Showing posts with label life. Show all posts
Showing posts with label life. Show all posts

Thursday, December 13, 2018

Transformasi BRI, Kamardy Arief

ini ketiga kalinya tiba2 di meja kerja ada sebuah buku yang bagus tentang kepemimpinan

Kamadrdy Arief: TRANSFORMASI BRI "Sebuah Memoar"

Sebuah buku biografi dari salah satu CEO BRI (1983-1992) Bapak Kamardy Arief saat memimpin BRI. Buku tentang biografi CEO tempat saya bekerja entah kenapa selalu menarik untuk saya baca, setelah sebelumnya sempat membaca dua buku lain yg juga tiba-tiba muncul di meja kerja saya antara lain THE CLIMBER (Bapak Djokosantoso Moeljono) serta BE AN OPTIMIST! (Bapak Rudjito (alm)).

Cerita beliau-beliau menarik untuk dibaca, karena bisa menjadi panutan serta teladan bagaimana memimpin sebuah organisasi yang sangat besar serta legacy apa yang ditinggalkan oleh beliau-beliau saat menjabat sehingga tetap dikenang hingga kini oleh setiap pekerja di perusahaan, meskipun pekerja tersebut belum pernah dipimpin oleh beliau-beliau ini.

Bapak Djokosantoso dengan budaya kerjanya, Bapak Rudjito dengan go public-nya serta sekarang kisah menarik Bapak Kamardy Arief dengan mikronya. Mikro? Ya mikro ....

Sedikit bercerita, saat jadi pinca dulu, saya membawahi seorang AMBM, Asisten Manajer Bisnis Mikro, seorang manajer yg menangani bisnis mikro. Kebetulan dua orang AMBM yang pernah bekerja dengan saya pernah mengalami masa kepemimpinan Bapak Kamardy Arief, saat2 waktu itu saya masih rajin nonton Saint Seiya dan ke sekolah pakai celana pendek warna merah.
Pak Idris, orang Kamang Kab Agam, serta Pak Ismael, orang Bukittinggi. Saat kepemimpinan Bapak Kamardy Arief, Pak Idris dan Pak Ismael masih bekerja sebagai Mantri (jabatan marketing di bisnis mikro BRI) dan bercerita bagaimana Bapak Kamardy Arief merubah wajah BRI dari semula penyalur program pemerintah menjadi bank komersil mikro dengan senjata andalannya Kupedes dan Simpedes, sehingga membuat bangga para pekerja jajaran mikro.

Dan akhirnya melalui buku ini, sekarang saya betul-betul bisa membayangkan seperti apa dulu seorang CEO bisa merubah wajah suatu perusahaan. Selain lahirnya dua andalan mikro tadi, Bapak Kamardy Arief juga memberika terobosan yang menjadi peninggalan yang masih dilaksanakan hingga kini, SIPK. Sebuah penghormatan tertinggi bagi jajaran mikro BRI yang diberikan periodik tahunan ... dan saya belum pernah mengenyamnya selama tiga tahun #syedih.
Saya juga baru tahu, center of excellence BRI sekarang, yaitu Corporate University dan Campus-nya timbul dari gagasan beliau untuk mendidik jagoan-jagoan mikro di setiap daerah.
Lewat buku ini juga, saya bisa tahu kisah-kisah menarik saat Bapak Kamardy Arief memindahkan kantor pusat BRI dari Jl Veteran, Jakarta ke lokasi yang ada sekarang serta salah satu yang paling monumental tentunya perubahan logo yang masih digunakan hingga sekarang.




Share:

Wednesday, May 23, 2018

kembali ke alamnya

sudah 4 bulan saya meninggalkan Lubuk Sikaping.

Ya, per 1 Januari 2018, kemarin saya meninggalkan pekerjaan saya sebaga Pimpinan Cabang di daerah Indonesia bagian barat pindah ke bagian tengah nyaris timur, di Makassar.
Dari sebelumnya daerah pegunungan kini daerah pantai.

Suatu pengalaman baru walau rasa lama karena background saya yang masuk instansi ini sebagai spesialis IT lalu sempat limat tahun pindah ke lini bisnis, sekarang kembali ke ranah IT.
Saya mempunyai amanah baru sebagai Kepala Bagian Echannel dan TSI di Kanwil Makassar yang membawahi daerah bisnis di Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara.

Banyak hal hal  yang kembali dipelajari lagi karena sejak pindah jadi Pincapem lima tahun yang lalu, saya sangat sjarang angat bersing langsung dgn dunia IT. Yaaa walau masih sedikit2 nyentuh (berhubung punya istri yang membidangi IT juga di kantornya).

Memang ada sedikit jetlag ketika 3 tahun sebelumnya berutinitas di kota kecil dengan kesunyiannya, sekarang kembali ke metropolitan dgn segala asap kendaraan dan rudetnya lalu lintas. Memang rindu dengan udara segar dan sejuknya hawa pegunungan, tapi setidaknya bisa kembali rutin lihat mall ^^

Namun ternyata ada sedikit keunikan ketika sedan membuka album foto di FB. Ada foto tahun 2005 ketika saya di Painan Kanwil Padang, ketika pertama kali masuk BRI, saya perjalanan dinas ke Padang dan 10 tahun kemudian saya pindah ke cabang di Kanwil Padang.
Dilalah, ada foto tahun 2008 ketika saya perjalanan dinas ke Makassar, siapa yang bisa nebak tahun 2018 saya mutasi ke Makassar.



Perjalanan baru untuk dijalani, bismillah
Share:

Wednesday, August 30, 2017

Bakhutmah


"Haram! Haram! Tiga riyal!"
Seru si wan abud pemilik mobil bak terbuka...

Foto tersebut diambil dari depan pemondokan haji saya di Mekah, sebuah kawasan yang bernama Bakhutmah, ketika hendak menjelang waktu sholat.

