Showing posts with label jalan2. Show all posts
Showing posts with label jalan2. Show all posts

Sunday, February 21, 2016

Air Terjun Caracai

Selama saya bertugas di Lubuk Sikaping, objek wisata yang telah saya kunjungi baru beberapa saja, mungkin bisa dihitung dengan jari, seperti Museum Bonjol, Tugu Equator, Candi Tanjung Medan dan Rimbo Panti.

Ya, saya rasa hanya itu...
Namun sebetulnya, Lubuk Sikaping (atau Kabupaten Pasaman) masih memiliki macam-macam potensi objek wisata yang belum tersentuh pemda setempat atau investor. Salah satunya adalah Air Terjun Caracai.

Berlokasi di Kenagarian Sundata, Lubuk Sikaping, Air Terjun Caracai dikabarkan memiliki 7 lokasi air terjun, di mana dari air terjun pertama menuju air terjun selanjutnya mempunyai medan yang semakin sulit.

Saya bersama rekan2 kantor yang tiba2 berinisiatif  menjadi petualang, hari ini berkesempatan mengunjungi lokasi Air Terjun Caracai. Berkumpul di kantor dan berangkat trrlambat sekira 9.30 dengan mobil. Jalan yang dimasuki terbilang sempit hanya untuk 1 mobil dan saat itu banyak yang sedang menjemur padi di jalan sehingga tidak dapat dilalui mobil. Mobil dititipkan di salah satu rumah warga.

Dari jalan besar menuju lokasi, jika ditempuh dengan berjalan kaki hampir memakan waktu sekitar 45 menit, walau sebetulnya bisa dipangkas dengan menaiki motor yang memangkas 2/3 jarak, karena 1/3nya lagi sudah tidak dpt menggunakan motor dan harus berjalan kaki.



1/3 jarak perjalan ini betul2 seru karena melalui perkebunan karet, jalan becek, meniti pohon tumbang, melewati sungai dll yg harus dilalui dengan hati2 karena licin serta beratnya medan. Letih, pegal dan lain2nya seketika pudar ketika tiba di lokasi air terjun pertama.




Setelah rehat sebentar, serta menikmati air terjun pertama dengan bermain air dsb, beberapa orang dari rombongan berlanjut ke air terjun kedua sementara beberapa orang lainnya menunggu di air terjun pertama karena semakin beratnya medan. Seberat apa? Yah pokonya harus memanjat tebing, bergantungan di akar atau dahan pohon, merangkak masuk bolongan pohon dsb, benar2 my trip my adventure... seru dan menyenangkan. Pemandu kami menyampaikan, bahwa para pengunjung biasanya hanya sampai air terjun kedua karena utk air terjun selanjutnya harus menggunakan alat2 pendakian karena lokasinya yg makin sulit dijangkau... "ke lokasi kedua saja rasanya udah hampir ngabisin stamina" hahahaha...
Tapi seperti kata si pemandu, lokasi semakin ke atas, panorama air terjun semakin cantik. Pun air terjun kedua ini yang lebih cantik drpd air terjun pertama.





Setelah puas menghabiskan waktu di air terjun kedua, kami berkumpul kembali ke air terjun pertama untuk makan bajamba seadanya. Walau seadanya dan sangat sederhana, makan siang tadi terasa nikmat karena kebersamaan serta lokasi tempat berkumpul. Ya, kami makan bersama duduk di salah satu batu sungainya.

Selesai makan, kami pun segera kembali ke lokasi parkir untuk pulang.

What an adventure..., saya sendiri rasanya sudah lama tidak berwisata petualang seperti ini, kaki sempat lecet dan berdarah pun rasanya tidak terasa...

Oya lokasi ini ada di jalan dari Lubuk Sikaping menuju Medan. Sayangnya karena belum tergarap, tidak ada papan penunjuk lokasi. Sedikit tips juga, sebaiknya ke lokasi menggunakan celana pendek serta sandal gunung serta dipandu orang setempat.

Ngomong2 tugas di Lubuk Sikaping, bulan ini saya genap setahun bertugas di sini ......

Share:

Thursday, September 22, 2011

Museum Perjoangan Bogor

terinspirasi dari seorang rekan tentang kunjungannya ke museum. saya jadi tertarik juga untuk menuliskan pengalaman tentang kunjungan ke museum yang lain (selain yg dulu, Museum BI)

saya berkunjung tanggal 17 Agustus 2011 kemarin, ya ya ya mau ditulis dari bulan Agustus cuman males aja, seperti biasa sebagai salah satu perusahaan BUMN, institusi tempat saya bekerja selalu mengadakan Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan kegiatan ini wajib diikuti oleh setiap karyawan di kantor pusat (saya kurang tahu gimana yang di daerah, apakah mengadakan juga atau tidak).
berhubung 17-an kemaren jatuh di hari Rabu, sehingga mau pulang ke Bandung pun rasanya tanggung sekali, akhirnya diputuskan saja pulang ke rumah.. sepanjang perjalanan dari Stasiun Tebet, saya berpikir, lah di rumah juga mau ngapain? mau jalan2 juga masih pagi (upacara biasanya selesai jam 8 pagi) dan lagipula jalan2 juga engga tau mau kemana, ke mall? ngapain? lagi Ramadhan... pikiran bergelayut tanpa sadar udah di St.Depok Baru, lalu tiba2 muncul ide gila ya udah lah luntang lantung ke Bogor aja, dengan pikiran mau menyambangi objek wisata.. pertanyaan selanjutnya, objek wisata apa?
AHA! timbul ide sehubungan momennya 17 Agustus maka saya berniat mengunjungi museum perjuangan, salah satunya Museum Peta. Saya ingat ada museum tersebut karena letaknya dekat dengan Pusat Pendidikan Zeni, tempat saya mengikuti Kesamaptaan waktu pendidikan pegawai baru dulu.. tanya teman dan gugling soal trayek angkot kesana, wah saya menemukan museum perjuangan yang lain, MUSEUM PERJOANGAN BOGOR.. berhubung belum pernah liat sama sekali, saya memutuskan untuk ke Museum Perjoangan Bogor dulu baru ke Museum Peta

satu hal yang saya suka dari Bogor adalah klasik! banyaknya koleksi bangunan heritage tersebut ditambah banyaknya pepohonan membuat pemandangan yang asri bagi saya.. selain itu kultur Sunda juga terasa di sini..

setelah tahu jalur angkot (03 + jalan agak jauh) dari Stasiun Bogor berangkat hingga sampai lokasi

lokasinya agak tersembunyi karena dekat pasar serta deretan ruko2.. untungnya waktu itu tanggal 17 Agustus, museum sedang mengadakan acara dan memutarkan lagu2 perjuangan, jadi saya ngeuh posisinya
biaya eksplorasi museum ini (baca: tiket) cukup 3000 saja..
melihat sejarah museum ini, saya jadi tahu bahwa museum ini didirikan pada tanggal 15 Agustus 1958 (usia yang cukup tua untuk sebuah museum) oleh Panglima T.T. III/Siliwangi Kolonel R.A. Kosasih.
di lantai pertama, berisikan koleksi2 senjata, kumpulan kliping koran serta arsip-arsip jaman revolusi dulu, selain itu juga ada patung serta foto lukisan dari Kapten Muslihat, seorang pejuang Bogor yang namanya diabadikan menjadi salah satu nama jalan di Kota Bogor (jalan tersebut juga ternyata merupakan tempat beliau menghembuskan nafas terakhirnya ketika iring2an pasukannya disergap sekutu persis di Taman Topi)

salah satu potongan kliping yang menarik adalah tentang Nyi Raden Moedjasih Jusman Sarkani, seorang pejuang wanita yang ikut difoto dalam pengerekan Merah-Putih saat Proklamasi di Pegangsaan Timur 56 dulu


bangunan museum ini terdiri dari dua lantai, selepas lantai pertama, saya beranjak ke lantai dua yang hampir sama dengan lantai pertama berisi koleksi senjata, bendera, baju serta arsip-arsip perjuangan dulu.. dan hebatnya, semuanya asli bukan replika.. hal ini membuat saya sebagai pengunjung bisa merasakan atmosfir perjuangan dulu.. oya museum juga mempunyai koleksi2 diorama pertempuran di sekitar Bogor dahulu..
di lantai 2, senjatanya lebih bersifat lokal, kalau di lantai 1 isinya senjata rampasan sekutu atau Jepang seperti bren, M1 Garand.. di lantai 2 koleksi senjatanya beraroma made in Indonesia baheula, seperti granat sumbu, keris, tombak dll

ah.. mari kita bercerita dengan gambar saja untuk melihat koleksi-koleksi museum tersebut

salah satu bendera milik pejuang Kota Bogor yang dibawanya pada saat Long March Divisi Siliwangi



Merah-Putih pertama yang dikibarkan di Karesidenan Bogor setelah dikumandangkannya proklamasi kemerdekaan



baju pejuang dan palang merah, di sebelah baju palang merah yang berwarna putih (terhalang kayu) ada bendera Merah-Putih yang digunakan oleh palang merah untuk menutupi jenazah pejuang yang wafat ketika pertempuran sehingga terdapat bercak2 darahnya



koleksi foto Pabrik Senjata di Cisaat Sukabumi Tahun 1945-1950



arsip-arsip (asli) jaman revolusi dahulu, seperti surat kawat, maklumat, surat perintah dll




surat kenaikan pangkat Mohammad Toha


berhubung baterai BB udah agak soal, jadi tidak banyak foto yang saya ambil.. namun ada buku yg cukup klasik waktu saya mengunjungi perpustakaannya

familiar? *grin*

selepas dari Museum Perjoangan Bogor, saya melanjutkan ke destinasi selanjutnya Museum Peta...
sayang sekali, ketika sampai di sana saya bingung masuk darimana, pintu gerbang utamanya sendiri tertutup rapat, padahal dalam nuansa peringatan kemerdekaan seperti itu harusnya dibuka lebar2.. setelah gugling, baru saya tahu bahwa untuk berkunjung ke museum ini minimal harus ada 25 orang pengunjung dengan biaya adminstrasi 2500 rupiah per pengunjung
hmm sayang sekali, padahal kalau bisa masuk siapa tau bisa bertanya2 soal Letda Gunadi atau Sersan Dori, pelatih kesamaptaan saya dulu, dan diajak mereka untuk snapling lagi di Lawang Gintung "BEEE ERRR IYYYYY" *syutttthhhhhhh*
Share:

Monday, April 19, 2010

Kereta Api Parahiyangan

Sedih..
Ya, sedih dan kaget ketika mendengar kabar mengejutkan tentang pensiunnya Kereta Api Parahyangan.


Rangkaian kereta api eksekutif dan bisnis yang melayani rute Jakarta-Bandung PP ini mulai 27 April 2010 akan dipensiunkan, menurut kabar gerbong2nya sendiri nantinya akan dialihkan dan digunakan ke rute baru Bandung-Malang dgn nama baru Kereta Api Malabar (Malang-Bandung Raya). Sangat disayangkan memang, rangkaian yg dengan setia melayani penumpangnya selama 39 tahun (sejak 1971) ini dipensiunkan karena kehadirannya tampak masih dibutuhkan utk sbg alternatif bepergian Jakarta-Bandung pp selain Tol Cipularang. Ya rupanya krn kehadiran infrastruktur tol tsb PT. Kereta Api (KA) mengangkat bendera putih, ya ironis memang tapi apa boleh buat mungkin inilah yg namanya persaingan usaha, tampaknya hukum Makoto Shishio yg berlaku "yang kuat memakan yang lemah".
PT.KA berujar bahwa tingkat okupansi Parahyangan yg kurang dari 50% membuat perusahaan cukup babak belur karena merugi (Parahyangan baru bisa untung jika okupansi lebih dari 80%). Walau sebetulnya bisa jadi pertanyaan juga "kalau masalahnya okupansi, kenapa tdk dijalankan cukup weekend saja?" karena sbg penumpang setia Parahyangan akhir pekan, bisa dijamin okupansi lebih dr 100% pada saat weekend (tentu saja lebih, krn byk yg berdiri) atau solusi lainnya dengan meningkatkan mutu pelayanan, ya MUTU! melihat potongan kliping koran 70-an tentang launching Parahyangan tertulis jelas pada saat pertama kali digunakan Parahyangan bisa mengantarkan penumpang dari Bandung ke Jatinegara dalam waktu 2,5 jam! dan itu tahun 1971! kenapa sekarang malah makin merosot menjadi 3 jam?

Tapi ya entahlah, mungkin pihak manajemen PT.KA punya hitung2annya sendiri.. Yang jelas, terasa sekali emosi yg muncul karena hilangnya rangkaian ini, mengingat Parahyangan selalu menjadi kendaraan favorit jikalau menuju Jakarta (dan pulangnya) pada saat kecil dulu.
Teringat ketika rangkaian gerbongnya masih merah, interiornya tidak sekusem sekarang dan menu2 restorkanya masih menarik. Ya, inget sekali waktu kecil dulu suka berlari2 dari ujung gerbong yg nempel ke lokomotif sampai gerbong terbelakang, kemudian juga entah kenapa ketika kecil suka sekali memperhatikan rel dari gerbong paling belakang. Menu restorka Parahyangan sendiri dulu rasanya ga kaya sekarang yg cuman sedia nasgor , rames dan mie instant (dan 33nya ga enak pula), dulu itu rasanya restorka menyediakan Soto Kudus.. OMG, ini soto enak banget! Saking enaknya dulu jari pernah kejepit pintu gerbong ga kerasa sakitnya krn makan Soto Kudus *LOL*
punya kenangan tentang rangkaian kereta api yang satu ini?
Ah.. Begitu byk kenangan akan kereta ini, bahkan belum sempat saya kenalkan kereta ini sama si akang..



ng-alay dulu sebelum pensiun


Oya, lanjut dikit.. Cipularang tampaknya akan kembali menggerus 1 rangkaian lagi.. Ya mnurut loket di DAOP 2, tgl 16 Mei 2010 ada kemungkinan Argo Gede ikut angkat bendera putih turut pensiun.. Ah sayang sekali memang, jd teringat ketika ada bapak2 di loket yg kesal sekali mendengar kabar itu "apa2an sih ini? Di Eropa itu kereta api jd pilihan utama utk transportasi massal, dikembangkan dan diperbanyak, di sini kok malah dihapus2in?".. Ya, setau saya juga di byk negara maju, kereta api merupakan moda umum utama yg bersifat massal utk menghubungkan tiap kota, maka tidak heran pemerintah kolonial dulu membangun rel sepanjang 6200 km-an (1930-an) untuk menghubungkan tempat2 di Pulau Jawa, kini? Rel tsb hanya bersisa 4500 km-an (1999) saja..
Ironis memang, penjajah berusaha membangun, kita malah menghancurkannya..
Entah mencontoh negara manapula, infrastruktur penghubung di Jawa menggunakan tol? Ada yang tau sejarahnya? apa keberadaan tol memang akan menggerus kereta api? ... betul2 sedih ketika perkeretaapian seperti menjadi anak tiri transportasi di negeri ini

jadi teringat tweet seorang teman
Tol cipularang bikin bangkrut KA Jkt-Bdg. Gmn jadinya kalo tol trans jawa dah jadi???


Farewell Parahyangan ..
Memori akan rangkaianmu akan kukenang selalu
Share:

Wednesday, December 30, 2009

Museum Bi dan Pameran Benteng

ketika membaca berita di WisataKotaTua tentang adanya pameran "Pameran Benteng di jawa & Sumatra; Jejak Bastion Hollandia di Batavia", timbul keinginan untuk mengunjungi pameran tersebut, yah secara penggemar sejarah tentunya sangat menarik untuk melihat hal-hal yang berkaitan dengan sejarah, salah satunya ya ini, pameran, walau hanya sebatas foto2 saja tapi tampak menarik sekali..

terbukti, taunya benteng itu cuman Rotterdam, Vrederburg dan Malborough ternyata masih buaaanyyaaakkk benteng2 peninggalan kolonial serta penjajahan Jepang bahkan peninggalan kerajaan2 di nusantara yang tidak diketahui sebelumnya ...
misalnya ... Benteng Van Der Wijk di Gombong, iya Gombong yg salah satu kota yg dilalui klo lintas jalur selatan Jawa ternyata punya benteng! ha! kuper sekali saya ini...
dan Solo? bahkan kota ini punya 2 benteng, yg satu buatan pemerintah kolonial Hindia Belanda yang satunya buatan Kasultanan Surakarta ... *geleng2
bahkan Pekalongan .. kota yg selama ini kita tau menghasilkan batik ternyata pernah punya benteng! (orang Pekalongannya *lirik SlempitanJempolkaki* sendiri pasti ga ngeuh)

pameran ini sendiri bertempat di Museum Bank Indonesia, yang ada di kawasan Kota Tua Jakarta, letaknya mudah dijangkau karena tepat bersebrangan dengan halte busway ..
mengunjungi museum ini sendiri merupakan pengalaman baru karena baru pertama kalinya masuk ke museum yg baru tahun ini diresmikan oleh Presiden SBY .,
tentang museum ini sendiri .. museum ini pada awal pembangunannya merupakan sebuah rumah sakit yang akhirnya dialihfungsikan menjadi kantor De Javanesse Bank hingga akhirnya diambil alih oleh BI dan dijadikan museum ...
hehehe harusnya sih berefek seram ya, apalagi bekas rumah sakit, yg di mana2 kentara dgn mitos kamar mayatnya ... blaaaah ...
tapi ini beda sekali!
pihak museum tau benar bagaimana membuat sebuah museum yg menarik ... jauh dari kesan angker dan membosankan.. IMHO, ini salahsatu museum terbaik yg pernah dikunjungi, asyiknya lagi .. gratis!!
meski masuknya pake tiket, tapi tiket ini cuma2 (diganti dgn kewajiban isi buku tamu doank)


sesuai namanya Museum Bank Indonesia, maka museum ini menggambarkan sejarah2 yang berhubungan dgn dunia BI .. ekonomi, uang dan sejarah serta kegiatan BI sendiri
peragaan pertama tentang kondisi ekonomi nusantara sejak jaman kerajaan2 dahulu, kedatangan kolonialisme hingga sekarang ..
UNIK!!
kata pertama yg muncul tentang display, diorama dsb yang ditampilkan di seksi ini ... pihak museum tahu benar cara menatanya hingga tampil semenarik ini ..
semisalnya di ruang pertama tentang kondisi ekonomi saat kedatangan bangsa kolonial yg menghendaki rempah2 (yg saat itu "katanya" seharga emas) hingga datang ke nusantara .. di ruang ini tercium bau rempah2 dan dipasang backgorund musik keroncong... klasik!

atau pada saat di bagian display keadaan ekonomi Indonesia pada tahun 1997-1999 yang sedang di ambang garis bahkan rupiah selalu terjun bebas, ditampilkan secara menarik dengan didominasi warna merah di bagian penjelasan serta dilatari musik seperti di film thriller atau suspense yang mebuat tegang .. ck ck ck bisa aja!

peragaan kedua tentang sejarah Bi dan kegiatan BI, digambarkan transisi BI serta perubahan logo BI (satu lagi info yg baru aja tahu, bahwa logo BI yg digunakan sebagai logo corporat baru 3 logo terakhir, sebelum2nya logo BI hanya logo utk nampil di rupiah saja dan bukan logo resmi corporat) dan juga kegiatan BI .. yak! salah satunya kliring! bahkan ada tentang peredaran warkat! hadeuh entah kenapa di bagian jadi teringat sesuatu... oya RTGS kok ga ada sejarahnya? (apa karena dia kliring guede?)

peragaan ketiga, tentang uang yang perna beredar di nusantara hingga kini .. sebelum masuk ke ruangan ini, ada 1 ruangan (kluis?) yg berisikan tumpukan emas (entah asli atau replika) sekitar 100 batang dgn berat masing2 13,9 kg .. puas2in deh ngebayangin klo itu emas asli dan diberikan cuma2 *ngiler.com*


sebelum masuk ke ruangan sejarah uang nusantara .. di situ ada beberapa ruangan besar, salah satunya ruangan yg dipakai untuk pameran "Pameran Benteng di jawa & Sumatra; Jejak Bastion Hollandia di Batavia"
akhirnya di sini memuaskan diri, nambah pengetahuan tentang benteng2 di Indonesia .. baik benteng kerajaan atau benteng kolonial
misalnya tentang salah satu benteng pertama Mataram Islam yg dibangun Panembahan Senopati di Kotagede, selain berfungsi sebagai benteng, bangunan ini juga berfungsi memisahkan kawasan keraton dengan dunia luar (yes! Mataram dulu berpusat di Kotagede)

atau Surakarta, yg ternyata juga punya baluwati seperti halnya Ngayogyakarta .. bedanya, di Ngayogyakarta baluwati dibangun utk menyaingi Vrederburg, di Surakarta dibangun karena sempat ada pemberontakan masa PB-II sehingga dibuatlah benteng untuk memperkokoh pertahanan keraton

kota2 yg seperti terdengar tidak pernah punya benteng, ternyata dalam sejarahnya punya benteng juga .. semisal Pekalongan dan Tegal .. di Pekalongan, benteng ini sudah beralih fungsi menjadi lembaga pemasyarakatan namun sisa2 dinding dan bastion (pos jaga)-nya masih terlihat

ada pula benteng2 yg hanya tersisa sebagian saja, semisal tinggal dindingnya atau menara airnya, seperti Benteng Fort De Kock di Bukittinggi yang hanya tersisa tower airnya .. haaa pantas ketika dinas kesana, ditunjukkan ada bangunan menara dan dinamai benteng jadi bingung setengah mati ..
ada juga yg nasibnya merana banget, ditinggalkan tak terurus, tinggal gerbangnya dsb .. bahkan ada yg cukup unik ketika difotonya ditampilkan suautu benteng yg bukan berada di bawah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan malahan di Dinas Peternakan karena si benteng beralih fungsi menjadi karantina hewan

dan tentu saja di pameran menampilkan foto2 benteng besar yang hingga kini masih tegak berdiri namun sudah renta dimakan usia .. semisal Vastenburg di Solo, Willem I di Ambarawa, Speelwijk di Banten, Willem II di Unggaran, Kalimook di Sumenep, Kuto Besak di Palembang, Benteng Bangkalan, Benteng Belgica dan lain-lain
selain itu ditunjukkan pula hasil penelitian terhadap bangunan2 yg mirip benteng, seperti bunker, goa pertahanan, pilboks dan lain-lain


di bagian kedua dari pameran, ditunjukkan sejarah tentang bastion Hollandia .. sejarah tembok Batavia .. ya, Batavia dahulunya merupakan sebuah kota benteng kota yang dikelilingi oleh tembok besar

sering baca di beberapa artikel bahwa benteng ini dulunya mengelilingi kawasan Kota tua di Jakarta, bagian dalam benteng khusus kalangan atas bagian luar untuk kalangan bawah dan budak ..

terlihat dari gambar, garis kuning dahulunya diperkirakan sebagai tembok2 Batavia .. nomor 1 merupakan Museum BI, 2 pintu masuk Batavia yg berhadapan langsung dgn jalan Pintu Besar dan sekarang menjadi halte busway, 3 bastion (pos jaga) yg berada tepat di belakang Museum Bank Mandiri
bastion yang ada di belakang Museum Bank Mandiri sendiri kini sedang dalam proses penelitian
untuk tembok2 Batavia sendiri, di beberapa artikel diceritakan masih ada beberapa yang tersisa walau nasibnya hidup segan, matipun tak mau, sayang sekali memang.. bahkan di beberapa artikel ada yg menyebutkan tur kawasan Kota Tua yg menunjukkan bekas2 tembok Batavia yg menjadi titik pertempuran serbuan prajurit2 Mataram terhadap Batavia *gigit jari pengen ikutan*
sebuah pameran yg menarik bagi para penyuka sejarah
oya pameran ini sendiri ada hingga tanggal 15 Januari 2009
untuk Museum BI, buka dari Selasa hingga Minggu pukul 9-15 .. jangan lupa, gratis....

sempat googling kemaren2 .. nemu blog yg rupanya hobi jepratjepret bangunan cagar budaya, di antaranya bahkan ada benteng2 tersebut di atas, bagi penggemar foto2 bangunan tua, site ini nampilin foto2 yg keren
Share:

Thursday, October 22, 2009

Trans Studio Makassar

akhirnya rasa penasaran itu pupus sudah...

sejak gembar gembornya heboh dari awal 2009 hingg pembukaannya September lalu, tempat ini menimbulkan rasa penasaran untuk dikunjungi ..
tempat yg mendeklarasikan dirinya sebagai theme park indoor terbesar di dunia, Trans Studio Makassar .. sebuah lokasi yg memadukan hotel, pusat bisnis, kawasan niaga hingga tentu saja yg paling menghebohkan theme park .. kalo engga salah, mungkin tempat inilah satu2nya theme park di kawasan Indonesia Timur (atau ada di tempat lain? CMIIW)

kunjungan bertepatan dengan urusan kantor, nyambi sambil menyelam makan udang .. karena ngebet dan penasaran dengan yang namanya Trans Studio, maka urusan kantor pun dipercepat diselesaikan hingga selasa malam jam 9 supaya di hari rabunya bisa dipuas2in di lokasi theme park ...

berangkat dari Karebosi, setelah sebelumnya icip2 konro bersama orang kanwil setempat .. ahh entah kenapa Konro Karebosi memang bikin kangen klo ke Makassar ..
sampe di daerah Losari terus ke arah ujungnya (hasil reklamasi?) hingga jalan Metro Tanjung Bunga sampailah di lokasi ...
awalnya mengira lokasi ini sudah jadi ternyata untuk beberapa bagian seperti pusat perbelanjaan dan pusat bisnis-nya masih dibangun.. apalagi hotel, apartemen dan resort-nya yg masih dalam proses reklamasi .. ah tak apalah, yg penting bisa icip2 theme park indoor terbesar ..

awalnya kirain kayak di Dufan atau TMII, masuk mesti bayar perpengunjung .. ternyata tidak, kalau cuman parkir dan liat2 doank dari luar cuman modal bayar biaya parkir doank ..
ok .. sampailah di tempat parkir dan kemudian nyari2 pintu masuknya, ah ini rupanya yg kurang petunjuk pintu masuk dari tempat parkir, untungnya ada petugas yg dengan ramahnya menunjukkan arah pintu masuk ... mengenai petugas dan karyawan, perlu diacungkan jempol yg selalu ramah melayani dan menanyakan kebutuhan pengunjung .. dan dari tempat parkir naiklah ke aula pusat perbelanjaan Trans Studio di aula ini pula merupakan pintu utama untuk masuk ke theme park

[aula Trans Studio dengan big screen di atasnya]

sempet ragu sih, antara hendak masuk atau engga ... berhubung kepalang basah udah nyampe, masa iya engga masuk dan cuman nongkrong di depan loket doank? masuklah kita
harga tiket masuk sebesar IDR 100.000, tiket masuk ini sudah termasuk Kartu Studio Pass (IDR 10rb) dan tarif masuk ke 15 wahana (IDR 90rb) ... oya, di sini bisa gesek juga lho, sayangnya masih terbatas hanya untuk VISA itupun minimum purchase IDR 250rb jadi kalo di sini siap2 aja bawa uang tunai, selain itu pula... pembelian di dalam theme park tidak mengenal uang tunai tapi pembayaran menggunakan kartu pass tadi yang bisa direfill di dalam, jadi ya sekali lagi siap2 uang tunai meskipun di dalam terdapat beberapa ATM, hanya saja bagi yg enggan kena biaya transaksi antar bank ya sebaiknya nyari ATM di luar kawasan Trans Studio ini (masalahnya di kawasan ini baru nemu ATM dari satu jenis bank saja)
sistemnya seperti di Game Master, tiap wahana harus gesek pake kartu dulu (yg nantinya akan mengurangi pulsa) di pintu masuk yg mengingatkan akan busway

[pintu masuk tiap wahana]


theme park Trans Studio terbagi dalam 4 kawasan dan tema .. Studio Central, Magic Corner, The Lost City dan Cartoon City .. Studio Central mengingatkan kita akan kawasan Hollywood di taun 60'an, Magic Corner seperti berada di dunia Harry Potter di mana terdapat pohon besar seperti di Hogwarts dan dikelilingi toko2 jaman victoria seperti di Diagonalley, The Lost City dibuat seperti lokasi petualangan India Jones di mana terdapat hutan dan kuil2 Inca lengkap dengan suara hewan2, Cartoon City merupakan kawasan yg paling warna warni seperti gambaran anak2 .. dengan set tempat seperti itu, Magic Corner merupakan set favorit kami .. oya untuk mendukung tema tiap kawasan terkadang berlalulalang orang yg menggunakan kostum seperti ada yg pake baju wizard di Magic Corner ato yg pake baju Indiana Jones di The Lost City.. begitupun dengan kostum para pegawainya yg disesuaikan dengan tema masing2 kawasan..
oya, ingin tahu sebesar apa theme park ini? .. kalo dibandingkan2, FUn City di BSM nyaris menyamai satu kawasannya ... jadi theme park ini 4x dari wahana bermain di BSM ...

[kawasan Magic Corner]


kawasan pertama yg dikunjungi .. Studio Central ... wahana pertama yang dicoba yaitu FX-Travaganza, sebuah pertunjukkan film yg dicampur aduk dengan perfomance panggung .. ga terlalu interest sih cuman klo anak2 pasti suka dibawa kesini, seakan2 mereka liat pemaen Extravaganza nongol dari layar bioskop, oya sebelum masuk bioskop, kita bisa liat (ato foto juga) dengan patung lilin dari icon2 Trans seperti Desta, Ringgo (Derings) ato Indra Herlambang, Cut Tari (Insert) ato Cinta Laura (Cinta ini icon dari acara apa sih?) ehehehe sayangnya patungnya ga mirip, yg buat mesti kursus dulu kali di Madame Tussauds.. setelah itu ada pertunjukkan musikal (seperti operet atau kabaret) "Jason Mencari Cinta", yaaa semacem Cinderella gitu lah.. yg jelas lebih menarik ketimbang FX-Travaganza .. kostumnya menarik, tariannya atraktif dan kompak .. klo kesini bersama keluarga wajib kunjung untuk nonton, itung2 melepas lelah juga kalo abis naek wahana2 yg laen .. karena seperti Balada Kera di Dufan, teater musikal ini dibuka hanya jam2 tertentu saja, yaitu 3 sore dan 7 malam (jadi usahakan luangkan waktu jam segitu di Trans Studio), durasi pertunjukkan sekitar 25 menit ..
selanjutnya ada wahana yg cukup menarik, Studio 4D, sayangnya wahana ini tidak termasuk kedalam paket 15 wahana yg disebutkan sebelumnya. oleh karena itu untuk wahana di luar yg 15 dikenakan biaya IDR 25rb/wahana yg di-topup kedalam kartu pass kita ... wahana ini sedikit mirip Turbo Tour-nya Dufan, sebetulnya lebih menarik karena disajikan dalam format 4D, sayangnya kursinya kurang rock n roll sehingga kerasa kurang asyik (ga kayak Turbo TOur di mana kita dikocok abis2an) ... tapi nuansa 4D-nya itu tetep mengasyikkan (lebih mengasyikkan klo kursinya lebi rock n roll) ... oke, kenyang di kawasan ini pindah ke kawasan lain ...
satu lagi, terkadang suka ada street perfomance berupa nyanyian ato tarian ato sulap tergantung dari tema kawasan masing2 (pas kemarin ada yg menampilan acapela di Studio Central)

[lilin CinLau, icon acara apa sih?]


[pertunjukkan "Jason Mencari Cinta"]


[acapela, penyanyinya ternyata yg nge-dance di teater musikal]


kawasan kedua yg dikunjungi .. Magic Corner .. di sini, ada "barang wajib" sebuah theme park, roller coaster, yaaaa versi mini sih bahkan lebih mini ketimbang Alap-alap nya Dufan mmm klo pernah ke Bandung Supermall (BSM) yaa seperti itulah coasternya .. cuman disinilah wahana yg lumayan bikin sedikiiittt sport jantung pertama karena ada Magic Thunder Coaster (wahana coaster-nya), Dunia Lain (seperti rumah hantu), Dragon Tower (euuuu mirip wahana apa ya yg duduk, diangkat ke ketinggian langsung jatuh), Putar Petir (mirip Gajah Bleduk muter2 sambil naek turun enjut2an, yaa gajah bleduk versi hardcore) .. hanya Putar Petir yang termasuk dalam paket, yg lain harus nambah
pas kemarin berkesempatan naek semua kecuali Dragon Tower (berhubung ga ada temen, hehehe males klo naek wahana cuman sendiri) .. untuk Dunia Lain mmmmm sorry to say, cupu banged, nuansanya padahal lumayan bikin serem hanya saja ini rumah hantu ga ada unsur kejutnya yaa jadinya kok malah mirip Istana Boneka-nya Dufan .. Putar Petir, wahana paket yg kudu dicoba ...

[ambil pose dulu sblum naek coaster]


kawasan ketiga, The Lost City ... di sini wahana yg berbayar tambahannya hanya "JELAJAH" wahana yg klo ditilik2 mirip Niagara-nya Dufan namun sebelum naek keliling dulu "menjelajahi" alam liar tempat suku2 terpencil. oya beda dengan Niagara, wahana ini ga terlalu bikin basah kok cuman "dikit" aja, wahana paketan yg waktu itu dicoba yaitu Safari Track euuuu aduh buat bocah banged ini sih cuman kliling ga jelas dan ga kerasa "safari"-nya.. klo bawa anak kecil mungkin bisa coba juga wahana lain kayak Rimba Express ato Sepeda Terbang tampaknya sih cukup menarik, cuman karena lagi sendirian tengsin donk naek gituan ..

[wahana JELAJAH]


kawasan terakhir, Cartoon City ... nahh ini betul2 kawasannya anak2, tapi ada juga kok wahana yg tetap bisa dinikmati orang besar (dan termasuk paket pula) seperti Ayun Ombak (versi kecilnya Kora-kora namun plus muter2) dan Angin Beliung (versi kecilnya Ontang Anting) ... kalo bawa anak kecil, bisa nyoba Kids Studio, seperti versi cilik Kidzania, hanya saja termasuk wahana berbayar tambahan ... dan "barang wajib" theme park lainnya karusel ..

overall, cukup menarik kok dateng kesini cuman yaaa rasanya kok ga kenyang2 banged .. tapi Indonesia boleh berbangga punya tempat seperti ini ..
ah iya, hal lain yg sangat disayangkan, merchandise-nya yg selangit ... nyaris menyamai toko suvenir Hard Rock .. kaos doank dihargain IDR 250rb alamaaakkk
jadinya cuman bisa beli stiker, gantungan kunci dan pulpen doank (inipun sudah menghabiskan IDR 75rb ck ck ck)

meninggalkan lokasi sekitar pukul 5 sore, ahhh cukup seru hanya sayang cuman sendiri .. serunya klo ke theme park memang rame2 bisa tereak2 bareng, hura2 bareng ... kemaren karena sendiri mau ga mau beberapa wahana ikut rombongan laen .. and i felt i'm the oldest hahahahaha

sayang pula di sini terkena musibah, kamera tidak sengaja terjatuh setelah menaiki mini coasternya .. mangkanya sekarang lagi nyari2 tempat servis pocket digicam yg murah meriah ..
ada saran?



[pertunjukkan "Jason Mencari Cinta", pemerannya kok beda?]
Share: