernah bekerja dengan saya pernah mengalami masa kepemimpinan Bapak Kamardy Arief, saat2 waktu itu saya masih rajin nonton Saint Seiya dan ke sekolah pakai celana pendek warna merah.
Pak Idris, orang Kamang Kab Agam, serta Pak Ismael, orang Bukittinggi. Saat kepemimpinan Bapak Kamardy Arief, Pak Idris dan Pak Ismael masih bekerja sebagai Mantri (jabatan marketing di bisnis mikro BRI) dan bercerita bagaimana Bapak Kamardy Arief merubah wajah BRI dari semula penyalur program pemerintah menjadi bank komersil mikro dengan senjata andalannya Kupedes dan Simpedes, sehingga membuat bangga para pekerja jajaran mikro.
Dan akhirnya melalui buku ini, sekarang saya betul-betul bisa membayangkan seperti apa dulu seorang CEO bisa merubah wajah suatu perusahaan. Selain lahirnya dua andalan mikro tadi, Bapak Kamardy Arief juga memberika terobosan yang menjadi peninggalan yang masih dilaksanakan hingga kini, SIPK. Sebuah penghormatan tertinggi bagi jajaran mikro BRI yang diberikan periodik tahunan ... dan saya belum pernah mengenyamnya selama tiga tahun #syedih.
Saya juga baru tahu, center of excellence BRI sekarang, yaitu Corporate University dan Campus-nya timbul dari gagasan beliau untuk mendidik jagoan-jagoan mikro di setiap daerah.
Lewat buku ini juga, saya bisa tahu kisah-kisah menarik saat Bapak Kamardy Arief memindahkan kantor pusat BRI dari Jl Veteran, Jakarta ke lokasi yang ada sekarang serta salah satu yang paling monumental tentunya perubahan logo yang masih digunakan hingga sekarang.
Kamadrdy Arief: TRANSFORMASI BRI "Sebuah Memoar"
Sebuah buku biografi dari salah satu CEO BRI (1983-1992) Bapak Kamardy Arief saat memimpin BRI. Buku tentang biografi CEO tempat saya bekerja entah kenapa selalu menarik untuk saya baca, setelah sebelumnya sempat membaca dua buku lain yg juga tiba-tiba muncul di meja kerja saya antara lain THE CLIMBER (Bapak Djokosantoso Moeljono) serta BE AN OPTIMIST! (Bapak Rudjito (alm)).
Cerita beliau-beliau menarik untuk dibaca, karena bisa menjadi panutan serta teladan bagaimana memimpin sebuah organisasi yang sangat besar serta legacy apa yang ditinggalkan oleh beliau-beliau saat menjabat sehingga tetap dikenang hingga kini oleh setiap pekerja di perusahaan, meskipun pekerja tersebut belum pernah dipimpin oleh beliau-beliau ini.
Bapak Djokosantoso dengan budaya kerjanya, Bapak Rudjito dengan go public-nya serta sekarang kisah menarik Bapak Kamardy Arief dengan mikronya. Mikro? Ya mikro ....
Sedikit bercerita, saat jadi pinca dulu, saya membawahi seorang AMBM, Asisten Manajer Bisnis Mikro, seorang manajer yg menangani bisnis mikro. Kebetulan dua orang AMBM yang pernah bekerja dengan saya pernah mengalami masa kepemimpinan Bapak Kamardy Arief, saat2 waktu itu saya masih rajin nonton Saint Seiya dan ke sekolah pakai celana pendek warna merah.Pak Idris, orang Kamang Kab Agam, serta Pak Ismael, orang Bukittinggi. Saat kepemimpinan Bapak Kamardy Arief, Pak Idris dan Pak Ismael masih bekerja sebagai Mantri (jabatan marketing di bisnis mikro BRI) dan bercerita bagaimana Bapak Kamardy Arief merubah wajah BRI dari semula penyalur program pemerintah menjadi bank komersil mikro dengan senjata andalannya Kupedes dan Simpedes, sehingga membuat bangga para pekerja jajaran mikro.
Dan akhirnya melalui buku ini, sekarang saya betul-betul bisa membayangkan seperti apa dulu seorang CEO bisa merubah wajah suatu perusahaan. Selain lahirnya dua andalan mikro tadi, Bapak Kamardy Arief juga memberika terobosan yang menjadi peninggalan yang masih dilaksanakan hingga kini, SIPK. Sebuah penghormatan tertinggi bagi jajaran mikro BRI yang diberikan periodik tahunan ... dan saya belum pernah mengenyamnya selama tiga tahun #syedih.
Saya juga baru tahu, center of excellence BRI sekarang, yaitu Corporate University dan Campus-nya timbul dari gagasan beliau untuk mendidik jagoan-jagoan mikro di setiap daerah.
Lewat buku ini juga, saya bisa tahu kisah-kisah menarik saat Bapak Kamardy Arief memindahkan kantor pusat BRI dari Jl Veteran, Jakarta ke lokasi yang ada sekarang serta salah satu yang paling monumental tentunya perubahan logo yang masih digunakan hingga sekarang.
Wednesday, May 23, 2018
kembali ke alamnya
sudah 4 bulan saya meninggalkan Lubuk Sikaping.
Ya, per 1 Januari 2018, kemarin saya meninggalkan pekerjaan saya sebaga Pimpinan Cabang di daerah Indonesia bagian barat pindah ke bagian tengah nyaris timur, di Makassar.
Dari sebelumnya daerah pegunungan kini daerah pantai.
Suatu pengalaman baru walau rasa lama karena background saya yang masuk instansi ini sebagai spesialis IT lalu sempat limat tahun pindah ke lini bisnis, sekarang kembali ke ranah IT.
Saya mempunyai amanah baru sebagai Kepala Bagian Echannel dan TSI di Kanwil Makassar yang membawahi daerah bisnis di Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara.
Banyak hal hal yang kembali dipelajari lagi karena sejak pindah jadi Pincapem lima tahun yang lalu, saya sangat sjarang angat bersing langsung dgn dunia IT. Yaaa walau masih sedikit2 nyentuh (berhubung punya istri yang membidangi IT juga di kantornya).
Memang ada sedikit jetlag ketika 3 tahun sebelumnya berutinitas di kota kecil dengan kesunyiannya, sekarang kembali ke metropolitan dgn segala asap kendaraan dan rudetnya lalu lintas. Memang rindu dengan udara segar dan sejuknya hawa pegunungan, tapi setidaknya bisa kembali rutin lihat mall ^^
Namun ternyata ada sedikit keunikan ketika sedan membuka album foto di FB. Ada foto tahun 2005 ketika saya di Painan Kanwil Padang, ketika pertama kali masuk BRI, saya perjalanan dinas ke Padang dan 10 tahun kemudian saya pindah ke cabang di Kanwil Padang.
Dilalah, ada foto tahun 2008 ketika saya perjalanan dinas ke Makassar, siapa yang bisa nebak tahun 2018 saya mutasi ke Makassar.
Perjalanan baru untuk dijalani, bismillah
Ya, per 1 Januari 2018, kemarin saya meninggalkan pekerjaan saya sebaga Pimpinan Cabang di daerah Indonesia bagian barat pindah ke bagian tengah nyaris timur, di Makassar.
Dari sebelumnya daerah pegunungan kini daerah pantai.
Suatu pengalaman baru walau rasa lama karena background saya yang masuk instansi ini sebagai spesialis IT lalu sempat limat tahun pindah ke lini bisnis, sekarang kembali ke ranah IT.
Saya mempunyai amanah baru sebagai Kepala Bagian Echannel dan TSI di Kanwil Makassar yang membawahi daerah bisnis di Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara.
Banyak hal hal yang kembali dipelajari lagi karena sejak pindah jadi Pincapem lima tahun yang lalu, saya sangat sjarang angat bersing langsung dgn dunia IT. Yaaa walau masih sedikit2 nyentuh (berhubung punya istri yang membidangi IT juga di kantornya).
Memang ada sedikit jetlag ketika 3 tahun sebelumnya berutinitas di kota kecil dengan kesunyiannya, sekarang kembali ke metropolitan dgn segala asap kendaraan dan rudetnya lalu lintas. Memang rindu dengan udara segar dan sejuknya hawa pegunungan, tapi setidaknya bisa kembali rutin lihat mall ^^
Namun ternyata ada sedikit keunikan ketika sedan membuka album foto di FB. Ada foto tahun 2005 ketika saya di Painan Kanwil Padang, ketika pertama kali masuk BRI, saya perjalanan dinas ke Padang dan 10 tahun kemudian saya pindah ke cabang di Kanwil Padang.
Dilalah, ada foto tahun 2008 ketika saya perjalanan dinas ke Makassar, siapa yang bisa nebak tahun 2018 saya mutasi ke Makassar.
Perjalanan baru untuk dijalani, bismillah
Wednesday, August 30, 2017
Bakhutmah
"Haram! Haram! Tiga riyal!"
Seru si wan abud pemilik mobil bak terbuka...
Foto tersebut diambil dari depan pemondokan haji saya di Mekah, sebuah kawasan yang bernama Bakhutmah, ketika hendak menjelang waktu sholat.
Naik mobil bak terbuka?
Iya, Bakhutmah merupakan salah satu kawasan pemondokan haji yang kurang lebih berjarak 3km dari Masjidil Haram sehingga terkadang butuh moda transportasi utk mencapai Masjidil Haram.
Terkadang? Ya, karena terkadang juga saya atau jamaah haji bisa berjalan tanpa terasa menempuh 3km utk solat berjamaah di Masjidil Haram, bahkan termasuk Ibunda saya yg berusia 63 tahun saat itu. Tapi tentunya dengan mengambil ancang2 waktu terlebih dahulu, kalau mefet ya tentunya menggunakan moda transportasi.
Sebetulnya pemerintah Indonesia sendiri sudah menyediakan moda transportasi PP dari kawasan Bakhutmah ke Masjidil Haram berupa bus. Saya ingat betul busnya berwarna biru dan mewah sekali, berhenti di terminal dan masuk ke Masjidil Haram via terowongan, yg anehnya tiap saya lewat rasanya berbeda2 terowongannya (saking banyaknya terowongan hahaha). Hanya saja, karena terbatasnya bus yg disediakan pemerintah, jamaah haji mengambil alternatif lain dgn naik mobil pribadi warga Mekah. Tidak gratis tentunya, tapi yang jelas jangan harap naik mobil yang bagus karena ketika saya naik mobil tertutup pun rasanya ga pernah nemu mobil yg terawat.
Bahkan Ibunda saya sendiri tidak segan2 utk naik mobil bak tersebut. Kalau sudah diniatkan apapun kondisinya bahkan harus berjalan sekalipun pasti akan kita jalani.
Namun ketika baca beberapa berita baik di situs Kemenag sendiri, tampaknya Bakhutmah sendiri sekarang sudah tidak dijadikan kawasan pemondokan. Tentunya semoga mendapat kawasan yang lebih dekat lagi dgn Masjidil Haram.
Kawasan Bakhutmah membawa kenangan tersendiri utk saya, karena suasanannya yang sudah Indonesia banged... Bahkan saya bisa menemukan panganan favorit saya, mie bakso, dengan mudahnya. Ketika pagi hari, kita bisa temui penjual nasi kuning, siang hari bisa nemu penjual sayur asem dan tempe bacem... Lengkap kan?
Di tengah2 kawasan Bakhutmah ada sebuah mesjid besar, di mana setiap bada ashar diselenggarakan pelatihan tahsin Quran oleh pengurus masjid sana. Di kelompok tahsin saya sendiri terdiri dari jamaah2 kota dan provinsi lain dipandu oleh seorang tutor, orang Yaman. Jadi bisa terbayang bgm komunikasinya antara guru dan murid ini hehehe.
Enam tahun lalu pula, malam ini setelah solat Isya, datang beberapa bus yang menjemput kloter saya dan saya dari Kawasan Bakhutmah menuju Arafah untuk pelaksanaan Wukuf.
Tidak terasa sudah enam tahun dan betapa hati ini memendam kerinduan yang sangat besar untuk kembali....
Mudahkanlah Ya Rabb, jalan setiap hamba-Mu utk ke Tanah Suci
Serta lancarkan dan ridhoi ibadah saudara-saudara kami di sana Ya Rabb, jadikan mereka haji yang mabrur
Friday, November 11, 2016
WINNING ELEVEN
Tau kan game legendaris PS ini? Salah satu gim sepakbola yg paling tersohor, angka 11 yang jadi juara dari 11 pemain bola dalam suatu tim, 11 yang juara...
Angka 11 juga punya arti yang besar buat saya dan 23 teman seangkatan di kantor saya lainnya. Ya, hari ini 11 November 2016 genap 11 tahun kami bekerja di salah satu bank BUMN terkemuka di negeri ini.
Pada awalnya kami ber-29 orang diterima sebagai pekerja melalui jalur Pendidikan Pengembangan Staf Spesialis (PPS) IT, terhitung 11 November 2005. Dengan berbagai latar belakang pendidikan berbeda2, ada yang Teknik Elektro, Teknik Fisika, Statistika, Teknik Informatika, Matematika dll serta latar belakang pekerjaan yg berbeda pula, ada yg fresh graduate, mantan analis, mantan SAD, mantan auditor dll akhirnya kami disatukan dalam 1 angkatan, PPS IT2 untuk ditempatkan di Divisi TSI (divisi yang menangani IT).
Kami disatukan dan dipillih setelah melalui berbagai macam tahapan tes dan rekrutmen. Beberapa tes awal dn Toefl di Sendik Gatot Subroto (riwayatmu kini), wawancara user oleh pejabat2 Divisi TSI (saya sendiri diwawancarai oleh Kepala Divisinya yg sekarang menjadi Direktur UMKM) dan kemudian tes kesehatan di Rumah Sakit Jakarta.
Waktu berlalu, banyak cerita terjadi. Semenjak kami diterima dan melalui beberapa program pendidikan serta job training, alhamdulillah kami semua diangkat sebagai pekerja bulan Agustus 2016. Sesuai spesialisasi kami, kami bekerja di Divisi TSI, ada yg sebagai engineer, system analyst serta programmer.
11 tahun terlewat, rasanya seperti baru kemarin kaami menandatangani surat perjanjian kerja di Pusdiklat, rasanya seperti baru kemarin kami tidur di barak Pusdikzi utk mengikuti Kesemaptaan, rasanya baru kemarin ikut jurit malam di Ciloto dan pengalaman pengalaman menarik lainny. Kini dari 29 orang kini tersisa 24 orang, ada yg berkarir di tempat lain bahkan menjadi regulator kami. Dari 24 orang ini pula semuanya terpencar, apalagi Divisi TSI sendiri kini pecah menjadi beberapa divisi. Ada yang masih di IT, ada yang pindah divisi, ada yang di kantor wilayah bahkan ada yang pindah haluan ke jalur bisnis. Pun demikian, kami tetap berkomunikasi dan bersilaturahmi walau sebatas messenger.
Ya, ada yang hilang.... dahulu kami sering berkumpul, olahraga bareng, karaoke rame2, maen ke suatu tempat rame2, merayakan ulang tahun salah satu orang di suatu tempat dan membuat gaduh .. miss that old time ... time goes by.... karir menuntut kami untuk meniti jalan yang berbeda2, walau satu tentunya tekad kami, menjadikan tempat kami bekerja pemenang.... WINNING ELEVEN
60871 : PSR 👉 PMS 👉 PTI 👉 BELAWAN 👉 LUBUK SIKAPING
Angka 11 juga punya arti yang besar buat saya dan 23 teman seangkatan di kantor saya lainnya. Ya, hari ini 11 November 2016 genap 11 tahun kami bekerja di salah satu bank BUMN terkemuka di negeri ini.
Pada awalnya kami ber-29 orang diterima sebagai pekerja melalui jalur Pendidikan Pengembangan Staf Spesialis (PPS) IT, terhitung 11 November 2005. Dengan berbagai latar belakang pendidikan berbeda2, ada yang Teknik Elektro, Teknik Fisika, Statistika, Teknik Informatika, Matematika dll serta latar belakang pekerjaan yg berbeda pula, ada yg fresh graduate, mantan analis, mantan SAD, mantan auditor dll akhirnya kami disatukan dalam 1 angkatan, PPS IT2 untuk ditempatkan di Divisi TSI (divisi yang menangani IT).
Kami disatukan dan dipillih setelah melalui berbagai macam tahapan tes dan rekrutmen. Beberapa tes awal dn Toefl di Sendik Gatot Subroto (riwayatmu kini), wawancara user oleh pejabat2 Divisi TSI (saya sendiri diwawancarai oleh Kepala Divisinya yg sekarang menjadi Direktur UMKM) dan kemudian tes kesehatan di Rumah Sakit Jakarta.
Waktu berlalu, banyak cerita terjadi. Semenjak kami diterima dan melalui beberapa program pendidikan serta job training, alhamdulillah kami semua diangkat sebagai pekerja bulan Agustus 2016. Sesuai spesialisasi kami, kami bekerja di Divisi TSI, ada yg sebagai engineer, system analyst serta programmer.
11 tahun terlewat, rasanya seperti baru kemarin kaami menandatangani surat perjanjian kerja di Pusdiklat, rasanya seperti baru kemarin kami tidur di barak Pusdikzi utk mengikuti Kesemaptaan, rasanya baru kemarin ikut jurit malam di Ciloto dan pengalaman pengalaman menarik lainny. Kini dari 29 orang kini tersisa 24 orang, ada yg berkarir di tempat lain bahkan menjadi regulator kami. Dari 24 orang ini pula semuanya terpencar, apalagi Divisi TSI sendiri kini pecah menjadi beberapa divisi. Ada yang masih di IT, ada yang pindah divisi, ada yang di kantor wilayah bahkan ada yang pindah haluan ke jalur bisnis. Pun demikian, kami tetap berkomunikasi dan bersilaturahmi walau sebatas messenger.
Ya, ada yang hilang.... dahulu kami sering berkumpul, olahraga bareng, karaoke rame2, maen ke suatu tempat rame2, merayakan ulang tahun salah satu orang di suatu tempat dan membuat gaduh .. miss that old time ... time goes by.... karir menuntut kami untuk meniti jalan yang berbeda2, walau satu tentunya tekad kami, menjadikan tempat kami bekerja pemenang.... WINNING ELEVEN
60871 : PSR 👉 PMS 👉 PTI 👉 BELAWAN 👉 LUBUK SIKAPING
Sunday, May 29, 2016
20 on Youtube
Saat ini di Pasaman sudah 6 jam lebih mati lampu... Ah itu hal biasa, sempat malah 24 jam lebih beberapa bulan lalu. Sebagai daerah paling utara di Sumatera Barat, konon Pasaman ini paling terkahir dalam aliran suplai listriknya. Melalui lokasi2 rawan longsor, sekali tiang listriknya longsor ya wassalam .....
Melalui malam tanpa listrik tentu membuat mati gaya. Dulu masi enak, ketika rumah dinas masih di belakamg kantor. Listrik padam, masih ada genset kantor. Sekarang? Ya ikut2an mati, sehingga biasanya ketika mati lampu, kadang dateng ke kantor,,,, hanya saja saat ini rasanya lagi males ngapa2in jadi ya dinikmati saja gelapnya. Jam menunjukkan pukul 20. Sudah bisa beranjak tidur harusnya klo gelap2 gini, tapi rasa kantuk belum ada. Mau nonton di laptop rasanya bukan pilihan tepat karena sisa film yg ada di harddisk tinggal Insidious's series. Akhirnya ngabis2in waktu dgn bermain emulator Sega. Ah ya, Sega, console game pertama saya di rumah, melepas kangen dengan bermain Bare Knuckels III dan Golden Axe III, 2 gim favorit saya dulu.
Habis tamat lalu ngapain? Buka youtube, entah apa gara2 habis main Sega shg terbawa2 cerita lalu, iseng2 mengisi "sman 20 bandung" di kolom search. Mendadak kangen dgn salah satu masa indah dalam hidup, kangen nongkrong, kangen pa-poyok2, kangen maen bareng dll.
Oya, lupa cerita, kebetulan saya merupakan alumnus salah satu SMA paling keren dan bergengsi di Bandung (dulu, ga tau sekarang), SMA Negeri 20 Bandung. Mulai masuk tahun 1996 dan lulus tahun 1999. Kembali ke youtube tadi, hasil pencarian youtube ttg "SMAN 20 Bandung" ternyata macam2, ada gerombolan boyband nyanyi hymne di pantai, ada potongan2 pensi, ada liputan DJ yg mengisi acara prom night, ada teaser reuni dll.
Berbicara hymne...
Mentari pagi, bersinar cerah, menyinari bumi persada dan kusambut pagi dengan langkah pasti tuk belajar dan berjuang menuju harapan bangsa. Ku akan berbakti padamu, kujunjung namanu es em a dua puluh ..... applause dong, sudah 17 taun meninggalkan bangku SMA masih hapal. Lagu yang keren, sekeren orang2 yg sekolah di situ. Menuju harapan bangsa, sudah kah? Saya harap sih sudah dan terus akan, atuh kan kerja di perusahaan yg berkontribusi kpd APBN bangsa dgn dividen 4.37T hehehe. Oke, melenceng dari topik, kembali ke topik, sayangnya di youtube blum ada yg mengupload klip ataupun video yg lebih bagus utk Hymne SMA 20 Bandung. Semoga ada yg bikinin, jangan kalah sama SMA lain ateuh hahahaha.
Berbicara pensi...
Masa SMA, masa2 bikin dan ikut pensi. Setelah dipikir2, kegiatan pensi ini sebetulnya bagus, ngedidik siswa utk beroganisasi, mengatur dan membuat suatu perhelatan, pengalaman yg mudah2an terpakai di dunia kerja nanti. Oya bicara soal pensi SMA 20 di yutub, ternyata pernah ngadain di Sabuga ya? Suatu hal yg bukan baru sebetulnya mengadakan pensi bukan di lingkungan sekolah, tapi jadi sedikit janggal karena justru ajang pensi jd salah satu ajang memperkenalkan sekolah ke masyarakat umum. Ketika saya di SMA 20, seinget saya ada 3x pensi yg diadakan (4, kalau yg di Fame Station mau dihitung). Lupa dengan nama2nya, cuma 1 yg saya ingat PLANET 20, itupun lupa kepanjangan dari apa, bintang tamunya? Wah lupa juga, cuman inget rasanya PLANET 20 ketika jaman2 aliran Ska sedang digandrungi shg bintang tamunya Noin Bullet. Jaman saya SMA dulu pensi juga biasanya diikuti dgn bazaar yg berisikan stand2 dari setiap kelas. Nah saya ingatnya waktu kelas 1, stand saya teu pararuguh, haduh ketua muridnya siapa sih?........ oh iya, saya ketua muridnya *lalu diam di pojokan
Berbicara prom night...
Edun euy yg di youtube, acaranya di hotel pake female DJ pula, ajep ajep is in da house..... prom night jaman saya? Belum musim kali dulu DJ DJan (apa sayanya yg kuper?), cukup dandan rapi pake jas atau kebaya lalu duduk rapih di Dago Tea House (masih ada ga bangunan ini?) sambil menikmati suguhan band angkatan dan pemanggilan nama utk pengalungan medali kelulusan sembari bersalam2an dgn teman2, sedih2an, peluk2an ..,, ya saatnya Tubie berpisah, setelah itu baru foto2 ke Jonas. Tapi toh itu tidak mengurangi keseruan acara serta sedihnya berpisah setelah bersama2 selama 3 tahun.
Berbicara reuni ...
Saya baru tahu, ketika melihat salah satu teaser reuni, ada Tike Priatnakusuma di situ. Nah terbukti kan, SMA 20 adalah sekolah paling kece, banyak yg keren2 yg artis2 yg lulus dari sini, bahkan salah satu artis paling happening skg dgn 800rb follower twitternya merupakan lulusan sekolah ini, ya Melody JKT48. Oke, melenceng dari topik, kembali ke topik. Seinget saya, angkatan saya sudah 2x mengadakan reuni angkatan yg pertama ketika masih baru2 lulus SMA di suatu tempat di Dago, kmudian satu lagi di salah satu restoran di bilangan Banda. Untuk video, saya belum menemukannya, sedangkan untuk foto, rasanya hanya ada reuni yg di D'Palm. Semoga ada teman yg masih punya file video yg di D'Palm atau Dago dan koleksi foto yg di Dago dan menguploadnya di youtube atau sosmed.
SMA 20, salah satu tempat yg tidak akan pernah dilupakan. Buat teman2 SMA 20, semoga sehat dan sukses selalu.....
Sunday, February 21, 2016
Air Terjun Caracai
Selama saya bertugas di Lubuk Sikaping, objek wisata yang telah saya kunjungi baru beberapa saja, mungkin bisa dihitung dengan jari, seperti Museum Bonjol, Tugu Equator, Candi Tanjung Medan dan Rimbo Panti.
Ya, saya rasa hanya itu...
Namun sebetulnya, Lubuk Sikaping (atau Kabupaten Pasaman) masih memiliki macam-macam potensi objek wisata yang belum tersentuh pemda setempat atau investor. Salah satunya adalah Air Terjun Caracai.
Berlokasi di Kenagarian Sundata, Lubuk Sikaping, Air Terjun Caracai dikabarkan memiliki 7 lokasi air terjun, di mana dari air terjun pertama menuju air terjun selanjutnya mempunyai medan yang semakin sulit.
Saya bersama rekan2 kantor yang tiba2 berinisiatif menjadi petualang, hari ini berkesempatan mengunjungi lokasi Air Terjun Caracai. Berkumpul di kantor dan berangkat trrlambat sekira 9.30 dengan mobil. Jalan yang dimasuki terbilang sempit hanya untuk 1 mobil dan saat itu banyak yang sedang menjemur padi di jalan sehingga tidak dapat dilalui mobil. Mobil dititipkan di salah satu rumah warga.
Dari jalan besar menuju lokasi, jika ditempuh dengan berjalan kaki hampir memakan waktu sekitar 45 menit, walau sebetulnya bisa dipangkas dengan menaiki motor yang memangkas 2/3 jarak, karena 1/3nya lagi sudah tidak dpt menggunakan motor dan harus berjalan kaki.
Setelah rehat sebentar, serta menikmati air terjun pertama dengan bermain air dsb, beberapa orang dari rombongan berlanjut ke air terjun kedua sementara beberapa orang lainnya menunggu di air terjun pertama karena semakin beratnya medan. Seberat apa? Yah pokonya harus memanjat tebing, bergantungan di akar atau dahan pohon, merangkak masuk bolongan pohon dsb, benar2 my trip my adventure... seru dan menyenangkan. Pemandu kami menyampaikan, bahwa para pengunjung biasanya hanya sampai air terjun kedua karena utk air terjun selanjutnya harus menggunakan alat2 pendakian karena lokasinya yg makin sulit dijangkau... "ke lokasi kedua saja rasanya udah hampir ngabisin stamina" hahahaha...
Tapi seperti kata si pemandu, lokasi semakin ke atas, panorama air terjun semakin cantik. Pun air terjun kedua ini yang lebih cantik drpd air terjun pertama.
Setelah puas menghabiskan waktu di air terjun kedua, kami berkumpul kembali ke air terjun pertama untuk makan bajamba seadanya. Walau seadanya dan sangat sederhana, makan siang tadi terasa nikmat karena kebersamaan serta lokasi tempat berkumpul. Ya, kami makan bersama duduk di salah satu batu sungainya.
Selesai makan, kami pun segera kembali ke lokasi parkir untuk pulang.
What an adventure..., saya sendiri rasanya sudah lama tidak berwisata petualang seperti ini, kaki sempat lecet dan berdarah pun rasanya tidak terasa...
Oya lokasi ini ada di jalan dari Lubuk Sikaping menuju Medan. Sayangnya karena belum tergarap, tidak ada papan penunjuk lokasi. Sedikit tips juga, sebaiknya ke lokasi menggunakan celana pendek serta sandal gunung serta dipandu orang setempat.
Ngomong2 tugas di Lubuk Sikaping, bulan ini saya genap setahun bertugas di sini ......
Ya, saya rasa hanya itu...
Namun sebetulnya, Lubuk Sikaping (atau Kabupaten Pasaman) masih memiliki macam-macam potensi objek wisata yang belum tersentuh pemda setempat atau investor. Salah satunya adalah Air Terjun Caracai.
Berlokasi di Kenagarian Sundata, Lubuk Sikaping, Air Terjun Caracai dikabarkan memiliki 7 lokasi air terjun, di mana dari air terjun pertama menuju air terjun selanjutnya mempunyai medan yang semakin sulit.
Saya bersama rekan2 kantor yang tiba2 berinisiatif menjadi petualang, hari ini berkesempatan mengunjungi lokasi Air Terjun Caracai. Berkumpul di kantor dan berangkat trrlambat sekira 9.30 dengan mobil. Jalan yang dimasuki terbilang sempit hanya untuk 1 mobil dan saat itu banyak yang sedang menjemur padi di jalan sehingga tidak dapat dilalui mobil. Mobil dititipkan di salah satu rumah warga.
Dari jalan besar menuju lokasi, jika ditempuh dengan berjalan kaki hampir memakan waktu sekitar 45 menit, walau sebetulnya bisa dipangkas dengan menaiki motor yang memangkas 2/3 jarak, karena 1/3nya lagi sudah tidak dpt menggunakan motor dan harus berjalan kaki.
1/3 jarak perjalan ini betul2 seru karena melalui perkebunan karet, jalan becek, meniti pohon tumbang, melewati sungai dll yg harus dilalui dengan hati2 karena licin serta beratnya medan. Letih, pegal dan lain2nya seketika pudar ketika tiba di lokasi air terjun pertama.
Setelah rehat sebentar, serta menikmati air terjun pertama dengan bermain air dsb, beberapa orang dari rombongan berlanjut ke air terjun kedua sementara beberapa orang lainnya menunggu di air terjun pertama karena semakin beratnya medan. Seberat apa? Yah pokonya harus memanjat tebing, bergantungan di akar atau dahan pohon, merangkak masuk bolongan pohon dsb, benar2 my trip my adventure... seru dan menyenangkan. Pemandu kami menyampaikan, bahwa para pengunjung biasanya hanya sampai air terjun kedua karena utk air terjun selanjutnya harus menggunakan alat2 pendakian karena lokasinya yg makin sulit dijangkau... "ke lokasi kedua saja rasanya udah hampir ngabisin stamina" hahahaha...
Tapi seperti kata si pemandu, lokasi semakin ke atas, panorama air terjun semakin cantik. Pun air terjun kedua ini yang lebih cantik drpd air terjun pertama.
Setelah puas menghabiskan waktu di air terjun kedua, kami berkumpul kembali ke air terjun pertama untuk makan bajamba seadanya. Walau seadanya dan sangat sederhana, makan siang tadi terasa nikmat karena kebersamaan serta lokasi tempat berkumpul. Ya, kami makan bersama duduk di salah satu batu sungainya.
Selesai makan, kami pun segera kembali ke lokasi parkir untuk pulang.
What an adventure..., saya sendiri rasanya sudah lama tidak berwisata petualang seperti ini, kaki sempat lecet dan berdarah pun rasanya tidak terasa...
Oya lokasi ini ada di jalan dari Lubuk Sikaping menuju Medan. Sayangnya karena belum tergarap, tidak ada papan penunjuk lokasi. Sedikit tips juga, sebaiknya ke lokasi menggunakan celana pendek serta sandal gunung serta dipandu orang setempat.
Ngomong2 tugas di Lubuk Sikaping, bulan ini saya genap setahun bertugas di sini ......
Sunday, January 17, 2016
Yang terlupakan di Bandung
Bandung sudah banyak berubah....
Makin banyak tempat keramaian, tempat wisata yg saya sendiri cuman sebatas lihat dari website, berita, blog, sosmed dsb. Mengunjunginya? Wah entah kapan tahun...
Seperti kemarin berkunjung ke Floating Market Lembang, yg happeningnya mungking udah sejak lama namun baru bisa saya (dan anak-istri) kunjungi kemarin. Sejak saya pindah ke Jakarta (2005) terlebih berdinas di Sumatera (2012), saya makin jarang ke Bandung apalagi mengunjungi tempat2 barunya yg menarik.
Bicara tempat keramaian, ketika kemarin ke Bandung, sepintas melewati Bazaar Matahari Cicadas, salah satu pusat keramaian di Bandung...... pada masanya. Salah satu tempat belanja lengkap yg kini beralih fungsi jadi pasar tradisional basah. Ya, di Bandung rasa2nya masih banyak tempat keramaian (pada masanya) yg sekarang sepi bahkan mangkrak tidak jelas.
Matahari Cicadas
Jauuh sebelum Matahari Group punya toko online, Matahari Group membuka 2 lokasi belanja sekaligus di daerah Cicadas, satu super bazaar di Cikutra, satu lagi department storenya di pertigaan A.Yani-Kircon. Jaman saya SMP dan SMA, kedua tempat ini sangat ramai dikunjungi, bahkan ibu saya termasuk yg sering berbelanja kesana entah utk kebutuhan sehari2 atau baju (maklum, dulu Bandung Timur tidak seramai dan seelit sekarang yg bahkan sudah punya Carrefour dan McD hahaha). Entah kapan keduanya ditutup dan mangkrak begitu saja. Seingat saya pula, sejak kedua toko ini tutup, PKL makin menyemut tak terkendali di Cicadas. Tidak belajar dari Matahari, Bandung Trade Mall dan Lucky Square berdiri dekat situ, yaa entah sih hanya saja menurut saya kedua mall baru ini sepi.
Kosambi
Sebelum direnovasi seperti keadaannya sekarang, Ps Kosambi dulu merupakan pasar tradisional yg di atasnya berdiri sebuah bioskop ...... tempat saya dulu nonton film Sally Marcelina, padahal belum punya KTP, hahaha.......
Setelah direnovasi, sempat digadang2 jadi perpaduan perbelanjaan modern dan tradisional dengan adanya Ramayana di atasnya dan pasar tradisional di bawahnya.
Kini, tinggal pasar tradisionalnya saja. Terakhir saya kesini, bagian atasnya hanya menyisakan beberapa kios penjual snack, baju, kain serta seragam sekolah di lantai pertamanya lantai ke atasnya seperti tempat berhantu.
Tidak jauh dari Kosambi, ada pusat perbelanjaan komputer dan elektronik yg sempat berjaya sebelum adanya BEC, Jaya Plaza. Kondisinya tidak terlalu nelangsa banged sih karena sampai sekarang pun rasa2nya masih ramai oleh pedagang komputer. Namun seingat saya juga, dari saya SD rasa2nya Jaya Plaza ini memang sepi. Waktu saya SD saja rasanya hanya ada bioskop dan pusat game arcade (ding dong) di sini, kios2nya yg di bagian atas sudah tutup sejak dahulu, namun basementnya tetap ramai oleh pedagang elektronik dan variasi mobil. Entah sekarang apa bagian atasnya diisi juga oleh pusat pedagang komputer, yg jelas bioskopnya sudah gulung tikar (terakhir di sini nonton Scream 2, di mana yg nonton hanya 4 atau 5 orang dan ada adegan di Scream 2 ttg orang ditikam dari belakang ketika di bioskop, sejak saat itu saya kapok kesini).
Regent Plaza
Saya ga tau nama asli bangunan ini, saya namai saja demikian karena dulu ada bioskop Regent di sini.
Ya! Bioskop Regent21, tempat favorit waktu SMA dulu. Teman2 SMA saya mungkin masih ingat, nonton Titanic sampai 2x di bioskop yg sama pula. Tempat nongkrong dan bioskop favoritnya anak abege Bandung jaman 90an dulu. Bioskop yg terhitung murah dan dekat dengan sekolah2 kenamaan (SMA 20 Bandung itu sekolah favorit, jangan salah) jadi tempat gahool favorit karena mempunya cafe di bawahnya serta resto pizza satu2nya dulu di Bandung, ya seinget saya dulu Pizza Hut pertama kali buka di sini. Dulu Regent Plaza ini bisa dipastikan penuh oleh makhluk2 berseragam putih-abu2.
Sejak bioskopnya tutup, restoran2 di bawahnya pun tutup. Bahkan Pizza Hut sempat downgrade ke PHD dan kini tutup sama sekali, menjadikannya salah satu gedung tidak berpenghuni di Bandung.
Banceuy Plaza
Salah satu peninggalan Matahari Group seperti yang di Cicadas, jauh sebelum hyperstore semacam Carrefour, Giant, Hypermart, Lottemart dkk bertebaran di Bandung ada yg namanya Rumah Matahari, bagian atasnya seperti department store, bagian bawahnya seperti supermarket plus di basementnya ada sentra kuliner. Dulu, saya dan adik saya termasuk sering diajak makan di situ oleh almarhum ayah, ada 2 tenant favorit kami, yg jual Soto Betawi dan Gado-gado. Saya lupa sejak kapan Banceuy Plaza ini tutup dan jadi bangunan tidak berpenghuni begitu saja.
Sempat sebelumnya, jumlah bangunan mangkrak lebih banyak lagi, namun melihat pesatnya Bandung beberapa bangunan ada yg segera berbenah, beralih fungsi atau bahkan dirubuhkan. Semisal Sultan Plaza dan Plaza Asia Afrika yg sekarang menjadi hotel, tentu anak 80an dan 90an masih ingat kalau Plaza Asia Afrika pernah jadi mall lux di masanya dengan barang2 jualannya perabot mahal, barang2 kristal dll dengan lift kapsul transparannya plus permainan gokart di rooftopnya.
Plaza Parahyangan sempat juga mangkrak sebelum berbebenah kini menjadi sentra distro dan gelanggang futsal. Saya yakin yg seusia dengan saya pada masa kecilnya sering merengek minta ke sini dulu, ya di sini dulu selain ada pusat belanja Ramayana Robinson, di lantai teratasnya ada Takara Kiddy Land, semacam Time Zone atau Game Master gitu. Buat yg masih ingat, di Takara dulu ada wahana robot, di mana robot tersebut bisa dinaiki dan ada semacam teropongnya, wahana tersebut dipindah ke Riau Junction :).
Ada juga yg naas karena dirubuhkan, seperti Palaguna, Biokop Kiara21 atau Pasundan21.
Sampai anak 90an mungkin masih ingat dengan pusat belanja yg akhirnya tidak bersisa. 2 bioskop besar ada di sini dulu, ada Nusantara Theater dan Palaguna Theater. Mau belanja baju ada Matahari Dept Store yg rasanya dulu paling "wah". Mau belanja barang sehari2 ada Hero Supermarket. Seingat saya, California Fried Chicken di sini dulu jadi tempat makan favorit se-Bandung Raya. Di lantai bawahnya ada tenant2 yg menjual baju, arloji sampai obat2an. Seingat saya, Palaguna mulai mengalami kemunduran sejak munculnya BIP disusul ousat2 belanja lainnya. Sempat bertahan dgn bioskop dan tenantw kecilnya hingga akhirnya menyerah dan kini dirubuhkan.
Ah Bandung...... sejuta kenangan, sejuta kerinduan.
Bahkan tadi pagi ketika lewat salah satu kantor cabang BRI, istri sempet nyeletuk "bisa minta mutasi ke sini engga? Kita tinggal di Bandung aja, beli rumah di Bandung"
I will always love my home town ..
Makin banyak tempat keramaian, tempat wisata yg saya sendiri cuman sebatas lihat dari website, berita, blog, sosmed dsb. Mengunjunginya? Wah entah kapan tahun...
Seperti kemarin berkunjung ke Floating Market Lembang, yg happeningnya mungking udah sejak lama namun baru bisa saya (dan anak-istri) kunjungi kemarin. Sejak saya pindah ke Jakarta (2005) terlebih berdinas di Sumatera (2012), saya makin jarang ke Bandung apalagi mengunjungi tempat2 barunya yg menarik.
Bicara tempat keramaian, ketika kemarin ke Bandung, sepintas melewati Bazaar Matahari Cicadas, salah satu pusat keramaian di Bandung...... pada masanya. Salah satu tempat belanja lengkap yg kini beralih fungsi jadi pasar tradisional basah. Ya, di Bandung rasa2nya masih banyak tempat keramaian (pada masanya) yg sekarang sepi bahkan mangkrak tidak jelas.
Matahari Cicadas
Jauuh sebelum Matahari Group punya toko online, Matahari Group membuka 2 lokasi belanja sekaligus di daerah Cicadas, satu super bazaar di Cikutra, satu lagi department storenya di pertigaan A.Yani-Kircon. Jaman saya SMP dan SMA, kedua tempat ini sangat ramai dikunjungi, bahkan ibu saya termasuk yg sering berbelanja kesana entah utk kebutuhan sehari2 atau baju (maklum, dulu Bandung Timur tidak seramai dan seelit sekarang yg bahkan sudah punya Carrefour dan McD hahaha). Entah kapan keduanya ditutup dan mangkrak begitu saja. Seingat saya pula, sejak kedua toko ini tutup, PKL makin menyemut tak terkendali di Cicadas. Tidak belajar dari Matahari, Bandung Trade Mall dan Lucky Square berdiri dekat situ, yaa entah sih hanya saja menurut saya kedua mall baru ini sepi.
Kosambi
Sebelum direnovasi seperti keadaannya sekarang, Ps Kosambi dulu merupakan pasar tradisional yg di atasnya berdiri sebuah bioskop ...... tempat saya dulu nonton film Sally Marcelina, padahal belum punya KTP, hahaha.......
Setelah direnovasi, sempat digadang2 jadi perpaduan perbelanjaan modern dan tradisional dengan adanya Ramayana di atasnya dan pasar tradisional di bawahnya.
Kini, tinggal pasar tradisionalnya saja. Terakhir saya kesini, bagian atasnya hanya menyisakan beberapa kios penjual snack, baju, kain serta seragam sekolah di lantai pertamanya lantai ke atasnya seperti tempat berhantu.
Tidak jauh dari Kosambi, ada pusat perbelanjaan komputer dan elektronik yg sempat berjaya sebelum adanya BEC, Jaya Plaza. Kondisinya tidak terlalu nelangsa banged sih karena sampai sekarang pun rasa2nya masih ramai oleh pedagang komputer. Namun seingat saya juga, dari saya SD rasa2nya Jaya Plaza ini memang sepi. Waktu saya SD saja rasanya hanya ada bioskop dan pusat game arcade (ding dong) di sini, kios2nya yg di bagian atas sudah tutup sejak dahulu, namun basementnya tetap ramai oleh pedagang elektronik dan variasi mobil. Entah sekarang apa bagian atasnya diisi juga oleh pusat pedagang komputer, yg jelas bioskopnya sudah gulung tikar (terakhir di sini nonton Scream 2, di mana yg nonton hanya 4 atau 5 orang dan ada adegan di Scream 2 ttg orang ditikam dari belakang ketika di bioskop, sejak saat itu saya kapok kesini).
Regent Plaza
Saya ga tau nama asli bangunan ini, saya namai saja demikian karena dulu ada bioskop Regent di sini.
Ya! Bioskop Regent21, tempat favorit waktu SMA dulu. Teman2 SMA saya mungkin masih ingat, nonton Titanic sampai 2x di bioskop yg sama pula. Tempat nongkrong dan bioskop favoritnya anak abege Bandung jaman 90an dulu. Bioskop yg terhitung murah dan dekat dengan sekolah2 kenamaan (SMA 20 Bandung itu sekolah favorit, jangan salah) jadi tempat gahool favorit karena mempunya cafe di bawahnya serta resto pizza satu2nya dulu di Bandung, ya seinget saya dulu Pizza Hut pertama kali buka di sini. Dulu Regent Plaza ini bisa dipastikan penuh oleh makhluk2 berseragam putih-abu2.
Sejak bioskopnya tutup, restoran2 di bawahnya pun tutup. Bahkan Pizza Hut sempat downgrade ke PHD dan kini tutup sama sekali, menjadikannya salah satu gedung tidak berpenghuni di Bandung.
Banceuy Plaza
Salah satu peninggalan Matahari Group seperti yang di Cicadas, jauh sebelum hyperstore semacam Carrefour, Giant, Hypermart, Lottemart dkk bertebaran di Bandung ada yg namanya Rumah Matahari, bagian atasnya seperti department store, bagian bawahnya seperti supermarket plus di basementnya ada sentra kuliner. Dulu, saya dan adik saya termasuk sering diajak makan di situ oleh almarhum ayah, ada 2 tenant favorit kami, yg jual Soto Betawi dan Gado-gado. Saya lupa sejak kapan Banceuy Plaza ini tutup dan jadi bangunan tidak berpenghuni begitu saja.
Sempat sebelumnya, jumlah bangunan mangkrak lebih banyak lagi, namun melihat pesatnya Bandung beberapa bangunan ada yg segera berbenah, beralih fungsi atau bahkan dirubuhkan. Semisal Sultan Plaza dan Plaza Asia Afrika yg sekarang menjadi hotel, tentu anak 80an dan 90an masih ingat kalau Plaza Asia Afrika pernah jadi mall lux di masanya dengan barang2 jualannya perabot mahal, barang2 kristal dll dengan lift kapsul transparannya plus permainan gokart di rooftopnya.
Plaza Parahyangan sempat juga mangkrak sebelum berbebenah kini menjadi sentra distro dan gelanggang futsal. Saya yakin yg seusia dengan saya pada masa kecilnya sering merengek minta ke sini dulu, ya di sini dulu selain ada pusat belanja Ramayana Robinson, di lantai teratasnya ada Takara Kiddy Land, semacam Time Zone atau Game Master gitu. Buat yg masih ingat, di Takara dulu ada wahana robot, di mana robot tersebut bisa dinaiki dan ada semacam teropongnya, wahana tersebut dipindah ke Riau Junction :).
Ada juga yg naas karena dirubuhkan, seperti Palaguna, Biokop Kiara21 atau Pasundan21.
Sampai anak 90an mungkin masih ingat dengan pusat belanja yg akhirnya tidak bersisa. 2 bioskop besar ada di sini dulu, ada Nusantara Theater dan Palaguna Theater. Mau belanja baju ada Matahari Dept Store yg rasanya dulu paling "wah". Mau belanja barang sehari2 ada Hero Supermarket. Seingat saya, California Fried Chicken di sini dulu jadi tempat makan favorit se-Bandung Raya. Di lantai bawahnya ada tenant2 yg menjual baju, arloji sampai obat2an. Seingat saya, Palaguna mulai mengalami kemunduran sejak munculnya BIP disusul ousat2 belanja lainnya. Sempat bertahan dgn bioskop dan tenantw kecilnya hingga akhirnya menyerah dan kini dirubuhkan.
Ah Bandung...... sejuta kenangan, sejuta kerinduan.
Bahkan tadi pagi ketika lewat salah satu kantor cabang BRI, istri sempet nyeletuk "bisa minta mutasi ke sini engga? Kita tinggal di Bandung aja, beli rumah di Bandung"
I will always love my home town ..
Monday, December 14, 2015
KIM
KIM atau Kesenian Irama Minang merupakan salah satu hiburan favorit di Sumatera Barat ketika ada acara2 besar. Tidak heran kalau KIM merupakan acara puncak jika ada suatu pagelaran atau perhelatan acara besar, saking ditunggu2nya bahkan penampil2 band bisa disuruh turun oleh penonton yang sudah tidak sabar hahaha.
Seperti apa sih KIM? Tau permainan BINGO? Yaaa mirip2 itulah. Jadi para penonton yang akan diberikan kupon yang berisikan angka2 dari 1-90, yang ditempatkan dalam deretan 6 baris dan 9 kolom, satu baris diisi oleh 5 angka sedangkan 4 lainnya dibiarkan kosong. Aturan mainnya, nanti akan ada penyanyi yang sambil mencabut angka secara acak dari kaleng yg berisikan angka2 dari 1-90. Setiap angka yang disebut akan dilingkari oleh peserta/penonton dan bila nanti apabila 5 angka dalan 1 baris berhasil dilingkari, pemain maju menghampiri si penyanyi untuk diperiksa keabsahan baros serta angkanya, jika dinyatakan sah maka si pemain akan mendapatkan hadiah.
Hadiah sendiri biasanya bertahap mulai dari yg murah sampai puncaknya yg termahal.
Pada perayaan HUT kantor kemarin, diadakan family day yang ditutup dengan acara KIM. KIM ini betul2 magnet bagi khalayak ramai. Sebelum ishoma, para pekerja dan keluarganya sudah mulai tampak lelah dan seperti ingin pulang karena sebelumnya mengikuti acara jalan santai dan berbagai perlombaan, tapi begitu KIM dimulai semuanya berkumpul kembali dan konsentrasi sambil bernyanyi2 berjoget2 mengikuti dendang si penyanyi, sambil tertawa2 karena nomornya banyak yang meleset, fun.
Kemeriahan KIM dan menariknya KIM menurut saya bergantung pada kemampuan sang penyanyi untuk membawakan acara KIM, entah apakah banyak interaksi dengan penonton, mengajak menyanyi penonton atau melemparkan guyonan2 (lah, emang ngerti? eee alah bisa bahasa Minang saketek2). Pun yg terjadi di acara family day kemarin, sang penyanyi mampu membawa atmosfer yang menyenangkan walau hadiah pemuncak hanya berupa kulkas 1 pintu apalagi kalau sambil memenangkan hadiah, seperti saya kemarin yang lumayan bisa memboyong 1 tea set.
Anyway, selamat ulang tahun ke-120 kantor tercinta, semoga makin sukses dalan BRINOVASI
Seperti apa sih KIM? Tau permainan BINGO? Yaaa mirip2 itulah. Jadi para penonton yang akan diberikan kupon yang berisikan angka2 dari 1-90, yang ditempatkan dalam deretan 6 baris dan 9 kolom, satu baris diisi oleh 5 angka sedangkan 4 lainnya dibiarkan kosong. Aturan mainnya, nanti akan ada penyanyi yang sambil mencabut angka secara acak dari kaleng yg berisikan angka2 dari 1-90. Setiap angka yang disebut akan dilingkari oleh peserta/penonton dan bila nanti apabila 5 angka dalan 1 baris berhasil dilingkari, pemain maju menghampiri si penyanyi untuk diperiksa keabsahan baros serta angkanya, jika dinyatakan sah maka si pemain akan mendapatkan hadiah.
Hadiah sendiri biasanya bertahap mulai dari yg murah sampai puncaknya yg termahal.
Pada perayaan HUT kantor kemarin, diadakan family day yang ditutup dengan acara KIM. KIM ini betul2 magnet bagi khalayak ramai. Sebelum ishoma, para pekerja dan keluarganya sudah mulai tampak lelah dan seperti ingin pulang karena sebelumnya mengikuti acara jalan santai dan berbagai perlombaan, tapi begitu KIM dimulai semuanya berkumpul kembali dan konsentrasi sambil bernyanyi2 berjoget2 mengikuti dendang si penyanyi, sambil tertawa2 karena nomornya banyak yang meleset, fun.
Kemeriahan KIM dan menariknya KIM menurut saya bergantung pada kemampuan sang penyanyi untuk membawakan acara KIM, entah apakah banyak interaksi dengan penonton, mengajak menyanyi penonton atau melemparkan guyonan2 (lah, emang ngerti? eee alah bisa bahasa Minang saketek2). Pun yg terjadi di acara family day kemarin, sang penyanyi mampu membawa atmosfer yang menyenangkan walau hadiah pemuncak hanya berupa kulkas 1 pintu apalagi kalau sambil memenangkan hadiah, seperti saya kemarin yang lumayan bisa memboyong 1 tea set.
Anyway, selamat ulang tahun ke-120 kantor tercinta, semoga makin sukses dalan BRINOVASI
Saturday, July 11, 2015
Life as Pinca (1)
Saya pernah bercerita sebelumnya, ketika membaca SK penenempatan kerja yg sekarang, saya heran dan kebingungan "di mana itu Lubuk Sikaping?" terlebih ketika tahu bahwa hampir 65% wilayah daerahnya adalah hutan belantara.
Gimana anak mall ini bisa bertahan?
Tapi Allah Maha Adil, segala sesuatunya ada hikmah positif yg bisa dipetik.
Salah satunya tentang wilayah bisnis tempat kerja saya. Dengan kondisi lebih dari 65% wilayah Lubuk Sikaping (Kab.Pasaman) masih hutan belantara pada awalnya membuat saya shock dan takut "potensi bisnis apa yang bisa digali?". Ah tapi ya ada saja jalannya, ada saja ceritanya yg menarik.
Salah satunya tentang wilayah bisnis tempat kerja saya. Dengan kondisi lebih dari 65% wilayah Lubuk Sikaping (Kab.Pasaman) masih hutan belantara pada awalnya membuat saya shock dan takut "potensi bisnis apa yang bisa digali?". Ah tapi ya ada saja jalannya, ada saja ceritanya yg menarik.
Dengan kondisi masih banyak hutan, membuat saya kerja melalui atau keluar-masuk hutan. Apalagi kalau sudah on the spot ke nasabah mikro, ada saja hal yang menarik.
Terkadang ketika dalam perjalanan masih suka bisa melihat hewan liar yang berkeliaran, yaaa berbagai macam jenis monyet yaaa biawak dari yang kecil sampai yg besar yaaa ular dari yg kecil sampai kobra dgn panjang 3m yaaa babi liar. Bahkan AMBM (manajer bisnis mikro) atau Kepala Unit pernah bercerita bertemu dengan rusa atau macan tutul.... he????
Inilah yg menarik, kunjungan ke nasabah, saya anggap rekreasi lewat Taman Safari.
Terkadang ketika dalam perjalanan masih suka bisa melihat hewan liar yang berkeliaran, yaaa berbagai macam jenis monyet yaaa biawak dari yang kecil sampai yg besar yaaa ular dari yg kecil sampai kobra dgn panjang 3m yaaa babi liar. Bahkan AMBM (manajer bisnis mikro) atau Kepala Unit pernah bercerita bertemu dengan rusa atau macan tutul.... he????
Inilah yg menarik, kunjungan ke nasabah, saya anggap rekreasi lewat Taman Safari.
Jadi kepala cabang di Lubuk Sikaping juga membuat saya melihat kehidupan penduduk Indonesia yg di dalam hutan tidak hanya melalui televisi. Terakhir saya on the spot ke salah satu nasabah mikro membuat saya berkali2 bertanya kepada mantri (marketing mikro) "ini kamu gak salah jalan? Gak tersesat? Betul nasabahnya tinggal di sini?" Bagaimana tidak? Jalan masuk hutan, ketemu jembatan rusak, bahkan melewati jalan yg putus oleh sungai kecil. Tapi akhirnya betul, saya bisa melihat perkampungan kecil yg hanya dihuni 20KK di tengah hutan, bahkan ketika solat jumat hanya ada sekitar 15 jamaat. Listrik pun belum masuk ke sana.
Subhanallah, Indonesia itu luas.
Subhanallah, Indonesia itu luas.
Ya, segala macam hal akan ada hikmah positifnya.
Monday, April 13, 2015
TALU
Lazimnya kantor cabang di institusi tempat saya bekerja, biasanya mensupervisi unit2 kerja lainnya, seperti KCP atau Unit atau Kantor Kas yg tentu saja menginduk ke cabang tersebut.
Cabang Lubuk Sikaping sendiri mensupervisi 8 Kantor Unit (unit sendiri mensupervisi kantor Teras, yg saat ini berjumlah 6). Salah satu Unit terjauh adalah Unit Talu.
Secara geografis, Talu sebetulnya sudah masuk wilayah Pasaman Barat. Namun secara lokasi masih lebih dekat ke Lubuk Sikaping, ya walau jarak tempuh ke Talu cukup memakan waktu (1.5 - 2 jam) karena harus melewati daerah hutan lindung Rimbo Panti.
Selain sektor ekonominya yang tumbuh dari perkebunan sawit, daerah Talu ini ternyata mempunyai beberapa objek wisata yang menarik. Salah satunya adalah bunker-bunker peninggalan Jepang. Ya, sepanjang jalan dari Talu menuju Pasaman Barat akan terlihat di kiri kanan jalan bunker2 atau battle station peninggalan Jepang. Sayangnya di sekitar lokasi tidak tersedia informasi yang cukup mengenai tahun pembuatannya, kenapa dibangun di situ dll.
Tapi kalau saya sedikit ngarang sebagai pengamat sejarah Perang Dunia ke-2 #SotoyMode, bunker atau battle station tsb dibangun dikarenakan jalan di Talu merupakan penghubung daerah Pasaman Barat dengan Sumatera Utara. Ya, kalau lihat2 gambar2 dari KITLV, akan terlihat bahwa sejak jaman kolonial Belanda, di Pasaman Barat telah berkembang pabrik2 sawit, selain itu juga daerah Pasaman Barat yang merupakan daerah pantai tampaknya dulu menjadi salah satu titik pendaratan tentara Jepang.
Daerah Talu juga terkenal dengan Gunung Talamau-nya yg juga mempunyai banyak objek2 wisata lainnya,seperti air terjun dan beberapa telaga. Hanya saja untuk objek2 wisata tersebut belum sempat saya kunjungi karena tidak termasuk perlintasan ketika berdinas.
Eh tapi ada wisata unik lainnya yang bisa dicoba, naik mobil langsiran kelapa sawit. Ya, mobil hardtop yang dimodifikasi dengan ban besar serta bak terbuka untuk melewati medan berat dalam rangka ke pedalaman kebun sawit untuk mengangkut kelapa sawit.
Kebetulan juga beberapa nasabah ada yg mempunyai usaha kebun sawit, sehingga pada saat on the spot atau pembinaan, saya menaiki mobil langsiran tersebut. Lumayan, off-road-an pake mobil kelapa sawit.
Cabang Lubuk Sikaping sendiri mensupervisi 8 Kantor Unit (unit sendiri mensupervisi kantor Teras, yg saat ini berjumlah 6). Salah satu Unit terjauh adalah Unit Talu.
Secara geografis, Talu sebetulnya sudah masuk wilayah Pasaman Barat. Namun secara lokasi masih lebih dekat ke Lubuk Sikaping, ya walau jarak tempuh ke Talu cukup memakan waktu (1.5 - 2 jam) karena harus melewati daerah hutan lindung Rimbo Panti.
Selain sektor ekonominya yang tumbuh dari perkebunan sawit, daerah Talu ini ternyata mempunyai beberapa objek wisata yang menarik. Salah satunya adalah bunker-bunker peninggalan Jepang. Ya, sepanjang jalan dari Talu menuju Pasaman Barat akan terlihat di kiri kanan jalan bunker2 atau battle station peninggalan Jepang. Sayangnya di sekitar lokasi tidak tersedia informasi yang cukup mengenai tahun pembuatannya, kenapa dibangun di situ dll.
Tapi kalau saya sedikit ngarang sebagai pengamat sejarah Perang Dunia ke-2 #SotoyMode, bunker atau battle station tsb dibangun dikarenakan jalan di Talu merupakan penghubung daerah Pasaman Barat dengan Sumatera Utara. Ya, kalau lihat2 gambar2 dari KITLV, akan terlihat bahwa sejak jaman kolonial Belanda, di Pasaman Barat telah berkembang pabrik2 sawit, selain itu juga daerah Pasaman Barat yang merupakan daerah pantai tampaknya dulu menjadi salah satu titik pendaratan tentara Jepang.
Daerah Talu juga terkenal dengan Gunung Talamau-nya yg juga mempunyai banyak objek2 wisata lainnya,seperti air terjun dan beberapa telaga. Hanya saja untuk objek2 wisata tersebut belum sempat saya kunjungi karena tidak termasuk perlintasan ketika berdinas.
Eh tapi ada wisata unik lainnya yang bisa dicoba, naik mobil langsiran kelapa sawit. Ya, mobil hardtop yang dimodifikasi dengan ban besar serta bak terbuka untuk melewati medan berat dalam rangka ke pedalaman kebun sawit untuk mengangkut kelapa sawit.
Kebetulan juga beberapa nasabah ada yg mempunyai usaha kebun sawit, sehingga pada saat on the spot atau pembinaan, saya menaiki mobil langsiran tersebut. Lumayan, off-road-an pake mobil kelapa sawit.
Sunday, February 15, 2015
memulai kisah baru
"selamat ya.."
"selamat apa Mas?"
"lu masuk Kanwil Padang di Cabang Lubuk Sikaping"
JELEDARRRR!!! *Kilat siang bolong versi 2.0 (Untuk Versi 1.0 bisa diliat di sini)
Lubuk Sikaping? Di mana itu?
Jadi Pemimpin Cabang? Memimpin ratusan orang? Punya kewenangan kredit yang besar?
*tepok jidat
Betul-betul sama sekali tidak pernah terbayang sebelumnya. Boro-boro jadi pemimpin cabang, ketika mendapatkan SK jadi Pincapem aja kagetnya luar biasa. Bayangkan saja, backgroun IT, lama jadi tenaga support, kini jadi orang bisnis.
Sejujurnya, betul-betul tidak pernah terpikir sebelumnya akan membawa tanggung jawab sebesar ini, terpikir setelah mengikuti assesment kemarin bisa terpanggil kembali untuk dapat bekerja kembali di bidang support. Ya, sejujurnya saya bercita-cita kembali ke Kantor Pusat, 2 tahun rasanya sudah cukup untuk belajar dunia nyata dunia perbankan di KCP.
Tapi rupanya Allah berkehendak lain, per 1 Februari 2015 kemarin keluar lah SK Mutasi yang menyatakan saya sebagai Pemimpin Cabang Lubuk Sikaping. Kaget? Pasti. Kecewa? Sedikit.
Tapi lagi, Allah Maha Tahu. Allah yang lebih tahu mana yang terbaik untuk hamba-Nya. Buat kita terasa mengecewakan dan berat, wallahualam justru di ujung kita mendapat hasil yang jauh lebih baik. Insya Allah.
Ya, semuanya adalah proses. Tergantung kita, bagaimana menjalaninya dan semoga bisa kita dapat menjalaninya dengan sebaik mungkin.
Bismillah, Lubuk Sikaping, here i come .....
Eh bentar, Lubuk Sikaping itu di mana?
Hehehe ya ya... 9 tahun berkarir di BRI, taunya cuman cabang Padang, Bukittinggi, Painan dan Sungai Penuh. Jadi, setelah sedikit membaca tentang lingkungan tempat kerja saya yangbaru ini, bisa saya jelaskan kalau Lubuk Sikaping merupakan nama sebuah kecamatan yang menjadi ibukota Kabupaten Pasaman. Dulunya sentra produksi kabupaten ini adalah kelapa sawit, namun karena pemekaran wilayah (menjadi Kabupaten Pasaman Barat), Kabupaten Pasaman yang hampir 70% wilayahnya adalah hutan (menurut Kepala Dispenda-nya lho ya) sekarang fokus di perdagangan, perkebunan dan perikanan.
Kabupaten Pasaman merupakan kota paling ujung di utara provinsi Sumatera Barat, sehingga berbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Riau. Dari Padang untuk menuju Pasaman hampir memakan waktu 4-5 jam melewati Pariaman, Padang Panjang dan Bukittinggi (sekitar 2 jam dari Bukittinggi).
Yes, anak kota, tukang ke mall saban minggu ditaruh ke tempat sepi. Ah sudah lah, berpikir positif aja bahwa ini proses pembelajaran dan yang penting selalu memberikan yang terbaik.
Bismillah .............
"selamat apa Mas?"
"lu masuk Kanwil Padang di Cabang Lubuk Sikaping"
JELEDARRRR!!! *Kilat siang bolong versi 2.0 (Untuk Versi 1.0 bisa diliat di sini)
Lubuk Sikaping? Di mana itu?
Jadi Pemimpin Cabang? Memimpin ratusan orang? Punya kewenangan kredit yang besar?
*tepok jidat
Betul-betul sama sekali tidak pernah terbayang sebelumnya. Boro-boro jadi pemimpin cabang, ketika mendapatkan SK jadi Pincapem aja kagetnya luar biasa. Bayangkan saja, backgroun IT, lama jadi tenaga support, kini jadi orang bisnis.
Sejujurnya, betul-betul tidak pernah terpikir sebelumnya akan membawa tanggung jawab sebesar ini, terpikir setelah mengikuti assesment kemarin bisa terpanggil kembali untuk dapat bekerja kembali di bidang support. Ya, sejujurnya saya bercita-cita kembali ke Kantor Pusat, 2 tahun rasanya sudah cukup untuk belajar dunia nyata dunia perbankan di KCP.
Tapi rupanya Allah berkehendak lain, per 1 Februari 2015 kemarin keluar lah SK Mutasi yang menyatakan saya sebagai Pemimpin Cabang Lubuk Sikaping. Kaget? Pasti. Kecewa? Sedikit.
Tapi lagi, Allah Maha Tahu. Allah yang lebih tahu mana yang terbaik untuk hamba-Nya. Buat kita terasa mengecewakan dan berat, wallahualam justru di ujung kita mendapat hasil yang jauh lebih baik. Insya Allah.
Ya, semuanya adalah proses. Tergantung kita, bagaimana menjalaninya dan semoga bisa kita dapat menjalaninya dengan sebaik mungkin.
Bismillah, Lubuk Sikaping, here i come .....
Eh bentar, Lubuk Sikaping itu di mana?
Hehehe ya ya... 9 tahun berkarir di BRI, taunya cuman cabang Padang, Bukittinggi, Painan dan Sungai Penuh. Jadi, setelah sedikit membaca tentang lingkungan tempat kerja saya yangbaru ini, bisa saya jelaskan kalau Lubuk Sikaping merupakan nama sebuah kecamatan yang menjadi ibukota Kabupaten Pasaman. Dulunya sentra produksi kabupaten ini adalah kelapa sawit, namun karena pemekaran wilayah (menjadi Kabupaten Pasaman Barat), Kabupaten Pasaman yang hampir 70% wilayahnya adalah hutan (menurut Kepala Dispenda-nya lho ya) sekarang fokus di perdagangan, perkebunan dan perikanan.
Kabupaten Pasaman merupakan kota paling ujung di utara provinsi Sumatera Barat, sehingga berbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Riau. Dari Padang untuk menuju Pasaman hampir memakan waktu 4-5 jam melewati Pariaman, Padang Panjang dan Bukittinggi (sekitar 2 jam dari Bukittinggi).
Yes, anak kota, tukang ke mall saban minggu ditaruh ke tempat sepi. Ah sudah lah, berpikir positif aja bahwa ini proses pembelajaran dan yang penting selalu memberikan yang terbaik.
Bismillah .............
Saturday, October 11, 2014
tips menghadiri resepsi pernikahan adat Batak
Setelah hampir 2 tahun di Medan, baru sekarang berkesempatan menghadiri resepsi pernikahan adat Batak. Kebetulan, salah satu pekerja di kantor menikah dan menggelar resepsinya pada hari ini. Sebagai pimpinan yang baik, tentunya undangan ybs dipenuhi untuk dihadiri... Ciyee gitu
Untuk pernikahannya sendiri, saya pernah diceritakan salah satu pekerja di kantor (yg Batak tulen) dan membaca timeline @hotradero, untuk adat Batak memang banyak upacara adatnya terutama penghormatan2 terhadap anggota keluarga. Sehingga tidak heran, di acara resepsi pengantin akan lebih banyak bergabung dengan keluarga besarnya.
Bergabung?
Ya bergabung....
Pekerja di kantor (marga Sianturi dan Boru Tobing), sering bercerita bagaimana adat istiadat serta resepsi pernikahan Batak yang kalau saya tangkap sangat berbeda dengan adat di Pulau Jawa. Resepsi pernikahan di Jawa, tempat resepsinya menyatu mau keluarga mau undangan umum ya di situ-situ juga. Pada adat Batak, tempat resepsi biasanya terdiri dari dua lantai, lantai satu untuk acara adat dan keluarga, sedangkan lantai dua untuk undangan umum.
"Nanti kalau Bapak datang ke tempat resepsi, langsung ke lantai dua saja Pak, soalnya lantai satu untuk keluarga dan makanan yang dihidangkan juga khas Batak" jelas seorang pekerja sehari sebelum acara resepsi. Oya tentu saja makanan khas Batak yang dimaksud adalah makanan non-muslim (IFYWIM)
"Dan nanti Bapak kalau bisa hadir jam 12.30-an soalnya jam segitu pengantin istirahat dari kegiatan adat sekaligus beramah tamah dengan undangan umum" tambahnya.
Oke sedikit cerita sebelum ke tipsnya, jadi tadi hadir dengan pekerja-pekerja yang lain, yg sayangnya tidak ada yang bersuku Batak untuk membimbing kita di tempat acara... Hehehehe....
Datang ke tempat resepsi sekitar jam 12.45-an, seperti saran dari pekerja yg bersuku Batak (dan kebetulan di undangan tertulis resepsi memang jam 12-selesai). Saat kami datang rupanya masih prosesi adat dan sesuai saran sebelumnya karena prosesi adat khusus keluarga, kami langsung menuju lantai 2. Di lantai 2 betul-betul hanya ada tamu undangan karena keluarga mengikuti prosesi adat. Satu rombongan clingak-clingukbagaimana mau memberikan kado atau 'amplop'.
"Pak ini dikasih ke siapa?" .... lah kok lu tanya gue yang orang Sunda? hahahahaha.
Akhirnya kita menunggu di lantai 2 karena sebelumnya sudah diceritakan bahwa nanti pengantinnya sendiri yang akan ke lantai 2. Menunggu sambil dihibur oleh wedding singer plus dikasih nasi kotakan (kalau cerita marga Sianturi, tergantung kondisi, kadang nasi kotak kadang tamu ambil prasmanan). Dikarenakan lantai 2 ini untuk undangan umum, maka bisa dipastikan bahwa hidangan yang disajikan masuk kategori halal (pun tadi begitu, masakan Minang).
lalu sekitar pukul 13-an, pengantinnya masuk ke ruang lantai 2 dan duduk di pelaminan. Sementara kami sendiri bingung, harus ngapain, masih clingak-clinguk karena tidak ada tamu undangan yang menghampiri pelaminan ataupun seperti yang diceritakan, pengantinnya menghampiri undangan. Hahahaha mulai salting..... Rupanya, di lantai 2 ini selain menghampiri undangan,pengantin juga sekaligus beristirahat dan makan siang (makan siangpun ada prosesi adatnya) sambil beberapa kali ada saudara2 yang menghampiri untuk memberikan semacam petuah dan ucapan selamat. Sementara saya sendiri masih bingung kapan menyelamatinya hahahaha... Ketika pengantin selesai makan siang, tiba-tiba ada anggota keluarga yang meminta pengantin untuk kembali ke lantai 1 untuk kembali melakukan prosesi adat dan bertemu anggota keluarga lainnya.
Dan lagi-lagi rombongan kami kembali kebingungan
"nah lho kapan salamannya? ngapain lagi nih?"
hahahaha
Ya sudah, akhirnya kami memutuskan pulang saja, karena toh pengantin juga melihat kehadiran kami di acara tadi. Tetapi, kadonya dan titipan amplop mau diserahkan kemana? hahaha kebingungan berlanjut, akhirnya ketika melihat orang yang kami rasa keluarga pengantin, kami titipkan saja kadonya sementara amplop kami putuskan untuk diberikan di kantor saja.
Jadi, berikut tips menghadiri undangan resepsi pernikahan adat Batak.
(1) Hadir 15 menit dari jadwal resepsi. Seperti contoh tadi pukul 12.00, maka hadirlah sekitar pukul 12.15-12.30an. Karena pihak pantitia sudah mengatur jadwal tersebut agar pengantin bisa bertemu sapa dengan undangan, terlambat bisa menyebabkan kita tidak dapat bertemu pengantin karena sibuk dgn prosesi adat atau keluarga.
(2) Bagi yang bukan keluarga, sebaiknya langsung menuju lantai 2, ke tempat undangan umum. Awas salah masuk ke tempat keluarga yang di lantai 1. Tapi hati2 juga mana tau nanti kondisinya terbalik, tinggal dilihat saja pria2 berjas dan ber-ulos bisa dipastikan itu keluarga.
(3) Ketika pengantin tidak menghampiri undangan dan terlihat nganggur, sebaiknya langsung hampiri untuk memberikan ucapan selamat ataupun bingkisan/amplop.
Anyway, selamat menempuh hidup baru untuk Arlin Sinaga dan Lona Anggriani Lorensi Br. Hutagalung, semoga bahagia, langgeng dan rukun selalu serta dikaruniai keturunan yang menjadi kebanggaan orang tuany...
Wednesday, June 11, 2014
hajatan on the street
hari ini pas ngantor salah satu ruas jalan di daerah Helvetia-Medan tertutup 1/3-nya oleh tenda hajatan
heran, perasaan tiap minggu di Medan ini nemu aja salah satu ruas jalan yang ditutup sebagian karena tenda hajatan / acara lainnya. minggu lalu di jalan Karya, 2 minggu yang lalu di daerah Helvetia juga
boleh engga sih make jalan umum untuk kepentingan pribadi?
kalau baca dari hukumonline.com, penggunaan jalan umum untuk kepentingan pribadi itu diperbolehkan asalkan telah mendapat izin dari Kapolda + Kapolres + Kapolsek setempat dengan disertai surat rekomendasi dari pemprov+pemkot+camat+lurah setempat
Nah pertanyaannya, sudahkan para penyelenggara hajatan yg menggunakan jalan umum tersebut memenuhi persyaratan seperti itu?... Saya sih ragu
Selain masalah perizinan, sebetulnya lebih ke empati. Apakah sang penyelenggara berempati terhadap pengguna jalan yang lain?
Saya sendiri tidak tahu bagaimana perasaan orang lain ketika perjalanannya terhambat karena hal tersebut, kalau saya sih biasa biasa aja kecuaaliiiiiii kalau si tenda atau acara hajatan yang memakan jalan tersebut menyebabkan kemacetan atau terhambatnya perjalanan saya nahhhh barulah saya mangkel.
Kalau saya sih paling ngedumel, nanyain dalam hati gimana jalan pikiran yang punya hajatan sampe mengakibatkan kemacetan dan mengakibatkan kerugian bagi orang lain (macet bikin terhambat sehingga rugi waktu donk?), tapi kalau orang lain? Anda?
Jangan sampai hajatan nikahan mengharap doa restu tapi yang ada malah umpatan dan sumpah serapah dari orang2 yg merasa perjalanannya terganggu
Ah.. jam pulang kantor, saatnya pulang.. Ya sudahlah, mengalah saja muter ke Yos Sudarso :/
heran, perasaan tiap minggu di Medan ini nemu aja salah satu ruas jalan yang ditutup sebagian karena tenda hajatan / acara lainnya. minggu lalu di jalan Karya, 2 minggu yang lalu di daerah Helvetia juga
(gambar ngambil dari sini)
boleh engga sih make jalan umum untuk kepentingan pribadi?
kalau baca dari hukumonline.com, penggunaan jalan umum untuk kepentingan pribadi itu diperbolehkan asalkan telah mendapat izin dari Kapolda + Kapolres + Kapolsek setempat dengan disertai surat rekomendasi dari pemprov+pemkot+camat+lurah setempat
Nah pertanyaannya, sudahkan para penyelenggara hajatan yg menggunakan jalan umum tersebut memenuhi persyaratan seperti itu?... Saya sih ragu
Selain masalah perizinan, sebetulnya lebih ke empati. Apakah sang penyelenggara berempati terhadap pengguna jalan yang lain?
Saya sendiri tidak tahu bagaimana perasaan orang lain ketika perjalanannya terhambat karena hal tersebut, kalau saya sih biasa biasa aja kecuaaliiiiiii kalau si tenda atau acara hajatan yang memakan jalan tersebut menyebabkan kemacetan atau terhambatnya perjalanan saya nahhhh barulah saya mangkel.
Kalau saya sih paling ngedumel, nanyain dalam hati gimana jalan pikiran yang punya hajatan sampe mengakibatkan kemacetan dan mengakibatkan kerugian bagi orang lain (macet bikin terhambat sehingga rugi waktu donk?), tapi kalau orang lain? Anda?
Jangan sampai hajatan nikahan mengharap doa restu tapi yang ada malah umpatan dan sumpah serapah dari orang2 yg merasa perjalanannya terganggu
Ah.. jam pulang kantor, saatnya pulang.. Ya sudahlah, mengalah saja muter ke Yos Sudarso :/
Monday, April 07, 2014
poster yang membosankan
lama tidak update blog ini...
sudah mulai kehilangan semangat dalam segala hal... perhaps, tampaknya, mungkin...
sudah lebih dari satu tahun, sudah mau pemilu... masih di Medan juga...
ah sudahlah, terima saja nasib dan jalankan.... seperti dalam status BBM/WA "GO FORWARD WITHOUT FEAR". Maju terus....
Sebentar lagi Pemilu, iya Pemilihan Umum dalam rangka memilih wakil rakyat, para anggota legislatif dan perwakilan daerah.
Seperti biasanya, dalam Pemilu selalu diawali dengan yang namanya kampanye, sudah lazimnya setiap musim kampanye datang artinya juga musim menempel poster/billboard para calon anggota legislatif tersebut..
Di Medan?
Sama juga tentunya.... Jangankan musim kampanye, bukan musim kampanye saja banyak yang masang foto2 orang di spanduk/poster/billboard, yang entah siapa mereka itu... Ya ketua ormas lah, ya ketua yayasan anu lah, ya pengurus anu lah...
Wabah selfie dan narsis betul2 sangat terasa di Kota Medan ini, walau kita juga tidak tahu siapa mereka.
Ada yang pasang billboard iklan sekolah tinggi, tapi yang dipasang foto pemimpin yayasannya... Kenapa juga bukan masang foto fasilitas2 sekolahnya biar lebih meyakinkan?
Ada yg pasang billboard iklan toko baju, tapi yg dipasang foto yg punya sama karyawannya... Kenapa juga bukan masang foto2 koleksi bajunya?
Ada yg pasang billboard iklan koran, tapi yang dipasang foto dewan redaksinya sama entah siapa... Kenapa juga bukan masang tema koran dan rubrik2nya?
..... Medan, the city of selfie and narcissism hehehehe
Ah ya.. kembali lagi ke soal poster kampanye tadi. Sejak dahulu hingga sekarang, kenapa para caleg itu tidak pernah memberikan alasan dalam posternya kenapa para pemilih harus memilih ybs? Mayoritas para caleg ini hanya menuliskan nama, asal partai, nomor urut serta daerah pemilihannya, plus kata-kata standar MOHON DOA RESTU DAN DUKUNGANNYA
Hei... Kenapa harus memilih anda? Kenapa harus memberikan dukungan pada anda? Kenapa harus memberi restu pada anda?
Ok.. mungkin tidak semua poster caleg seperti itu. Tapi, sekali lagi, mayoritas, hampir semuanya, seperti itu.. Membosankan dan cenderung bikin saya jengah melihatnya. Apa semua caleg berpikir semua orang ikut orasi kampanyenya? Iya itupun kalau dia orasi, kalau tidak? Bingung kenapa harus milih ybs.
Memang masih ada yg menempel tulisan2 alasan singkat, contohlah JUJUR, MAMPU, BERANI (walaupun tidak semua, karena mayoritas poster membosankan tadi), tapi apakah hanya itu? Lalu mau ngapain caleg ybs kalau terpilih? Apa program kerjanya? .... Adalah yang bawa kata2 puitis dalam billboardnya seperti BEDAKAN MANA KSATRIA MANA PENCURI KUDA, maksudnya apa? Kalau ybs terpilih mau jadi ke Senayan naik kuda pake baju ksatria gitu? Caleg apa Ksatria Meja Bundar?
Dengan terbatasnya billboard atau poster atau spanduk, memang sulit untuk mungkin menulis program kerja karena terbatasnya media tersebut, tapi di sini lah harusnya para caleg tersebut "mikir", gimana caranya alasan kenapa mereka harus dipilih, program kerja mereka, tujuan mereka bisa tersampaikan pada masyarakat.
Mudah saja, para caleg tersebut tentunya punya handphone atau telepon, kenapa tidak nulis nomor telepon hotline sebagai sarana tanya jawab mereka dengan pemilih?
Gak mau share no.handphone? Ada Internet, manfaatkan dengan membuat website untuk menaruh program kerja dan tujuan caleg ybs. Gak mau keluar duit? Ada blogspot, ada wordpress dll. Ribet? Ada sosmed,caleg bisa menulis program2 mereka di Twitter kek, Facebook kek dll
Sehingga nanti di poster caleg ybs, bisa ditulis nomer telepon kek, email kek, website kek, user sosmed agar konstituen tahu siapa wakil suara mereka kelak, siapa yang akan bertanggung jawab memenuhi harapan konstituen kelak.
Kalau sekarang? "Siapa elu? Mau ngapain lu?"
sudah mulai kehilangan semangat dalam segala hal... perhaps, tampaknya, mungkin...
sudah lebih dari satu tahun, sudah mau pemilu... masih di Medan juga...
ah sudahlah, terima saja nasib dan jalankan.... seperti dalam status BBM/WA "GO FORWARD WITHOUT FEAR". Maju terus....
Sebentar lagi Pemilu, iya Pemilihan Umum dalam rangka memilih wakil rakyat, para anggota legislatif dan perwakilan daerah.
Seperti biasanya, dalam Pemilu selalu diawali dengan yang namanya kampanye, sudah lazimnya setiap musim kampanye datang artinya juga musim menempel poster/billboard para calon anggota legislatif tersebut..
Di Medan?
Sama juga tentunya.... Jangankan musim kampanye, bukan musim kampanye saja banyak yang masang foto2 orang di spanduk/poster/billboard, yang entah siapa mereka itu... Ya ketua ormas lah, ya ketua yayasan anu lah, ya pengurus anu lah...
Wabah selfie dan narsis betul2 sangat terasa di Kota Medan ini, walau kita juga tidak tahu siapa mereka.
Ada yang pasang billboard iklan sekolah tinggi, tapi yang dipasang foto pemimpin yayasannya... Kenapa juga bukan masang foto fasilitas2 sekolahnya biar lebih meyakinkan?
Ada yg pasang billboard iklan toko baju, tapi yg dipasang foto yg punya sama karyawannya... Kenapa juga bukan masang foto2 koleksi bajunya?
Ada yg pasang billboard iklan koran, tapi yang dipasang foto dewan redaksinya sama entah siapa... Kenapa juga bukan masang tema koran dan rubrik2nya?
..... Medan, the city of selfie and narcissism hehehehe
Ah ya.. kembali lagi ke soal poster kampanye tadi. Sejak dahulu hingga sekarang, kenapa para caleg itu tidak pernah memberikan alasan dalam posternya kenapa para pemilih harus memilih ybs? Mayoritas para caleg ini hanya menuliskan nama, asal partai, nomor urut serta daerah pemilihannya, plus kata-kata standar MOHON DOA RESTU DAN DUKUNGANNYA
Hei... Kenapa harus memilih anda? Kenapa harus memberikan dukungan pada anda? Kenapa harus memberi restu pada anda?
Ok.. mungkin tidak semua poster caleg seperti itu. Tapi, sekali lagi, mayoritas, hampir semuanya, seperti itu.. Membosankan dan cenderung bikin saya jengah melihatnya. Apa semua caleg berpikir semua orang ikut orasi kampanyenya? Iya itupun kalau dia orasi, kalau tidak? Bingung kenapa harus milih ybs.
Memang masih ada yg menempel tulisan2 alasan singkat, contohlah JUJUR, MAMPU, BERANI (walaupun tidak semua, karena mayoritas poster membosankan tadi), tapi apakah hanya itu? Lalu mau ngapain caleg ybs kalau terpilih? Apa program kerjanya? .... Adalah yang bawa kata2 puitis dalam billboardnya seperti BEDAKAN MANA KSATRIA MANA PENCURI KUDA, maksudnya apa? Kalau ybs terpilih mau jadi ke Senayan naik kuda pake baju ksatria gitu? Caleg apa Ksatria Meja Bundar?
Dengan terbatasnya billboard atau poster atau spanduk, memang sulit untuk mungkin menulis program kerja karena terbatasnya media tersebut, tapi di sini lah harusnya para caleg tersebut "mikir", gimana caranya alasan kenapa mereka harus dipilih, program kerja mereka, tujuan mereka bisa tersampaikan pada masyarakat.
Mudah saja, para caleg tersebut tentunya punya handphone atau telepon, kenapa tidak nulis nomor telepon hotline sebagai sarana tanya jawab mereka dengan pemilih?
Gak mau share no.handphone? Ada Internet, manfaatkan dengan membuat website untuk menaruh program kerja dan tujuan caleg ybs. Gak mau keluar duit? Ada blogspot, ada wordpress dll. Ribet? Ada sosmed,caleg bisa menulis program2 mereka di Twitter kek, Facebook kek dll
Sehingga nanti di poster caleg ybs, bisa ditulis nomer telepon kek, email kek, website kek, user sosmed agar konstituen tahu siapa wakil suara mereka kelak, siapa yang akan bertanggung jawab memenuhi harapan konstituen kelak.
Kalau sekarang? "Siapa elu? Mau ngapain lu?"
Monday, October 28, 2013
life as pincapem (1) .. profil bisnis
"coba kamu.. sebutkan titik kritis dalam probing calon debitur Jasa Konstruksi"
Tanya seorang instruktur berlevel GM dalam suatu pendidikan di Jakarta, minggu kemarin...
Wuaduh, apa ya? Maklum selama hampir satu tahun di sini, usaha debitur lebih banyak ke perdagangan, segera tangan diarahkan membuka tablet dan gugling tentang probing usaha jasa konstruksi, eh nyambungnya ke salah satu website sahabat blogger, yang juga pernah menjabat GM di institusi tempat saya bekerja.. Terima kasih tulisannya Ibu Enny, jadi ketambahan deh materi presentasinya hehehe.
Sebagai pimpinan unit kerja kecil suatu bank, yang salah satu pekerjaannya adalah menyalurkan kredit, probing atau pengenalan kepada calon debitur adalah sangat penting untuk dilakukan, hal ini agar pihak bank dapat mendalami 5C's atau hal2 lain dari sang calon debitur tersebut.
Di tempat saya bekerja, kredit yg disalurkan lebih bersifat komersil/produktif yang erat kaitannya dengan dunia usaha, sehingga penting bagi saya untuk mengenal profil bisnis serta titik kritis yang perlu diperhatikan dari usaha tersebut. Beruntung, ketika pendidikan pertama, seorang instruktur yang merupakan wakil kepala audit memberikan berbagai macam jenis profil bisnis/usaha... as we know it, engga saya baca hahahaha, saya baca kalo memang ada calon debitur yang jenis usahanya belum pernah dipelajari.
Tentu sajayang namanya dunia usaha, bermacam2 jenisnya, tidak semua tergambar dalam materi tersebut. Sebutlah salah satu debitur yang mempunyai usaha jasa kepengurusan tambat kapal, hahaha terdengar ribet bukan? Untuk hal tersebut terkadang, kita perlu kombinasi beberapa profil bisnis seperti biro jasa dan perkapalan.
Mengetahui profil bisnis tidak melulu untuk analisa calon debitur, bisa juga digunakan sebagai media marketing ketika berbicara dengan calon nasabah. Dengan mengetahui profil bisnis kita bisa ikut berbicara dalam bahasa yang sama dengan calon nasabah dan selalu menemukan topik pembicaraan ketika sedang dalam proses pemasaran.
Hal lain yang menarik dari dinamika jadi pincapem... belajar profil bisnis..............
Tanya seorang instruktur berlevel GM dalam suatu pendidikan di Jakarta, minggu kemarin...
Wuaduh, apa ya? Maklum selama hampir satu tahun di sini, usaha debitur lebih banyak ke perdagangan, segera tangan diarahkan membuka tablet dan gugling tentang probing usaha jasa konstruksi, eh nyambungnya ke salah satu website sahabat blogger, yang juga pernah menjabat GM di institusi tempat saya bekerja.. Terima kasih tulisannya Ibu Enny, jadi ketambahan deh materi presentasinya hehehe.
Sebagai pimpinan unit kerja kecil suatu bank, yang salah satu pekerjaannya adalah menyalurkan kredit, probing atau pengenalan kepada calon debitur adalah sangat penting untuk dilakukan, hal ini agar pihak bank dapat mendalami 5C's atau hal2 lain dari sang calon debitur tersebut.
Di tempat saya bekerja, kredit yg disalurkan lebih bersifat komersil/produktif yang erat kaitannya dengan dunia usaha, sehingga penting bagi saya untuk mengenal profil bisnis serta titik kritis yang perlu diperhatikan dari usaha tersebut. Beruntung, ketika pendidikan pertama, seorang instruktur yang merupakan wakil kepala audit memberikan berbagai macam jenis profil bisnis/usaha... as we know it, engga saya baca hahahaha, saya baca kalo memang ada calon debitur yang jenis usahanya belum pernah dipelajari.
Tentu sajayang namanya dunia usaha, bermacam2 jenisnya, tidak semua tergambar dalam materi tersebut. Sebutlah salah satu debitur yang mempunyai usaha jasa kepengurusan tambat kapal, hahaha terdengar ribet bukan? Untuk hal tersebut terkadang, kita perlu kombinasi beberapa profil bisnis seperti biro jasa dan perkapalan.
Mengetahui profil bisnis tidak melulu untuk analisa calon debitur, bisa juga digunakan sebagai media marketing ketika berbicara dengan calon nasabah. Dengan mengetahui profil bisnis kita bisa ikut berbicara dalam bahasa yang sama dengan calon nasabah dan selalu menemukan topik pembicaraan ketika sedang dalam proses pemasaran.
Hal lain yang menarik dari dinamika jadi pincapem... belajar profil bisnis..............
Friday, October 04, 2013
byar pet
bagi yang seri baca berita pasti udah maklum dengan berita kurangnya pasokan listrik di Sumatera... ya, seumur2 tinggal di Pulau Jawa (Bandung - Jakarta - Depok), baru sekarang lah saya merasakan byar-pet (istilah pemadaman listrik) seperti di Medan ini..
Dalam satu hari, pemadaman listrik bisa sampe 3 kali dengan durasi satu hingga tiga jam perpemadaman, kalaupun cuman sekali dalam sehari, durasinya bisa berjam-jam
Sekali dalam hidup saya mengalami pemadaman berjam-jam ketika masih di Bandung sampai 4-5 jam itupun karena insiden gardu yang meledak, tapi ini? dari jam 12 malam hingga jam 3 sore.. luar biasa...
dan kejadian tersebut berlangsung pada hari kerja di lokasi unit kerja yang saya pimpin.
Syukurlah, umat manusia menciptakan barang yang namanya genset, dengan barang tersebut unit kerja saya masih dapat beroperasional (walaupun kemudian mendadak genset tersebut bermasalah, hahaha gejolak dinamika Pincapem.. urusannya dari mengawasi kerapihan baju frontliner sampai ngurusin genset)
Akibat byar-pet ini bahkan beberapa kalangan masyarakat di Sumatera Utara mulai tersulut emosi hingga melakukan tindakan anarkis dengan melakukan pengrusakan di beberapa kantor pengelola listrik. Bahkan kemarin datang selebaran ke kantor saya, sebuah ajakan untuk berdemontrasi ke kantor perusahaan listrik dengan tuntutan penangkapan direktur perusahaan tersebut, pemeriksaaan terhadap beberapa proyek perusahaan tersebut hingga perangkat pemerintah daerah dan pembayaran kompensasi terhadap masyarakat.
Pemerintah dan perusahaan listrik sendiri menjamin keadaan ini akan berangsur menjadi normal kembali dan stabil pada bulan Desember 2013 ini, artinya setiap masyarakat harus selalu bersiap menghadapi keadaan byar-pet ini sampai 3 bulan ke depan... yang sebetulnya saya sendiri kurang yakin akan betul2 beres Desember ini..... yah semoga apa yang direncanakan tetap berjalan dengan lancar
Sementara saya sendiri harus sedia berjerigen2 solar di kantor serta mati gaya ketika sedang berada di kos .... *sambil nyanyi Lilin-lilin Kecil*
Wednesday, August 14, 2013
duar!
"Petasan (juga dikenal sebagai mercon) adalah peledak berupa bubuk yang dikemas dalam beberapa lapis kertas, biasanya bersumbu, digunakan untuk memeriahkan berbagai peristiwa, seperti perayaan tahun baru, perkawinan, dan sebagainya. Benda ini berdaya ledak rendah atau low explosive. Bubuk yang digunakan sebagai isi petasan merupakan bahan peledak kimia yang membuatnya dapat meledak pada kondisi tertentu"
(Wiki)
Umumnya ketika menyambut Ramadhan ataupun Lebaran, menjamurlah pedagang kembang api maupun petasan beserta pembelinya yg nampak asik menyulut petasan, mercon, kembang api dan lain-lain, membuat suasana Ramadhan maupun Lebaran semakin meriah.
Momen tahun ini, petasan kembali membuat berita ketika di Pemalang, sehari menjelang Lebaran sebuah petasan berukuran jumbo (kabarnya mempunyai tinggi hampir 150cm dan berdiameter 20cm) meledak dan menewaskan 1 pemuda dan beberapa pemuda lainnya terluka cukup serius..
150cm? itu petasan apa bom?
Ya, walaupun petasan/mercon/kembang api sudah menjadi bagian dari tradisi dan budaya masyarakat Indonesia, tidak jarang "alat hiburan" tersebut malah berbalik menjadi petaka.
Petasan mau dilarang? Nampaknya sulit, sudah menjadi budaya dan tradisi...
Oleh karena itu, sebaiknya penggunaannya sebaiknya se-hati-hati mungkin dan tentunya tidak mengganggu ketertiban atau kenyamanan orang lain.
Saya jadi teringat ketika Ramadhan dulu, ketika ulama di kampung halaman saya, Alm. KH Zainal Mutaqin, yang seketika itu menghentikan ceramah tarawihnya karena menghardik dan bersama jamaah menghambur keluar dari mesjid utk mengejar orang yang tiba2 membunyikan petasan di sekitar mesjid yang bersuara cukup keras. Contoh petasan seperti itu jelas mengganggu ketertiban dan kenyamanan orang lain, terlebih orang yang sedang beribadah. Sudah jelas haram hukumnya untuk menggunakan petasan seperti itu
“Seorang muslim adalah seseorang yang lisan dan tangannya tidak mengganggu orang lain.” (HR. Bukhari no. 10 dan Muslim no. 41).
Dan sayangnya, tampaknya mayoritas pengguna petasan lebih banyak digunakan untuk mengagetkan orang lain ketimbang untuk menambah kemeriahan suatu acara.
Lalu bagaimana dengan kembang api atau mercon dsb? Apakah tidak seberbahaya petasan?
Tidak! Bagaimanapun permainan tersebut tetap mengandung bahan kimia yang bersifat peledak dan ya, saya sendiri pun pernah mengalaminya.
Tahu mercon air mancur?
(gambar dari http://cindypricilla.blogspot.com)
Entah apa nama lainnya, yang jelas saya sering menyebutnya dengan sebutan air mancur.Sekilas air mancur mempunyai fisik seperti petasan, bersumbu, namun tidak meledak dan hanya menyemburkan percikan api seperti kembang api berbentuk air mancur.
Tidak meledak? Tangan kanan saya saksinya, ketika saya berumur belasan tahun dan bermain air mancur dengan cara dipegang di tangan (karena tahu tidak meledak) tiba2 ketika percikan apinya habis, si air mancur tiba2 meledak. Alhamdulillah, Allah masih mengizinkan saya memiliki telapak tangan kanan, telapak tangan kanan saya melepuh dan hampir tidak bisa digunakan selama 2 minggu.
Tidak meledak? Boleh tanyakan sepupu2 saya yang mungkin masih ingat kejadian ketika lebaran di Kuningan dulu. Kejadiannya sama dan yang ini air mancurnya lebih besar dengan tinggi hampir 30cm-an (yang saya pegang dan meledak dulu mungkin cuman 10cm-an). Si air mancur tiba-tiba meledak dengan ledakan lebih keras ketimbang yang saya pegang. Alhamdulillah tidak ada satupun di keluarga kami yang ketika air mancur dinyalakan dalam kondisi dipegang oleh tangan. Entah apa jadinya kalau sambil dipegang.
Walhasil, saya sendiri sedikit trauma dengan yang namanya air mancur itu.
Apapun permainan itu, entah petasan entah kembang api entah mercon, tetaplah digunakan dengan hati-hati serta tidak mengganggu orang lain.
Tuesday, July 30, 2013
KNO
sebagai salah satu penggunanya di hari kedua KNO beroperasi, mari sedikit bercerita tentang bandara terbesar kedua di Indonesia (dan sering diklaim paling canggih)
KNO, merupakan kode IATA dari Bandara Internasional Kualanamu. KNO dibangun untuk menggantikan Bandara Internasional Polonia, yang telah hampir 80 tahun beroperasi, karena pergerakan penumpang di bandara tersebut semakin besar. Polonia didesain hanya untuk menampung pergerakan 900 ribu penumpang/tahun, sedangkan saat ini di Medan, pergerakan penumpang sudah mencapai angka 7,9 juta penumpang/tahun. Oleh karena itu dibangunlah Bandara Kualanamu ini yang mampu melayani pergerakan penumpang hingga 8,1juta/tahunnya.
Dengan total area 1365Ha dan luas terminal 118.930m2, KNO mempunyai runway berukuran 3.750x60m dengan panjang taxi way hampir 5.750m dan luas apron 200.000m2 sanggup melayani pergerakan 10.000 pesawat pertahunnya dan diorientasikan menjadi hub regional Asia. KNO mempunyai berbagai macam fasilitas seperti Baggage Handling System (memudahkan penumpang sehingga tidak perlu ada pemeriksaan sebelum check-in), Common Use Passanger Processing System (sistem yang menginzinkan maskapai untuk beroperasi di counter manapun), E-Gate, Border Control Management System (sistem yang mencegah masuknya WNA yang tercantum dalam daftar cekal), moda transportasi darat (bus, taxi dan Railink) dll.
tulisan2 di atas, saya salin dari flyer yang dibagikan oleh Duta Bandara di Kualanamu
ya, menginjak hari keduanya beroperasi (KNO beroperasi pertama kali tanggal 25 Juli 2013), saya menjadi salah satu penumpang yang hendak berangkat dari Kualanamu ke Soekarno-Hatta, KNO-CGK.
Banyak memang yang menyangsikan kelancaran operasional bandara ini dikarenakan terkesan terburu2 dan dipaksakan, walau akhirnya hal itu ditepis oleh berbagai pihak termasuk menteri BUMN sebagai atasan perusahaan pengelola bandara. Yang menyangsikan rata2 karena melihat ketidaksiapan infrastruktur pendukung bandara (walau di beberapa forum saya lihat ada juga yang menulis ketidaksaiapan faktor aviasinya, wallahualam), hal yang paling besar tentunya masalah transportasi, di mana sebelumnya masyarakat dimanjakan dengan Polonia yang terletak di tengah kota, kini berpindah ke Kab.Deli Serdang, bergeser puluhan kilometer.
Kenyataannya? ya, menjadi kendala...
saya berangkat dari kantor tepat pukul 16.30 ketika jam absen pulang (tenggo). Beberapa bulan sebelumnya ketika bandara belum dibuka, waktu tempuh dari kantor ke Bandara hanya sekitar 50 menit saja, tanggal 26 kemarin? 1,5 jam. Bukan waktu yang buruk sebetulnya, tapi ketika pengantar saya pulang, hampir 4 jam ybs baru sampai di Medan. Tentunya bisa dibayangkan bagaimana jika 4 jam itu terjadi pada saat keberangkatan, mules tentunya..
Jalan ke bandara dari Tj.Morawa pun bisa dibilang tidak terlalu mulus, karena ketika kita kagum dengan jalan yang lebar dan terpisah jalur, jalan tersebut tiba2 menyempit dan menjadi 2 jalur saja.
Pengantar saya, yg kebetulan AO di kantor, bilang sebetulnya penyempitan jalur itu tidak terlalu menjadi masalah, sepanjang mengantarkan saya dan ketika dia pulang jalanan terhitung lancar, masalah mungkin akan timbul kalau tiba2 ada kendaraan besar yang mogok di jalur yang sempit, mau kemana lagi nanti?.. Masalah lalu lintas sehingga macet parah, justru terjadi di daerah Simpang Kayu Besar karena adanya perbaikan Jembatan Sei Belumai. Perbaikan tersebut mengakibatkan adanya sistem buka tutup jalan arah yang berlawanan.
Jalur yang menyempit tersebut terkendala pembebasan lahan, tentu saja, ketika kemarin saya melintas pun sudah banyak spanduk2 dari warga sekitar terkait ganti rugi.
Sedangkan untuk perbaikan Jembatan juga ditargetkan akhir Juli ini selesai, wallahualam, semoga saja benar bisa segera selesai karena saya yakin tanggal 2 Agustus esok lah puncaknya arus mudik ke Kualanamu.
Tampaknya banyak warga sekitar yang penasaran seperti apa jadinya bandara kebanggaan propinsi Sumatera Utara ini, banyak warga yang memadati pintu gerbang bandara atau hanya sekedar nongkrong di flyover-rel sebelum bandara. Jalan menuju bandara kemarin betul-betul padat, baik oleh warga yang hendak menuju bandara, atau hanya sekedar nongkrong, tukang dagang bahkan kereta odong-odong pun ada di jalan menuju bandara. Bandara mentereng yang untuk cek-in tanpa pemeriksaan tentunya menjadi tempat rekreasi tersendiri.
Semoga hal inipun bisa segera ditertibkan.
kereta yang diharapkan sebagai solusi ketepatan waktu pun tampaknya masih belum bisa diharapkan terlalu banyak. Railink, perusahaan patungan Angkasa Pura 2 dan PT.KAI, yang melayani perjalanan Medan-Kualanamu pada kedatangan saya kemarin mengalami keterlambatan, dari jadwal yang seharusnya 20.25 ternyata baru diberangkatkan ke Medan pukul 20.55-an. Untungnya itu kedatangan, bisa dibayangkan bagaimana was-wasnya penumpang yang hendak berangkat menggunakan kereta api dan mengalami keberangkatan? (dalam sebuah broadcast BBM bahkan katanya pernah mengalami keterlambatan hingga 3 jam, wallahualam). Belum lagi stasiun di Medan atau di Kualanamu yang masih dalam tahap renovasi sehingga terasa sangat berdebu sekali dan tampak kurang rapi. Walau begitu, tampaknya AP2 dan KAI terus berbenah kekurangan tersebut, belum lagi rencana kedatangan kereta khusus bandara dan akan diresmikannya oleh Presiden SBY sendiri.
cukup sudah tentang kendalanya.. semoga hal tersebut bisa segera diperbaiki mengingat mulai minggu ini dimulainya arus mudik (jalan ke KNO sendiri merupakan jalur mudik ke kota2 lain di Sumatera Utara)...
lalu bagaimana dengan bandaranya sendiri?
CANTIK! ya, saya kagum dengan tampilan bandaranya, walau masih dalam tahap penyelesaian dan renovasi namun sudah sangat terasa kecantikan, kemegahan dan kecanggihannya. Bahkan sebagai warga Jawa Barat, saya sempet men-twit rasa iri saya kapan Jawa Barat punya bandara megah seperti ini?
Secara umum, Kualanamu terdiri atas 3 lantai, lantai pertama untuk area kedatangan, lantai kedua (tampaknya) untuk area komersil (toko, resto dll) sedangkan lantai ketiga untuk area keberangkatan. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, dengan sistem CUPPS dan BHS ini memungkinkan siapapun bisa masuk ke counter area (persis Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta). Di Kualanamu tidak terlihat loket pembayaran airport tax, airport tax dibayarkan langsung di counter check-in dan tercetak dalam boarding pass berbentuk barcode. Barcode inilah yang digunakan penumpang untuk di-tap-kan di E-gate boarding room.
Dalam boarding room, seingat saya ada 12 gate, gate2 awal diperuntukkan penerbangan internasional sedangkan mayoritas untuk penerbangan domestik. Hal ini menjadikan bandara ini berbentuk huruf T, I nya untuk 3 lantai tadi dan - nya untuk boarding room sejumlah 12 gate tadi.
Kemegahan bandara ini juga terasa ketika pesawat hendak lepas landas, rasanya lama sekali pesawat berjalan di taxi way :), dalam hati saya berujar sambil bercanda, apron-nya luas, taxiwaynya panjang, runway-nya jangan2 ke Polonia lagi.. dan ya, dari runway kita bisa melihat betapa luasnya apron, taxi way serta bandaranya sendiri. Runwaynya sendiri bahkan terlihat lebar dari dalam kabin pesawat. Oya ketika pesawat berjalan di taxi way, saya juga sempat melihat kendaraan pemadam kebanggaan bandara ini (yang sering2 disebut transformers), memang terlihat keren.
Fasilitas umum di bandara ini juga belum terlalu banyak, wajar memang karena masih proses finishing. Jumlah restoran masih bisa dihitung dengan jari, penunjuk arah masih simpang siur, mushola yang terbatas (dan tempat wudhu yang menyulitkan) dan masih banyak hal lain yang perlu dibenahi. Untuk transaksi keuangan, tenang saja di bandara ini sudah beroperasi beberapa ATM dan bahkan sudah ada bank yang beroperasi di sini... Salah satunya tentu bank yang selalu melayani dengan setulus hati :)
Sebagai salah satu gerbang Sumatera Utara, Kualanamu tentunya akan selalu berbenah menjadi lebih baik agar menjadi salah satu kebanggaan negeri ini.. Horas!
KNO, merupakan kode IATA dari Bandara Internasional Kualanamu. KNO dibangun untuk menggantikan Bandara Internasional Polonia, yang telah hampir 80 tahun beroperasi, karena pergerakan penumpang di bandara tersebut semakin besar. Polonia didesain hanya untuk menampung pergerakan 900 ribu penumpang/tahun, sedangkan saat ini di Medan, pergerakan penumpang sudah mencapai angka 7,9 juta penumpang/tahun. Oleh karena itu dibangunlah Bandara Kualanamu ini yang mampu melayani pergerakan penumpang hingga 8,1juta/tahunnya.
Dengan total area 1365Ha dan luas terminal 118.930m2, KNO mempunyai runway berukuran 3.750x60m dengan panjang taxi way hampir 5.750m dan luas apron 200.000m2 sanggup melayani pergerakan 10.000 pesawat pertahunnya dan diorientasikan menjadi hub regional Asia. KNO mempunyai berbagai macam fasilitas seperti Baggage Handling System (memudahkan penumpang sehingga tidak perlu ada pemeriksaan sebelum check-in), Common Use Passanger Processing System (sistem yang menginzinkan maskapai untuk beroperasi di counter manapun), E-Gate, Border Control Management System (sistem yang mencegah masuknya WNA yang tercantum dalam daftar cekal), moda transportasi darat (bus, taxi dan Railink) dll.
tulisan2 di atas, saya salin dari flyer yang dibagikan oleh Duta Bandara di Kualanamu
ya, menginjak hari keduanya beroperasi (KNO beroperasi pertama kali tanggal 25 Juli 2013), saya menjadi salah satu penumpang yang hendak berangkat dari Kualanamu ke Soekarno-Hatta, KNO-CGK.
Banyak memang yang menyangsikan kelancaran operasional bandara ini dikarenakan terkesan terburu2 dan dipaksakan, walau akhirnya hal itu ditepis oleh berbagai pihak termasuk menteri BUMN sebagai atasan perusahaan pengelola bandara. Yang menyangsikan rata2 karena melihat ketidaksiapan infrastruktur pendukung bandara (walau di beberapa forum saya lihat ada juga yang menulis ketidaksaiapan faktor aviasinya, wallahualam), hal yang paling besar tentunya masalah transportasi, di mana sebelumnya masyarakat dimanjakan dengan Polonia yang terletak di tengah kota, kini berpindah ke Kab.Deli Serdang, bergeser puluhan kilometer.
Kenyataannya? ya, menjadi kendala...
saya berangkat dari kantor tepat pukul 16.30 ketika jam absen pulang (tenggo). Beberapa bulan sebelumnya ketika bandara belum dibuka, waktu tempuh dari kantor ke Bandara hanya sekitar 50 menit saja, tanggal 26 kemarin? 1,5 jam. Bukan waktu yang buruk sebetulnya, tapi ketika pengantar saya pulang, hampir 4 jam ybs baru sampai di Medan. Tentunya bisa dibayangkan bagaimana jika 4 jam itu terjadi pada saat keberangkatan, mules tentunya..
Jalan ke bandara dari Tj.Morawa pun bisa dibilang tidak terlalu mulus, karena ketika kita kagum dengan jalan yang lebar dan terpisah jalur, jalan tersebut tiba2 menyempit dan menjadi 2 jalur saja.
Pengantar saya, yg kebetulan AO di kantor, bilang sebetulnya penyempitan jalur itu tidak terlalu menjadi masalah, sepanjang mengantarkan saya dan ketika dia pulang jalanan terhitung lancar, masalah mungkin akan timbul kalau tiba2 ada kendaraan besar yang mogok di jalur yang sempit, mau kemana lagi nanti?.. Masalah lalu lintas sehingga macet parah, justru terjadi di daerah Simpang Kayu Besar karena adanya perbaikan Jembatan Sei Belumai. Perbaikan tersebut mengakibatkan adanya sistem buka tutup jalan arah yang berlawanan.
Jalur yang menyempit tersebut terkendala pembebasan lahan, tentu saja, ketika kemarin saya melintas pun sudah banyak spanduk2 dari warga sekitar terkait ganti rugi.
Sedangkan untuk perbaikan Jembatan juga ditargetkan akhir Juli ini selesai, wallahualam, semoga saja benar bisa segera selesai karena saya yakin tanggal 2 Agustus esok lah puncaknya arus mudik ke Kualanamu.
Tampaknya banyak warga sekitar yang penasaran seperti apa jadinya bandara kebanggaan propinsi Sumatera Utara ini, banyak warga yang memadati pintu gerbang bandara atau hanya sekedar nongkrong di flyover-rel sebelum bandara. Jalan menuju bandara kemarin betul-betul padat, baik oleh warga yang hendak menuju bandara, atau hanya sekedar nongkrong, tukang dagang bahkan kereta odong-odong pun ada di jalan menuju bandara. Bandara mentereng yang untuk cek-in tanpa pemeriksaan tentunya menjadi tempat rekreasi tersendiri.
Semoga hal inipun bisa segera ditertibkan.
kereta yang diharapkan sebagai solusi ketepatan waktu pun tampaknya masih belum bisa diharapkan terlalu banyak. Railink, perusahaan patungan Angkasa Pura 2 dan PT.KAI, yang melayani perjalanan Medan-Kualanamu pada kedatangan saya kemarin mengalami keterlambatan, dari jadwal yang seharusnya 20.25 ternyata baru diberangkatkan ke Medan pukul 20.55-an. Untungnya itu kedatangan, bisa dibayangkan bagaimana was-wasnya penumpang yang hendak berangkat menggunakan kereta api dan mengalami keberangkatan? (dalam sebuah broadcast BBM bahkan katanya pernah mengalami keterlambatan hingga 3 jam, wallahualam). Belum lagi stasiun di Medan atau di Kualanamu yang masih dalam tahap renovasi sehingga terasa sangat berdebu sekali dan tampak kurang rapi. Walau begitu, tampaknya AP2 dan KAI terus berbenah kekurangan tersebut, belum lagi rencana kedatangan kereta khusus bandara dan akan diresmikannya oleh Presiden SBY sendiri.
cukup sudah tentang kendalanya.. semoga hal tersebut bisa segera diperbaiki mengingat mulai minggu ini dimulainya arus mudik (jalan ke KNO sendiri merupakan jalur mudik ke kota2 lain di Sumatera Utara)...
lalu bagaimana dengan bandaranya sendiri?
CANTIK! ya, saya kagum dengan tampilan bandaranya, walau masih dalam tahap penyelesaian dan renovasi namun sudah sangat terasa kecantikan, kemegahan dan kecanggihannya. Bahkan sebagai warga Jawa Barat, saya sempet men-twit rasa iri saya kapan Jawa Barat punya bandara megah seperti ini?
Secara umum, Kualanamu terdiri atas 3 lantai, lantai pertama untuk area kedatangan, lantai kedua (tampaknya) untuk area komersil (toko, resto dll) sedangkan lantai ketiga untuk area keberangkatan. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, dengan sistem CUPPS dan BHS ini memungkinkan siapapun bisa masuk ke counter area (persis Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta). Di Kualanamu tidak terlihat loket pembayaran airport tax, airport tax dibayarkan langsung di counter check-in dan tercetak dalam boarding pass berbentuk barcode. Barcode inilah yang digunakan penumpang untuk di-tap-kan di E-gate boarding room.
Dalam boarding room, seingat saya ada 12 gate, gate2 awal diperuntukkan penerbangan internasional sedangkan mayoritas untuk penerbangan domestik. Hal ini menjadikan bandara ini berbentuk huruf T, I nya untuk 3 lantai tadi dan - nya untuk boarding room sejumlah 12 gate tadi.
Kemegahan bandara ini juga terasa ketika pesawat hendak lepas landas, rasanya lama sekali pesawat berjalan di taxi way :), dalam hati saya berujar sambil bercanda, apron-nya luas, taxiwaynya panjang, runway-nya jangan2 ke Polonia lagi.. dan ya, dari runway kita bisa melihat betapa luasnya apron, taxi way serta bandaranya sendiri. Runwaynya sendiri bahkan terlihat lebar dari dalam kabin pesawat. Oya ketika pesawat berjalan di taxi way, saya juga sempat melihat kendaraan pemadam kebanggaan bandara ini (yang sering2 disebut transformers), memang terlihat keren.
Fasilitas umum di bandara ini juga belum terlalu banyak, wajar memang karena masih proses finishing. Jumlah restoran masih bisa dihitung dengan jari, penunjuk arah masih simpang siur, mushola yang terbatas (dan tempat wudhu yang menyulitkan) dan masih banyak hal lain yang perlu dibenahi. Untuk transaksi keuangan, tenang saja di bandara ini sudah beroperasi beberapa ATM dan bahkan sudah ada bank yang beroperasi di sini... Salah satunya tentu bank yang selalu melayani dengan setulus hati :)
Sebagai salah satu gerbang Sumatera Utara, Kualanamu tentunya akan selalu berbenah menjadi lebih baik agar menjadi salah satu kebanggaan negeri ini.. Horas!
Monday, July 08, 2013
susah kah mengikuti peraturan?

iya.. memang beda frekwensi antara HP dan komunikasi/navigasi pesawat
iya.. pesawat ada shield utk medan elekromagnetik
iya.. di Discovery pernah dibuktikan kalo engga ngefek
..... tapi susah kah mengikuti aturan yang ada?
sama halnya ketika melihat lampu lalu lintas dalam keadaan merah tapi jalanan sepi, pilihannya ikut aturan atau melanggar aturan meski tahu tidak berbahaya
@a_aldi: Bapak2 kasep penumpang QZ7802 MES-BDO 18.30 tgl 5 Juli kursi 9B dan 9C, lain kali uteuknya dipake ya, masa mau landing BBM-an?

