Naik mobil bak terbuka?
Iya, Bakhutmah merupakan salah satu kawasan pemondokan haji yang kurang lebih berjarak 3km dari Masjidil Haram sehingga terkadang butuh moda transportasi utk mencapai Masjidil Haram.
Terkadang? Ya, karena terkadang juga saya atau jamaah haji bisa berjalan tanpa terasa menempuh 3km utk solat berjamaah di Masjidil Haram, bahkan termasuk Ibunda saya yg berusia 63 tahun saat itu. Tapi tentunya dengan mengambil ancang2 waktu terlebih dahulu, kalau mefet ya tentunya menggunakan moda transportasi.

Sebetulnya pemerintah Indonesia sendiri sudah menyediakan moda transportasi PP dari kawasan Bakhutmah ke Masjidil Haram berupa bus. Saya ingat betul busnya berwarna biru dan mewah sekali, berhenti di terminal dan masuk ke Masjidil Haram via terowongan, yg anehnya tiap saya lewat rasanya berbeda2 terowongannya (saking banyaknya terowongan hahaha). Hanya saja, karena terbatasnya bus yg disediakan pemerintah, jamaah haji mengambil alternatif lain dgn naik mobil pribadi warga Mekah. Tidak gratis tentunya, tapi yang jelas jangan harap naik mobil yang bagus karena ketika saya naik mobil tertutup pun rasanya ga pernah nemu mobil yg terawat.

Bahkan Ibunda saya sendiri tidak segan2 utk naik mobil bak tersebut. Kalau sudah diniatkan apapun kondisinya bahkan harus berjalan sekalipun pasti akan kita jalani.

Namun ketika baca beberapa berita baik di situs Kemenag sendiri, tampaknya Bakhutmah sendiri sekarang sudah tidak dijadikan kawasan pemondokan. Tentunya semoga mendapat kawasan yang lebih dekat lagi dgn Masjidil Haram.

Kawasan Bakhutmah membawa kenangan tersendiri utk saya, karena suasanannya yang sudah Indonesia banged... Bahkan saya bisa menemukan panganan favorit saya, mie bakso, dengan mudahnya. Ketika pagi hari, kita bisa temui penjual nasi kuning, siang hari bisa nemu penjual sayur asem dan tempe bacem... Lengkap kan?
Di tengah2 kawasan Bakhutmah ada sebuah mesjid besar, di mana setiap bada ashar diselenggarakan pelatihan tahsin Quran oleh pengurus masjid sana. Di kelompok tahsin saya sendiri terdiri dari jamaah2 kota dan provinsi lain dipandu oleh seorang tutor, orang Yaman. Jadi bisa terbayang bgm komunikasinya antara guru dan murid ini hehehe.

Enam tahun lalu pula, malam ini setelah solat Isya, datang beberapa bus yang menjemput kloter saya dan saya dari Kawasan Bakhutmah menuju Arafah untuk pelaksanaan Wukuf.

Tidak terasa sudah enam tahun dan betapa hati ini memendam kerinduan yang sangat besar untuk kembali....
Mudahkanlah Ya Rabb, jalan setiap hamba-Mu utk ke Tanah Suci
Serta lancarkan dan ridhoi  ibadah saudara-saudara kami di sana Ya Rabb, jadikan mereka haji yang mabrur
Share:

Saturday, July 11, 2015

Life as Pinca (1)

Saya pernah bercerita sebelumnya, ketika membaca SK penenempatan kerja yg sekarang, saya heran dan kebingungan "di mana itu Lubuk Sikaping?" terlebih ketika tahu bahwa hampir 65% wilayah daerahnya adalah hutan belantara.
Gimana anak mall ini bisa bertahan?
Tapi Allah Maha Adil, segala sesuatunya ada hikmah positif yg bisa dipetik.
Salah satunya tentang wilayah bisnis tempat kerja saya. Dengan kondisi lebih dari 65% wilayah Lubuk Sikaping (Kab.Pasaman) masih hutan belantara pada awalnya membuat saya shock dan takut "potensi bisnis apa yang bisa digali?". Ah tapi ya ada saja  jalannya, ada saja ceritanya yg menarik.
Dengan kondisi masih banyak hutan, membuat saya kerja melalui atau keluar-masuk hutan. Apalagi kalau sudah on the spot ke nasabah mikro, ada saja hal yang menarik.
Terkadang ketika dalam perjalanan masih suka bisa melihat hewan liar yang berkeliaran, yaaa berbagai macam jenis monyet yaaa biawak dari yang kecil sampai yg besar yaaa ular dari yg kecil sampai kobra dgn panjang 3m yaaa babi liar. Bahkan AMBM (manajer bisnis mikro) atau Kepala Unit pernah bercerita bertemu dengan rusa atau macan tutul.... he????
Inilah yg menarik, kunjungan ke nasabah, saya anggap rekreasi lewat Taman Safari.
Jadi kepala cabang di Lubuk Sikaping juga membuat saya melihat kehidupan penduduk Indonesia yg di dalam hutan tidak hanya melalui televisi. Terakhir saya on the spot ke salah satu nasabah mikro membuat saya berkali2 bertanya kepada mantri (marketing mikro) "ini kamu gak salah jalan? Gak tersesat? Betul nasabahnya tinggal di sini?" Bagaimana tidak? Jalan masuk hutan, ketemu jembatan rusak, bahkan melewati jalan yg putus oleh sungai kecil. Tapi akhirnya betul, saya bisa melihat perkampungan kecil yg hanya dihuni 20KK di tengah hutan, bahkan ketika solat jumat hanya ada sekitar 15 jamaat. Listrik pun belum masuk ke sana.
Subhanallah, Indonesia itu luas.
Ya, segala macam hal akan ada hikmah positifnya.
Share:

Monday, April 13, 2015

TALU

Lazimnya kantor cabang di institusi tempat saya bekerja, biasanya mensupervisi unit2 kerja lainnya, seperti KCP atau Unit atau Kantor Kas yg tentu saja menginduk ke cabang tersebut.

Cabang Lubuk Sikaping sendiri mensupervisi 8 Kantor Unit (unit sendiri mensupervisi kantor Teras, yg saat ini berjumlah 6). Salah satu Unit terjauh adalah Unit Talu.

Secara geografis, Talu sebetulnya sudah masuk wilayah Pasaman Barat. Namun secara lokasi masih lebih dekat ke Lubuk Sikaping, ya walau jarak tempuh ke Talu cukup memakan waktu (1.5 - 2 jam) karena harus melewati daerah hutan lindung Rimbo Panti.

Selain sektor ekonominya yang tumbuh dari perkebunan sawit, daerah Talu ini ternyata mempunyai beberapa objek wisata yang menarik. Salah satunya adalah bunker-bunker peninggalan Jepang. Ya, sepanjang jalan dari Talu menuju Pasaman Barat akan terlihat di kiri kanan jalan bunker2 atau battle station peninggalan Jepang. Sayangnya di sekitar lokasi tidak tersedia informasi yang cukup mengenai tahun pembuatannya, kenapa dibangun di situ dll.

Tapi kalau saya sedikit ngarang sebagai pengamat sejarah Perang Dunia ke-2 #SotoyMode, bunker atau battle station tsb dibangun dikarenakan jalan di Talu merupakan penghubung daerah Pasaman Barat dengan Sumatera Utara. Ya, kalau lihat2 gambar2 dari KITLV, akan terlihat bahwa sejak jaman kolonial Belanda, di Pasaman Barat telah berkembang pabrik2 sawit, selain itu juga daerah Pasaman Barat yang merupakan daerah pantai tampaknya dulu menjadi salah satu titik pendaratan tentara Jepang.

Daerah Talu juga terkenal dengan Gunung Talamau-nya yg juga mempunyai banyak objek2 wisata lainnya,seperti air terjun dan beberapa telaga. Hanya saja untuk objek2 wisata tersebut belum sempat saya kunjungi karena tidak termasuk perlintasan ketika berdinas.
Eh tapi ada wisata unik lainnya yang bisa dicoba, naik mobil langsiran kelapa sawit. Ya, mobil hardtop yang dimodifikasi dengan ban besar serta bak terbuka untuk melewati medan berat dalam rangka ke pedalaman kebun sawit untuk mengangkut kelapa sawit.
Kebetulan juga beberapa nasabah ada yg mempunyai usaha kebun sawit, sehingga pada saat on the spot atau pembinaan, saya menaiki mobil langsiran tersebut. Lumayan, off-road-an pake mobil kelapa sawit.
Share:

Saturday, October 11, 2014

tips menghadiri resepsi pernikahan adat Batak

Setelah hampir 2 tahun di Medan, baru sekarang berkesempatan menghadiri resepsi pernikahan adat Batak. Kebetulan, salah satu pekerja di kantor menikah dan menggelar resepsinya pada hari ini. Sebagai pimpinan yang baik, tentunya undangan ybs dipenuhi untuk dihadiri... Ciyee gitu

Untuk pernikahannya sendiri, saya pernah diceritakan salah satu pekerja di kantor (yg Batak tulen) dan membaca timeline @hotradero, untuk adat Batak memang banyak upacara adatnya terutama penghormatan2 terhadap anggota keluarga. Sehingga tidak heran, di acara resepsi pengantin akan lebih banyak bergabung dengan keluarga besarnya.

Bergabung?
Ya bergabung.... 
Pekerja di kantor (marga Sianturi dan Boru Tobing), sering bercerita bagaimana adat istiadat serta resepsi pernikahan Batak yang kalau saya tangkap sangat berbeda dengan adat di Pulau Jawa. Resepsi pernikahan di Jawa, tempat resepsinya menyatu mau keluarga mau undangan umum ya di situ-situ juga. Pada adat Batak, tempat resepsi biasanya terdiri dari dua lantai, lantai satu untuk acara adat dan keluarga, sedangkan lantai dua untuk undangan umum.
"Nanti kalau Bapak datang ke tempat resepsi, langsung ke lantai dua saja Pak, soalnya lantai satu untuk keluarga dan makanan yang dihidangkan juga khas Batak" jelas seorang pekerja sehari sebelum acara resepsi. Oya tentu saja makanan khas Batak yang dimaksud adalah makanan non-muslim (IFYWIM)
"Dan nanti Bapak kalau bisa hadir jam 12.30-an soalnya jam segitu pengantin istirahat dari kegiatan adat sekaligus beramah tamah dengan undangan umum" tambahnya.

Oke sedikit cerita sebelum ke tipsnya, jadi tadi hadir dengan pekerja-pekerja yang lain, yg sayangnya tidak ada yang bersuku Batak untuk membimbing kita di tempat acara... Hehehehe....
Datang ke tempat resepsi sekitar jam 12.45-an, seperti saran dari pekerja yg bersuku Batak (dan kebetulan di undangan tertulis resepsi memang jam 12-selesai). Saat kami datang rupanya masih prosesi adat dan sesuai saran sebelumnya karena prosesi adat khusus keluarga, kami langsung menuju lantai 2. Di lantai 2 betul-betul hanya ada tamu undangan karena keluarga mengikuti prosesi adat. Satu rombongan clingak-clingukbagaimana mau memberikan kado atau 'amplop'.
"Pak ini dikasih ke siapa?" .... lah kok lu tanya gue yang orang Sunda? hahahahaha.
Akhirnya kita menunggu di lantai 2 karena sebelumnya sudah diceritakan bahwa nanti pengantinnya sendiri yang akan ke lantai 2. Menunggu sambil dihibur oleh wedding singer plus dikasih nasi kotakan (kalau cerita marga Sianturi, tergantung kondisi, kadang nasi kotak kadang tamu ambil prasmanan). Dikarenakan lantai 2 ini untuk undangan umum, maka bisa dipastikan bahwa hidangan yang disajikan masuk kategori halal (pun tadi begitu, masakan Minang).
lalu sekitar pukul 13-an, pengantinnya masuk ke ruang lantai 2 dan duduk di pelaminan. Sementara kami sendiri bingung, harus ngapain, masih clingak-clinguk karena tidak ada tamu undangan yang menghampiri pelaminan ataupun seperti yang diceritakan, pengantinnya menghampiri undangan. Hahahaha mulai salting..... Rupanya, di lantai 2 ini selain menghampiri undangan,pengantin juga sekaligus beristirahat dan makan siang (makan siangpun ada prosesi adatnya) sambil beberapa kali ada saudara2 yang menghampiri untuk memberikan semacam petuah dan ucapan selamat. Sementara saya sendiri masih bingung kapan menyelamatinya hahahaha... Ketika pengantin selesai makan siang, tiba-tiba ada anggota keluarga yang meminta pengantin untuk kembali ke lantai 1 untuk kembali melakukan prosesi adat dan bertemu anggota keluarga lainnya.

Dan lagi-lagi rombongan kami kembali kebingungan
"nah lho kapan salamannya? ngapain lagi nih?"
hahahaha
Ya sudah, akhirnya kami memutuskan pulang saja, karena toh pengantin juga melihat kehadiran kami di acara tadi. Tetapi, kadonya dan titipan amplop mau diserahkan kemana? hahaha kebingungan berlanjut, akhirnya ketika melihat orang yang kami rasa keluarga pengantin, kami titipkan saja kadonya sementara amplop kami putuskan untuk diberikan di kantor saja.

Jadi, berikut tips menghadiri undangan resepsi pernikahan adat Batak.
(1) Hadir 15 menit dari jadwal resepsi. Seperti contoh tadi pukul 12.00, maka hadirlah sekitar pukul 12.15-12.30an. Karena pihak pantitia sudah mengatur jadwal tersebut agar pengantin bisa bertemu sapa dengan undangan, terlambat bisa menyebabkan kita tidak dapat bertemu pengantin karena sibuk dgn prosesi adat atau keluarga.
(2) Bagi yang bukan keluarga, sebaiknya langsung menuju lantai 2, ke tempat undangan umum. Awas salah masuk ke tempat keluarga yang di lantai 1. Tapi hati2 juga mana tau nanti kondisinya terbalik, tinggal dilihat saja pria2 berjas dan ber-ulos bisa dipastikan itu keluarga.
(3) Ketika pengantin tidak menghampiri undangan dan terlihat nganggur, sebaiknya langsung hampiri untuk memberikan ucapan selamat ataupun bingkisan/amplop.

Anyway, selamat menempuh hidup baru untuk Arlin Sinaga dan Lona Anggriani Lorensi Br. Hutagalung, semoga bahagia, langgeng dan rukun selalu serta dikaruniai keturunan yang menjadi kebanggaan orang tuany...




Share:

Tuesday, February 19, 2013

belajar dan terus belajar

perkreditan.... suatu hal yang jarang saya sentuh, meski sudah 7 tahun bekerja di dunia perbankan.. ironi memang, bankir (pegawai IT yang kerja di bank apa boleh ddisebut bankir?) kok dudul soal perkreditan? .. tapi memang, saya jaraaang sekali menyentuh soal perkreditan, ketika masih di Divisi IT, saya lebih banyak berhubungan dengan core system, front end application serta database.. kalo pun ada yg bergubungan dengan sistem IT perbankan, saya lebih banyak berkutat di remittance ataupun funding.. kredit? hehehe sebisa mungkin saya hindari karena menurut saya agak rumit dan susah memahaminya... ... dan akhirnya, sekarang saya dipaksa untuk memahaminya karena posisi saya sebagai seorang Pincapem di mana kredit adalah salah satu produk yang harus dipasarkan oleh bank demi mencapai laba ... lalu bagaimana saya mempelajarinya? 7 tahun menyentuhnya pun tidak pernah. Sebelum terjun sebagai Pincapem, untungnya saya dibekali pendidikan terlebih dahulu oleh institusi saya tempat bekerja, meski pendidikan yang saya dapatkan rasanya masih kurang (kurikulum yang sbelumnya untuk 2 bulan, dipadatkan menjadi 2 minggu saja).. selain pendidikan, alhamdulillah banyak senior-senior yang saya bisa mintakan pendapat dan berbagi pengalaman serta mengajarkan saya tentang hal-hal yang saya kurang pahami baik soal perkreditan maupun hal-hal yang lain selain daripada itu, saya sendiri memiliki tim yang cukup bisa diajak kerjasama di KCP, sehingga tidak jarang saya juga belajar dari mereka
ya, terkadang ketika melihat sebuah MAK yang berisikan cash-flow, neraca, laporan laba-rugi, karakter nasabah dsb saya masih sering bertanya kepada tim atau AO yang mengajukan ini maksudnya apa? ini dapet darimana? sambil membandingkan apa yang mereka tulis dengan data2 yang disajikan atau fakta2 yang ada di lapangan..

 ya belajar..
selain masalah perkreditan, sebagai pegawai lini terdepan dalam perbankan, satu hal lain yang harus saya pelajari yaitu MARKETING.. ya! hahaha tidak pernah terlintas di benak saya, bahwa akhirnya pun saya bertindak sebagai tenaga pemasar di bank.. entah itu produk kredit, simpanan, e-channel ataupun produk perbankan lainnya.. selama ini saya terlalu lama duduk nyaman di kantor pusat, dengan pekerjaan yang boleh dibilang jarang bersentuhan dengan kegiatan nyata perbankan.. naamun sekarang dunia saya berbalik 180 derajat, saya harus mengalami proses perbankan yang sebenarnya.. apalagi ditempatkan sebagai Pincapem, di mana saya dan tim mencari uang sendiri, menggunakan uang sendiri dan tentunya mencapai target laba yang diharapkan
 it's a whole new world for me 

sulit? mungkin.. kangen sebagai tenaga support? bisa jadi.. tapi seperti yang seperti saya bilang sebelumnya, ini bukan perusahaan aki-nini saya, di mana saya ditempatkan, saya harus siap.. hidup adalah suatu proses pembelajaran, di manapun ditempatkan pastinya akan selalu ada hal yang dipelajari
Share:

Monday, April 25, 2011

spanduk tidak mampu



pemerintah makin gencar masang kampanya BBM non subsidi, dari bikin spanduk di tiap SPBU bahkan sampe penawaran BBM Non Subsidi dari petugas SPBU-nya

tapi saya pribadi (dan istri), selama make premium masih diperbolehkan (walo dengan tektek bengek quota, pengaturan dsb) ya jojon (sebutan utk si tua genio putih) saya masih saya kasih asupan premium..
tapi kalau ternyata nanti memang diatur pengguna mobil pribadi mesti wajib pake pertamax dan tidak diperbolehkan lagi menggunakan premium yaa saya juga pasti akan mengikutinya (tentu dengan penghematan sana-sini), walo saya sendiri belum yakin pengaturan BBM non bersubsidi ini akan lancar dan tepat sasaran.. maklum, orang2 sini biasanya adaaaa aja cara untuk ngakalin peraturan
Share:

Monday, January 03, 2011

GTR.. Great Teacher Realin

oh iya..
selamat tahun baru 2011!
semoga tahun segalanya lebih baik dari tahun2 sebelumnya?
spending a great night in new year eve?
well, i didn't hahahaa...
berhubung taun baruan berbarengan dengan jadwal mudik (hari Jumat), maka ketika sampai Gerbang Tol Cileunyi yg ada adalah kemacetan yg sangat parah, walhasil harus jalan kaki dari Gerbang TOl Cileunyi ke Jalan Cagak dan dari Cinunuk ke Cibiru... ada kali itu sekitar 3 km...
jadi malam tahun baru, saya lewatkan dengan berolahraga, berjalan kaki sejauh 3 km... *applause sendiri*

selepas tahun baru, keesokan harinya mendapatkan mandat untuk nganterin si mamah ke reunian murid2nya
sedikit kilas balik
ibu saya, Realin Setiamihardja, seorang dosen di Universitas Pendidikan Indonesia.. sebelum menjadi dosen, ibu saya pernah mengajar di Sekolah Guru Olaraga (SGO) Kuningan selama sekitar dua tahun lalu pindah ke Bandung di Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Negeri 1.. ya, dulu, untuk (menurut ibu saya) menjadi seorang guru SD cukup mengenyam pendidikan setingkat SLTA, ada SPG untuk guru mata pelajaran umum, SGO untuk mata pelajaran olahraga dan PGA untuk mata pelajaran agama.. namun seiring berkembangnya waktu, level pendidikan guru SD ditingkatkan menjadi D2 dan sekarang malah setingkat sarjana.. dan ibu saya, tetap setia mengajar para calon guru Sekolah Dasar tersebut semenjak dulu level SLTA hingga sekarang level sarjana.

dan pada 1 Januari 2011 kemarin, murid2 ibu saya dari di SPGN 1 Bandung Angkatan 1989 (quite old isn't it?.. hahaha 21 tahun) mengundang ibu saya di acara reunian sekolahnya..
acaranya lumayan jauh, di tengah perkebunan di perbukitan daerah Cileunyi, jadi agak was2 juga ketika bawa mobil sedan kesana nyampe? engga? nyampe? engga? takut aja tiba2 mobil nyangkut karena jalan berlobang hahahaha..
ketika sampai di tempat acara, apa yg terjadi? ibu saya dikerubutin layaknya Irfan Bachdim bertemu abegong2 atau artis lain bertemu fansnya.. semua mengerubuti, memberi cipika cipiki dan ciuman tangan.. sangat heran tentunya, karena saya tahu persis baik di sekolah atau di universitas sekarang, ibu saya merupakan guru/dosen killer, terkenal tukang marah2 dan marahin murid/mahasiswa..



dan lucunya lagi.. ada beberapa mantan murid ibu saya yg juga menghampiri saya.. sambil meluk2 terus minta dicium tangannya sambil jembil pipi "iiihh ini si aa ya Bu? kok udah besar gini? dulu mah meni lucu teh suka lari2 di sekolah". hahahahah alamak ya iya lah, udah lewat 20 tahun lebih atuh!.. jadi, dulu ketika saya masih kecil, saya suka sekali diajak ke tempat kerja ibu saya, baik ketika ibu saya sedang ada pelajaran ataupun tidak, kalau ibu sedang mengajar yaaa saya biasanya maen2 sendiri aja di halaman sekolah yg cukup luas itu atau cukup nangkring di perpustakaan, baca2 majalah Kuncung hahahahahah.. jadi ga heran, banyak mantan murid/mahasiswa Ibu saya yg kenal dengan saya..

singkat cerita, banyak mantan murid ibu saya yg mengutarakan kerinduan dengan ibu saya, dari anak murid kesayangan sampai yg dulunya mantan preman sekolah.. sampai2 semuanya menyemangati ibu saya utk berbicara di depan umum, untuk sekedar mengenang bagaimana suara ibu saya..
dan.. ketika ibu saya sedang berbicara, banyak yg menghampiri saya
a, si ibu mah hebat yah awet muda.. masih ngajar aja
a, si ibu mah galak2 tapi disayang murid.. hebat ya?
a, saya mah kagum sama si ibu, mangkanya jadi guru juga pengen kaya si ibu

semuanya menyatakan kekaguman pada ibu saya..
anak mana yang tidak bangga punya ibu seperti itu?
i'm very proud of you mom
ya.. mamah itu sosok guru legendaris, pemarah tapi keibuan.. believe it or not, beberapa muridnya banyak yg manggil beliau dgn sebutan mamah atau bunda.. ibu saya sering berujar, walau penghasilan tidak seberapa, tapi dunia pendidikan adalah hidupnya.. bahkan saya masih ingat, perjuangan beliau demi mengajar, ketika masa transisi dari SGO ke SPG, beliau seringkali bolak-balik Kuningan-Bandung.. bahkan hingga sekarang, di usianya yg sudah menginjak kepala enam, beliau masih sering menghabiskan akhir pekan keluar kota (bahkan hingga Papua) untuk mengajar

ya, buat saya.. ibu saya merupakan sosok guru ideal, Great Teacher Realin
Share:

Wednesday, June 30, 2010

kantor baru, suasana baru.. kantor lama ngangenin

sudah sekitar 2 bulan pindah ke kantor yg baru...

ya, sekitar pertengahan Mei lalu, divisi tempat saya bekerja menempati gedung baru mengingat gedung yang lama kurang cocok untuk ditempati divisi IT yang membutuhkan tempat heuseus untuk menaruh sekawanan server dari yg segede kulkas sampe pc server yg segede box biskuit. selain server juga divisi ini termasuk divisi gendut yg pegawainya paling banyak sehingga membutuhkan tempat penampungan khusus (kok jadi terdengar seperti getho? hahahaha)

kantor baru sekarang berada di daerah Ragunan..
hmm ya.. Ragunan, kawasan yang sering dikait2kan dengan salah satu tempat wisata di Jakarta.... kebon binatang .....
ga heran, klo nyebut daerah sini selalu dtimpali dengan "di kandang mana?" atau "sama kandang onta masih jauh ga?" ato candaan-candaan lainnya
hahaha ya sudah lah... udah biasa kok dengan candaan2 itu (oya saya dekat dengan kandang harimau ... becanda)

kantor baru, suasana baru..
OK... sudah sekitar 4 tahunan ngantor di Sudirman, sekarang pindah ke Ragunan... Ragunan-nya udah mau deket kebon binatang situ lagi bukan daerah depan dekat Tb Simatupang (Wisma Pertanian), jadinya mmm agak sedikit terpencil hehehe
jadinya suasananya jomplang sekali...
ketika di Sudirman, istirahat makan siang berbaur dengan orang banyak sekarang rasanya sepiii sekali... pas makan siang itu L4.. lo lagi lo lagi hahaha ya ketemunya pasti orang divisi yg sama
pilihan menu makan siang pun agak terbatas.. klo dulu ketika di Sudirman, banyak sekali pilihan bisa di Benhil, Bendungan Walahar, Plaza Semanggi ato klo iseng ya nyari2 yg agak jauhan kayak SCBD atau Thamrin...
kalau sekarang yaaa sekitar sini aja, mau sedikit variatif ya mesti ngongkos ke Wisma Pertanian ato Wr.Buncit, hahaha mo makan siang aja mesti ngangkot dulu... aduh repot

suasana tempat makan yg rame (ketika di Sudirman itu, pas makan siang pasti ketemu bermacam2 orang ya dari instansi yg sama atau instansi yg berbeda, dari pribumi sampai ekspatriat) itu bikin kangen.... klo di sini, habis makan siang yaaaa balik lagi ke kantor (atau kalau lagi iseng, numpang tidur di lobby wisma divisi diklat yg bersebelahan dengan kantor hehehe), kalo ketika masih di Sudirman yaaa apalah liat2 yg dagang dulu, nongkrong di taman atau kadang ke mall

seperti halnya tadi siang... ketika ada meeting di Sudirman yg pas ketika selesai bertepatan dengan jam makan siang betul2 dimanfaatkan... sebelum makan jalan2 dulu milih tempat makan yg sesuai dengan selera hari ini (suatu hal yg jarang terjadi kalau di Ragunan yg terbatas tempat makannya), setelah makan liat2 yg jualan dulu, lalu nongkrong di taman sambil ketemu teman2 dari divisi lain
ahh i miss those things ...

tapi ya segala sesuatunya selalu ada kelebihan dan kekurangannya serta bisa diambil hikmahnya.. salah satu yg bikin senang di sini adalah... jadi selalu pulang lebih cepet hahahaha karena klo di sini udah malem ya gelap ya sepi ya mau ngapain lagi? kalau di sana pulang malem pun masih mendukung, masih bisa lari ke mall dsb
tapi... dengan lokasi kantor yg jauh seperti ini.. gimana jadinya ya kalau keterima beasiswa di UI?
setelah kemarin gagal ikut seleksi beasiswa overseas di kantor (ugh! masih nyesek gagal), sekarang lagi iseng2 ikut beasiswa khusus pegawai BUMN dari UI .. kalau masuk (amin! amin! amin!), gimana caranya ngejar kuliah sore dari Ragunan ke Salemba

ah...
aldi.. aldi..
keterima aja blum tentu kok

oh ya jangan diketawain ya klo nge-apply beasiswa di UI utk Magister Manajemen Pemasaran *grin*
Share:

Thursday, July 09, 2009

mangga dicobian heula ...

"tah nu ieu amis"
"dicobian heula geura ..."
"upami henteu amis mah teu kedah dipeser"

(nah yang ni manis nih, cobain dulu deh, klo ga manis ga usah dibeli deh)
kata seorang pedagang buah2an yg menawarkan dagangannya ..
dgn terlebih dahulu mengizinkan calon pembeli untuk mencicipi buah yg sudah dikupas terlebih dahulu oleh si penjual ...

yg suka aldi lihat, orang2 kebanyakan klo mo beli buah selalu pengen icip2 dulu buahnya (walo kadang heran juga sih, bisa aja yg dicoba manis tapi sisanya/yg dibeli asem) .. nah! klo beli di pasar atau kaki-5 atau kios buah2an gitu, biasanya kejadiannya suka kayak tadi, ada pedagang yg nawarin utk icip2 dulu dengan buah yg sudah dikupas oleh si penjual ..

nah kalo ga ada yg dagangnya gimana?
semisal disebuah supermarket gitu .... ada tumpukan jeruk medan yg menarik, harganya boljug 1200/gram misalnya ... boleh ya? kupas 1 jeruk terus dimakan 1 irisan doank, kalo ga manis terus tinggal gitu aja? yg ngasi izin buahnya boleh dikupas siapa?
satu orang calon pembeli ngupas satu buah klo lima orang calon masing2 ngupas satu buah juga brarti ada lima buah yg terbuang cuma2 ...
padahal satu buah bisa nyampe lima kilo ...


boleh? engga? boleh? engga? boleh? engga?
.... tulisan terinspirasi ketika beli jeruk medan, sibuk milih2 buahnya, ngeliat warnanya, mijit2 kekenyalannya.. kemudian tiba2 dateng 2 orang ibu2
ibu 1: "eh jeruk medan nih.." *sambil ngupas 1 buah trus icip 1 irisan doank
ibu 1: "emhmm.. seger sih tapi agak asem"
*ibu 2 dateng
ibu 2: "masa sih?" *ngupas 1 jeruk lagi (bukan nyoba punya si ibu 1) trus icip 1 irisan
ibu 2: "iya nih, beli apel fuji aja deh"
ibu 1: "heeh"
*ibu 1 dan ibu 2 berlalu
*si aldi melongo menatap 2 jeruk yg terbuang cuma2 lalu mengambil gambar 2 jeruk yg merana itu
2 jeruk yg merana



iya sih, jeruk doank .. apa sih artinya 1 jeruk 2 jeruk buat pasar ritel/supermarket ... tapi ya kok rasanya aneh?


eh iya .. klo ga salah, walo kata si ibu 1 jeruknya agak asem tapi dia ngambil setengah jeruk ...
walah komen kok doyan?
Share:

Sunday, March 15, 2009

ibakah?

alkisah ..

di suatu angkot ketika lewat Rawa Belong, berhentilah si angkot untuk menaikkan salah satu calon penumpangnya .. seorang ibu (umur sekitar 40-an) bersama anak cowoknya yg masi ABG sambil membawa satu kardus bekas mie instant yg entah apa isinya
"Slipi Bu! Slipi!" seru si supir angkot ke si Ibu
"engga Bang saya ga punya ongkos"
"engga apa2 .. udah naek aja, ayo!"
"bener Bang ga apa2?"
"iya.. engga apa2.."
"terima kasih Bang"
dan naiklah si ibu dan si anak ke dalam angkot ... meluncur pulalah angkot dari Rawa Belong menuju Slipi
di angkot si ibu yg tampak memelas dengan tampang si anak yg polos ditanya oleh salah satu penumpang.. ternyata si Ibu ini dari Jambi hendak menuju Cianjur, di pintu tol Kebon Jeruk si Ibu baru sadar bahwa dompet yang berisikan seluruh uangnya termasuk ongkos-ongkosnya hilang .. si Ibu bilang dicopet, karena di daerah Lampung mereka sempat diberikan minuman oleh Bapak-bapak yang sempat membuat mereka lupa sesaat .. karena uang mereka hilang tak bersisa maka oleh kondektur bus, mereka diturunkan di pintu tol Kebon Jeruk dan entah bagaimana caranya sampe ke Rawa Belong ..... sedangkan si Ibu dan anaknya tetap harus meneruskan perjalanan menuju Cianjur
.... merasa iba mungkin, penumpang angkot yg bertanya tsb memberikan lembaran rupiah kepada si Ibu, bahkan menawarkan makan malam dan menginap di rumahnya (tapi ditolak si Ibu dengan alasan harus lekas ke Cianjur), penumpang lain pun turut memberikan lembaran rupiah pada si Ibu ..
sesampainya di Slipi, supir angkot menyuruh si Ibu turun untuk meneruskan perjalanan dengan menggunakan bus menuju kawasan UKI-Cawang dan mencari bus dengan tujuan Cianjur ..
kalau anda ada dalam posisi sbg salah satu penumpang apa yang akan anda lakukan?

salah satu penumpang dari angkot tersebut adalah aldi .. hanya saja aldi tidak ikut memberikan bantuan kepada si Ibu tersebut ...
ga empati? ga punya belas kasihan? dingin? pelit? cap jahe meregehese?
entah lah.. bingung ............ sebelum menjawabnya review dulu pengalaman2 aldi sebelumnya

di Bandung .. waktu kuliah dulu di per-4-an Dago-Merdeka-Riau pernah ketemu Bapak2 .. ciri2nya berkumis tipis, berkacamata, kulit putih .. si Bapak bercerita bahwa dia hendak menuju ke Cimahi, hanya saja dompetnya jatuh sehingga bingung harus ngapain, karena iba aldi bantu si Bapak dengan beberapa lembaran rupiah (yg menurut aldi cukup untuk ongkos ke Cimahi dari Merdeka) .. beberapa minggu kemudian, ketemu lagi dengan si Bapak di tempat yg sama dengan peristiwa yg sama (dompet hilang, mau ke Cimahi), awalnya ga ngeuh dan akhirnya iba dan ngasi lembaran rupiah lagi .. lalu.. wow!!! beberapa hari kemudian bertemu lagi dengan Bapak2 tsb yang "lagi2" mengalami peristiwa yg sama .. walhasil rasa iba sudah berubah menjadi curiga dan yang ada penolakan langsung terhadap si Bapak dengan bilang lagi sibuk dan buru2.. beberapa bulan kemudian juga bertemu lagi, tentu saja yg ada hanya penolakan
tahun kemarin waktu lagi pulang ke Bandung sempet liat Bapak2 tersebut .... masih di tempat yang sama

di deket Atmajaya-Semanggi .. ngalamin kejadian yg sama juga dengan sebelumnya, hanya saja ini Ibu-ibu, rambut sebahu, kulit kecoklatan, suka bawa tas besar warna hitam dengan baju motif bunga .. sama dengan kejadian di atas juga, si Ibu ngaku hilang uang dan hendak ke Ciledug .. ok sekali, rasa iba itu tetep ada ... tapi ketika bertemu yg kedua kalinya? kok jalan2 mulu? kok ilang mulu?
di daerah deket Atmajaya situ selain ibu2 tadi, ada juga seorang pemuda .. yg ngakunya mau ke Merak, pertama kali okelah, iba dan ikut ngebantu .. kalo yg ini ngakunya sedang ga punya uang tapi harus pulang .. tapi kedua kalinya? ga punya uang kok kerjaannya jalan2 melulu, mbok ya sadar dikit kek pake perhitungan kek .. pas pertemuan kedua, yg ada si pemuda ini malah aldi interogasi ..
"lho.. mas ini kan yg waktu itu? .... kenapa lagi mas? ga ada duit lagi?.. jalan2 kok ga pake duit? ... kesini mau ngapain?" pas diinterogasi bilangnya sih lagi nyari kerja, pas ditanya nyari kerja apa dan di mana yg ada si pemuda tsb malah marah2 "Mas! kalau mau bantu yg ikhlas aja!" ... nah lho! kok malah jadi marah2? .. semprul! karena lagi emosi dada pemuda tsb otomatis aldi dorong, cuman keburu dilerai orang laen .. bah! males ngelayanin model gituan, mening angkat kaki langsung naek 640 .. sambil berlalu di 640, orang tersebut kayaknya sih sumpah serapahin aldi, sambil bilang "roda kadang berputar Pak, kadang di atas kadang di bawah.." dst dst dst entahlah bergumam apa, udah males ngeladeninnya, lagi ngucap mantera jadi ubur2 kali...

yg paling spektakuler mungkin pas kuliah dulu ... ketika abis tarawehan di mesjid Pusdai, Diponegoro-Bandung dateng cowok dengan usia kisaran 16-18 taunan nyamperin aldi..
"pulang kerja bang?" tanya si pemuda ke aldi
kebetulan waktu itu ambil kuliah malem dan masi pake baju dinas, maklum sempet ngerasain jadi staff IT di salah satu pabrik tekstil
"iya nih..."
lalu perbincangan berlanjut ke masalah nanyain kabar, rumah di mana dan akhirnya entah kenapa kok nyambung ke masalah ekonomi... dan kondisi ekonomi orang itu, akhirnya orang tsb jg bercerita bahwa dia sebatang kara, dari kecil dia ikut tantenya, hingga sekarang orang tsb merasa ga enak ngerepotin tantenya terus sehingga memutuskan keluar rumah dan putus sekolah, luntang-lantung ga jelas, dia bilang udah nyoba ini dan itu utk bertahan hidup.. dan akhirnya sampai pada 2 tawaran hidup yg stabil, yg satu datang dari sebuah pesantren di Jawa Tengah (lupa nama kotanya) yg membuka sekolah dan akomodasi gratis serta sebuah pekerjaan tetap di daerah pesantren tersebut .. yang kedua datang dari Bandung, tawaran materi dan pekerjaan dengan syarat orang itu harus merubah keyakinan hidupnya .. tentu saja dalam satu keyakinan yang sama, aldi menyarankan untuk mengambil yang pertama, akan tetapi orang tsb bilang utk menuju pesantren tsb dia tidak memiliki ongkos dan harus konfirmasi terakhir malam itu ... nah, bingung kan? oke, daripada membiarkan orang tsb mengambil opsi kedua, aldi (sori, bukan riya) membayarkan orang tsb nelepon ke Jawa Tengah (via wartel) bahkan mengongkosi orang tsb ke Jawa Tengah, untuk yang ini materi yang aldi keluarkan cukup besar saat itu .. pemuda tsb berjanji, sesampainya di pesantren, dia bakalan langsung telpon balik utk ngasi kabar
then? ... ga ada konfirmasi sama sekali .....................

dan masih banyak lagi yang seperti ini ..........

see?
inilah yang membuat aldi kehilangan kepercayaan dan rasa iba terhadap kejadian di Rawa Belong tadi... bukannya ga mau ngasih dan bukannya engga iba.. hanya saja kejadian2 sebelumnya bikin aldi gondok banged, karena beberapa ulah manusia brengsek, orang2 yg benar2 membutuhkan jadi terlantar...
kadang dalam hati sendiri ada pertentangan, kenapa ga dibantu? kenapa elo diem aja? ... tapi kejadian2 dan pengalaman2 sebelumnya itulah yang bikin badan tertahan utk turut membantu ...
salahkah?

aldi rasa banyak contoh yang seperti ini, ga cuman yg lagi ga punya ongkos dan luntang lantung .. tapi juga yg minta sumbangan mesjid, panti asuhan dan lain-lain ... mo bantu? mau.. tapi yakin ini beneran? wallahualam ..
yg jelas aldi yakin, manusia2 brengsek yg memanfaatkan rasa iba dan rasa peduli orang lain akan Allah beri hadiah yg spesial kelak ........
Share: