the city never sleep..but i need some sleep
so, dont bother waking me up at night :)
Best viewed in Google Chrome, screen resolution 1280 x 1024.
the city never sleep..|
posted : Monday, May 06, 2013
title : halo Mei 2013!
jadi apa yang terjadi dengan awal Mei?
aha! ada tambalan gigi yang copot dan patah ada dapet NPL ada sering dapet instruksi yang ga jelas dan mendadak iya, geraham kanan atas saya entah sudah berapa lai ditambal.. dan kali ini tampaknya yg paling parah.. sudah copot ada gigi yang patah pula.. dengan kondisi belum seberapa patah, ketika waktu ditambal terakhir, dokter gigi sudah menyarankan ke saya untuk mencabut melalui mekanisme operasi (glup!)... sontak saya kaget dan khawatir hahaha... denger kata dicabut saja sudah bikin mules, apalagi ini dioperasi. syukurnya dahulu masih ada alternatif ditambal, yg tentu saja saya ambil tanpa mikir walau harus dateng sampe 3x (tapi kan ketemu Drg. Shearly, ga rugi #modus) tapi sekarang dengan kondisi yang lebih parah, entah masih ada opsi atau tidak, yg jelas sekarang lagi terasa senut2 dan baru berencana ke drg tanggal 8 nanti (sehingga klo operasi pun pas esoknya libur).. kondisi gigi yang senut2 ini kontras pula dengan keadaan di kantor, yg membuat saya makin esmosi dan sakit gigi menjadi... iya, kondisi kantor di kantor saya yang sekarang.. alhamdulillah walau dalam kondisi ga berpengalaman, engga tau dan harus tanya sana sini, saya hampir mendapatkan semuanya.. saya belajar bersosialisasi dengan nasabah, belajar memperhatikan AO gimana caranya marketing, belajar gimana caranya membuku pinjaman yang dihapus-buku, belajar merestrukturisasi pinjaman, belajar membuku keringan pinjaman, belajar operasional perbankan dengan menjadi supervisor, belajar menghadapi kenyataan target tinggi di depan mata hahaha.. ribet? ya mungkin, nyebelin? ya sedikit.. cuman setelah dipikir2 seru juga, yaaaaa kerja apapun di manapun ada sesuatu yg akan kita pelajari dan ambil hikmahnya termasuk sekarang belajar gimana rasanya ada rekening nasabah yang kolektibilitas pinjaman-nya jatuh ke NPL.. saya belajar gimana cara menjelaskannya ke pimpinan, belajar gimana cara cepat mengatasinya termasuk belajar menerima kenyataan terkurasnya biaya di neraca karena melonjaknya biaya CKPN tapi yah.. kerja apapun akan ada selalu resiko dan tantangan yang dihadapi.. semoga NPL saya habis sebelum triwulan ke-2 2013 berakhir kondisi kantor makin membuat saya agak senewen karena seringnya (akhir2 ini) kantor pusat membuat instruksi mendadak dengan petunjuk dan arahan yang tidak jelas namun harus selesai sesegera mungkin (yg bahkan menyita waktu akhir pekan)... saya tidak tahu bagaimana pola pikir orang kantor pusat instansi saya sekarang , karena dulu saya selalu ingin dan berpikir gimana caranya unit kerja di seluruh Indonesia tidak repot dan tidak kesusahan dalam menjalankan aplikasi yang saya buat.. kalau sekarang?.. entahlah bahkan saya menerima instruksi hari Jumat tepat jam 8 malam ketika hendak boarding kembali ke Jakarta.. Ya Tuhan, apa maksudnya? tapi sekali lagi, sama halnya hal2 yang membuat saya banyak belajar di unit kerja, saya mempunyai banyak tempat untuk bertanya dan dimintai bantuan.. baik teman2 di IT dulu, senior2 saya di logistik yang juga mantan pincapem, pincapem2 lain yang pernah di IT juga dll.. alhamdulillah ya, kerja di bisnis perbankan itu sangat diutamakan dalam membangun komunikasi.. tidak hanya dengan nasabah/calon nasabah tapi juga dengan rekan2 sejawat...
[ 1 COMMENT(s) SO FAR]
|
|
posted : Monday, April 08, 2013
title : just do my best ...
pasca rapat pencapaian target triwulan I/2013, lagi2 atasan saya bertanya keheranan ke saya "kamu kok malah pindah ke hutan belantara yang penuh resiko sih?"
lagi-lagi? iya, saya sudah lupa berapa kali beliau bertanya seperti itu.. ah Bapak... kalau saya bisa memilih, tentunya saya memilih untuk tetap bekerja sebagai pekerja di bidang pendukung bisnis ketimbang terjun langsung ke bisnis.. elmu? kurang, pengalaman? enol.. kerja di Jakarta pulak, di mana pulang2 bisa ketemu anak dan istri tapi kan yaaa ini bukan perusahaan aki-nini saya (dan lagi2 saya mengucapkan ini).. saya tidak bisa memilih untuk mau ditempatkan di mana, kalaupun ada pilihan, pilihannya hanya ikuti atau keluar dari institusi saya akan terus berusaha, semampu saya memberikan yang terbaik di manapun saya bekerja ... orang tua saya tidak mendidik saya untuk menjadi orang yang lemah dan manja ya, elmu saya minim, ya, pengalaman saya enol... tapi apakah itu jadi penghalang untuk menjalani apa yang saya jalani sekarang? tidak.. justru apa yang saya jalani sekarang saya jadikan pengalaman dan pelajaran yang berharga untuk karir saya ke depan kelak ah ya, mari kita semua memberikan yang terbaik.. do the best, let God take care the rest.. sambil memberikan yang terbaik.. yuk dateng ke Pasar Swalayan Maju Bersama di Jalan Krakatau Medan di sana ada stand Britama dan Britama Junio, untuk setiap pembukaan rekening tabungan bisa mendapatkan merchandise yang menarik #promosi
[ 1 COMMENT(s) SO FAR]
|
|
posted : Saturday, April 06, 2013
title : komik lokal
tadinya mau mencari makan siang, keluar kost..
berhubung hujan deras turun di Medan, saya jadi urung keluar, alih2 malah nyeduh mie cup (pincapem bergaya hidup mahasiswa) sambil nyeruput mie cup, saya menyaksikan tayangan menarik di MetroTV tentang eksistensi komik lokal ya.. komik lokal.. kapan terakhir kali anda membeli atau membaca komik lokal? kalo membaca, saya sendiri mungkin masih sering, tapi mungkin hanya yang berupa komik strip seperti kolamkomik-nya Pandji, chickenstrip-nya sepupu saya, Si Juki, Panji Koming, Beny-Mice (btw, Beny-Mice kok ga pernah rujuk lagi? Beny tanpa Mice rasanya ada yang kurang).. untuk yg tipe berseri, hmmmm saya sudah lupa... ya, belum ada yang menarik perhatian saya lagi untuk mwembaca komikyg berupa serial, selain belum ada yg menarik perhatian, rasa2nya harganya lebih mahal ketimbang komik impor... saya ingat ketika jaman SD-SMP, antusiasme saya terhadap komik lokal sama besarnya dengan komik impor... selain saya penyuka komik, saya juga mempunyai ayah yg suka membaca komik pula.. dahulu, tidak jarang setiap hari minggu pagi, kami (saya-adik saya-ayah saya) menuju Banceuy untuk berburu komik dan menikmati nasi gulenya di Bursa Koran Cikapundung ah ya, di masa itu, rasanya harga komik lokal jauh lebih murah ketimbang komik impor.. sehingga komik lokal bisa menjadi alternatif bacaan, walau boleh dibilang mayoritas komik lokal yang saya baca sebetulnya saya sewa dari taman bacaan saya mencoba mengingat kembali, komik lokal yang dulu sempat saya baca Komik Wayang RA Kosasih RA Kosasih adalah salah seorang yang mempengaruhi kecintaan saya terhadap dunia pewayangan (selain Asep Sunandar Sunarya, maestro dalang wayang golek, Giri Harja III). Komik wayang beliau sangatlah lengkap, dari permulaan Ramayanan hingga penutup Mahabarata, dengan gaya bertutur cerita yang enak serta gambar yang tegas membuat saya sangat menikmati komik2 karya beliau ini... Salah satu koleksi beliau yang saya miliki dan menjadi salah satu favorit saya adalah tentang Baju Antakesuma, baju yang selalu melekat pada tokoh wayang favorit saya, Gatot Kaca.. sedikit bercerita boleh?.. kisahnya tentang Batara Guru yang mendapat ide untuk mencegah Bratayudha yaitu dengan memberikan tumbal pada Kawah Candradhimuka berupa Baju Antakesuma, Batara Guru meminta Batara Narada untuk menjalankan ritual tsb, Batara Narada meminjam tangan Resi Dorna untuk menyampaikan hal tsb, Resi Dorna melalui murid tersayangnya Arjuna meminta Baju Antakusuma. Gatotkaca yg sangat menghormati pamannya tidak kuasa menolak permintaan tersebut walau tahu beresiko kematian karena dicabutnya Antakusuma dari badannya.. Singkat cerita, Arjuna menyerahkan baju tsb. Sementara di Pringgadani, Gatotkaca yg sedang sekarat tiba2 membelah diri menjadi 2 ksatria, R. Bajing Kiri dan R. Tapak Nanggala, yg masing2 memiliki 1/2 kesaktian Gatotkaca. Sementara R. Bajing Kiri berusaha merebut kembali Antakusuma, R. Tapak Nanggala bersama Punakawan yg emosi mendengar permintaan Batara Guru, berangkat menuju kahyangan untuk mengobrak abrik Suryalaya seru! apalagi adegan mengobrak abrik kahyangan oleh punakawan (mantan dewa, Semar/Batara Ismaya mengobrak abrik bekas rumahnya sendiri) Si Tolol di saat orang lain terkesima dengan komik Si Buta dari Gua Hantu, saya jauh lebih menyukai Si Tolol. Sebuah antitesa pendekar karya Djair.. Di mana pendekar yang ditampilkan jauh dari kata gagah seperti Badra Mandrawata atau Panji Tengkorak, atau tampan seperti Mandala-Siluman Sungai Ular.. Bahkan seperti namanya, Si Tolol ini justru kadangkala tololnya minta ampun karena dengan fisik seperti anak2, kelakuannya pun kekanak2an.. Namun dengan keajaibannya, Si Tolol sebetulnya mempunyai kebijaksanaan tinggi serta ilmu kesaktian yang luar biasa (gara2 menulis postingan ini, saya sendiri baru tahu kalau Si Tolol ini berguru kepada Jaka Sembung dan Jaka Sembung sendiri merupakan karya Djair). Si Tolol sebetulnya merupakan bangsawan tanah Pasundan bernama Raden Palasara,namun karena segala macam kekurangannya Palasara dikucilkan oleh keluarganya. Justru karena dikucilkan tsb Si Tolol diberikan jalan untuk bisa berguru kepada Jaka Sembung (saya belum pernah baca seri2 awalnya, yang saya baca pas seri tengah2 sampe penutupnya/Putri Ular). Kisah Si Tolol sendiri dilanjutkan oleh muridnya, Jaka Geledek, yang juga sempat saya ikuti serinya... Jaka Geledek, merupakan keturunan bangsawan Minang (kalo ga salah, mohon dikoreksi), di mana ibunya pernah terpengaruh oleh kaum Siluman Ular. Si Tolol menyelamatkan Jaka Geledek ketika hendak dikorbankan oleh Siluman Ular, sayang ketika diselamatkan Jaka Geledek terlanjur terbujur kaku, dalam kesedihannya karena baru kali ini Si Tolol gagal menyelematkan seseorang, Si Tolol berdoa agar nyawa anak tsb bisa diselamatkan, tiba2 petir menyambar tubuh Jaka Geledek. Karena petir itulah, Jaka Geledek mempunyai kekuatan petir dalam setiap pukulannya, Si Tolol pun mewariskan ilmu2nya pada Jaka Geledek. Ohya, Djair sendiri sempat membuat komik tentang perjuangan 3 komik pendekar legendaris berjuang melawan kesewenang2an VOC. Di komik ini pun mewakili seluruh unsur daerah dan agama bersatu melawan penjajahan. Sawung Kampret ah, Dwi Koen, salah satu komikus favorit saya karena karya konyol tapi dalemnya (Panji Koming) membuat komik berseri, Sawung Kampret. Berlatar belakang di masa penjajahan VOC, di masa pemerintahan JP Coen. Sawung Kampret adalah anak dari seorang pendekar di Jawa Timur dan keturunan dari Panji Koming-Nini Woro Ciblon dan Pailul-Dyah Gembil.. Ayah Sawung Kampret sendiri kemudian terbunuh oleh kawanan penjahat, ayahnya sebelum wafat berpesan agar Sawung berguru kepada sahabat ayahnya, seorang pendekar nyentrik di tanah Pasundan. Di tempat Sawung berguru, Sawung mempunyai saudara seperguruan Na'ip. Kemudian hari, Sawung dan Na'ip berkelana untuk mencari pengalaman baru (dari belajar ilmu pengobatan ke Tang Ping San dan mempelajari ilmu pengetahuan dan bahasa ke Dr Van Komplen) . Dalam pengelanaannya Sawung dan Na'ip kerapkali bentrok dengan VOC sehingga membuat pusing JP Coen. Sawung sendiri mempunyai seorang secret admirer, seorang noni Belanda bernama Marietje Van Der Bloemkol (keponakan Van Komplen) yang sayangnya dianggap cintanya bertepuk sebelah tangan karena hanya dianggap adik oleh Sawung dan dipanggil dengan sebutan Dul! Sawung Kampret sendiri sempat dijadikan sinetron dengan Gito Gilas sebagai Sawung dan Taufik Savalas (Alm) sebagai Na'ip Namun sayang komiknya sendiri tidak terlalu panjang.. padahal komiknya khas Dwi Koen, nyerempet cerita keseharian republik tercinta kita ini salah satu yg membantu tersebarnya komik lokal dahulu adalah karena keberadaan TB atau Taman Bacaan.. tentu yang tinggal di Bandung ingat dengan TB.Hendra di Jalan Sabang (masih ada engga ya?).. saya sendiri kalo engga kesana biasanya ke TB yg kebetulan ada di dekat rumah
[ 0 COMMENT(s) SO FAR]
|
|
posted : Tuesday, February 19, 2013
title : belajar dan terus belajar
perkreditan....
suatu hal yang jarang saya sentuh, meski sudah 7 tahun bekerja di dunia perbankan.. ironi memang, bankir (pegawai IT yang kerja di bank apa boleh ddisebut bankir?) kok dudul soal perkreditan? .. tapi memang, saya jaraaang sekali menyentuh soal perkreditan, ketika masih di Divisi IT, saya lebih banyak berhubungan dengan core system, front end application serta database.. kalo pun ada yg bergubungan dengan sistem IT perbankan, saya lebih banyak berkutat di remittance ataupun funding.. kredit? hehehe sebisa mungkin saya hindari karena menurut saya agak rumit dan susah memahaminya...
... dan akhirnya, sekarang saya dipaksa untuk memahaminya karena posisi saya sebagai seorang Pincapem di mana kredit adalah salah satu produk yang harus dipasarkan oleh bank demi mencapai laba
... lalu bagaimana saya mempelajarinya? 7 tahun menyentuhnya pun tidak pernah. Sebelum terjun sebagai Pincapem, untungnya saya dibekali pendidikan terlebih dahulu oleh institusi saya tempat bekerja, meski pendidikan yang saya dapatkan rasanya masih kurang (kurikulum yang sbelumnya untuk 2 bulan, dipadatkan menjadi 2 minggu saja).. selain pendidikan, alhamdulillah banyak senior-senior yang saya bisa mintakan pendapat dan berbagi pengalaman serta mengajarkan saya tentang hal-hal yang saya kurang pahami baik soal perkreditan maupun hal-hal yang lain
selain daripada itu, saya sendiri memiliki tim yang cukup bisa diajak kerjasama di KCP, sehingga tidak jarang saya juga belajar dari mereka
![]() ya belajar.. selain masalah perkreditan, sebagai pegawai lini terdepan dalam perbankan, satu hal lain yang harus saya pelajari yaitu MARKETING.. ya! hahaha tidak pernah terlintas di benak saya, bahwa akhirnya pun saya bertindak sebagai tenaga pemasar di bank.. entah itu produk kredit, simpanan, e-channel ataupun produk perbankan lainnya.. selama ini saya terlalu lama duduk nyaman di kantor pusat, dengan pekerjaan yang boleh dibilang jarang bersentuhan dengan kegiatan nyata perbankan.. naamun sekarang dunia saya berbalik 180 derajat, saya harus mengalami proses perbankan yang sebenarnya.. apalagi ditempatkan sebagai Pincapem, di mana saya dan tim mencari uang sendiri, menggunakan uang sendiri dan tentunya mencapai target laba yang diharapkan it's a whole new world for me sulit? mungkin.. kangen sebagai tenaga support? bisa jadi.. tapi seperti yang seperti saya bilang sebelumnya, ini bukan perusahaan aki-nini saya, di mana saya ditempatkan, saya harus siap.. hidup adalah suatu proses pembelajaran, di manapun ditempatkan pastinya akan selalu ada hal yang dipelajari ![]()
[ 0 COMMENT(s) SO FAR]
|
|
posted : Thursday, December 13, 2012
title : DML, terima kasih
Tulisan ini dibuat dlm perjalanan pulang dari Wisma Proklamasi setelah
membereskan dan mengambil barang-barang saya yang terakhir...
Ya, minggu depan saya sudah mulai bekerja di Medan. Setelah diadakan acara pelepasan oleh divisi, seorang sesepuh divisi menyampaikan sedikit penerangan tentang hijrah. Hijrah atau berpindah, suatu hal yang telah dicontohkan oleh Rasul SAW, hal yang membuat Rasul SAW berpindah dari Mekkah ke Madinah, dari tempat lahir dan tumbuh ke tempat yang belum pernah dikunjungi sama sekali, dari zona nyaman ke zona tidak nyaman, dari 'kepastian' menuju 'ketidakpastian'. Rasul pun mencontohkan perbuatan meninggalkan comfort zone untuk menebar kebaikan di tempat lain. Saya sebelumnya merasa berat untuk meninggalkan unit kerja saya yang lama (selain karena faktor keluarga juga), karena saya merasakan kenyamanan di sana. Saya baru 1 tahun berdinas di sana namun saya sudah merasakan ikatan yang cukup kuat. Saya merasakan kenyamanan, kehangatan dan kekeluargaan di sana. Walau ada tantangan tapi saya tetap merasa nyaman di sana.. Didukung dengan pekerja yang solid dan manajemen yang kebapakan membuat tempat kerja saya nyaman Tapi sekali lagi, mengulang perkataan saya di postingan sebelumnya institusi tempat saya bekerja bukan milik aki-nini saya, saya harus memilih tetap bekerja atau keluar, tidak ada opsi mau ditempatkan di mana. Selain itupula, sesepuh divisi juga menyampaikan bahwa tidak ada yang namanya kebetulan, segala sesuatu terjadi atas izin Allah SWT. Semoga hijrah saya juga sama seperti Rasul, mendapat lindungan Allah SWT dan membuahkan kebaikan. DML, unit kerja saya yang lama.. tempat kerja yang nyaman, tim yang solid, penuh dengan kehangatan dan rasa kekeluargaan, manajemen yang kebapakan dan hal-hal baru untuk dipelajari.. Saya bersyukur mendapat pengalaman berharga di sana, ketika saya dituntut untuk lebih teliti dalam bekerja, ketika pertama kali memanage sebuah tim, ketika belajar sedikit sisi operasional dan lain-lain. Saya bersyukur mempunyai manajemen yg kebapakan, mempunyai rekan kerja yg kompak Semoga jalinan kekeluargaan di antara kita tetap terjaga. Walau kita sudah berbeda unit kerja.. Tapi kita tetap one hearth, one team, pekerja BRI, one goal, memajukan institusi kita tercinta..
[ 0 COMMENT(s) SO FAR]
|
|
posted : Wednesday, November 07, 2012
title : ketika kabar itu datang
"mas aldi selamat ya.." sapa wakabag di bagian sebelah
selamat apa?.. saat itu saya masih belum kepikiran selamat dalam rangka apa, karena kenaikan grade pun baru saja mau diusulkan, seleksi beasiswa? biasanya juga di-SMS langsung ke pekerja "selamat apa ya mbak? saya kok jadi ngeuh" "iya, kita berdua dapet surat cinta dari MSDM, diangkat jadi Pincapem" JEGERRR!!! #KilatSiangBolong kejadian juga pindah ke unit bisnis.. jujur, saya punya firasat akan dipindah ke unit bisnis karena beberapa kali bermimpi akan pindah ke unit bisnis, belum lagi sebelumnya teman dekat seangkatan di IT, Wulan, lebih dahulu dipromosikan menjadi pincapem tapiiiiiiiiiiii tentunya tidak menyangka akan dalam waktu yang secepat ini.. baru saja setahun pindah dari IT ke procurement IT, sekarang harus pindah lagi ke bidang yang betul2 baru untuk saya, unit bisnis, sebagai pincapem (Pimpinan Capang Pembantu) yang tentunya timbul semacam kekhawatiran bagi saya sendiri ... "bisa engga ya?" karena jujur, saya tidak punya background dalam operasional, pinjaman dll di unit bisnis... 13 tahun, sejak kuliah hingga sekarang, lingkungan saya selalu IT, terakhir pun meskipun procurement tapi procurement IT.. dan sekarang? oh wow *koprol* .. is totally new dan yang lebih shock lagi, lokasinya di Medan... ya, bukan Jakarta, bukan Depok apalagi Bandung... tapi Medan, di sebrang pulau sana tapiiiiiiiiii saya tentunya tidak bisa protes ataupun mengelak, institusi tempat saya bekerja bukan milik aki ato nini saya, belum lagi ketika menandatangani kesepakatan kerja pada saat awal masuk di sini, saya sudah berkomitmen siap ditempatkan di mana saja dan dalam bidang apa saja..... ya, itu komitmen saya....... sedikit hambatan tentu ada, keluarga dan pengalaman... saya punya belahan jiwa, istri dan 2 anak saya yang masi kecil dan imut2nya, saya masih belum tahu akan bagaimana, apakah keluarga akan ikut atau tetap di Depok atau mungkin malah ke Bandung, karena istri masih bekerja dan baru saja menyelesaikan pendidikannya yg disponsori tempat bekerjanya (sehingga kemungkinan kecil untuk resign dan mengikuti saya), selain itu juga entah setelah dari Medan ini akan kemana lagi pengalaman? ya seperti yang saya sebutkan sebelumnya, 13 tahun semenjak kuliah hingga bekerja, dunia saya tidak pernah jauh dari IT.. pendidikan perbankan pun mungkin dalam kapasitas minimum sejauh yg diberikan saat training calon staf dulu tapiiiiiiiiiiii saya selalu teringat pesan Ibu saya, jadikan segala sesuatunya sebagai pengalaman berharga entah pahit atau tidak, karena Allah lah yang Maha Tahu yang terbaik bagi umat-Nya.. selain itu beliau juga selalu berpesan agar anak2nya tidak "keok memeh dipacok" (kalah sebelum berperang), segala sesuatunya harus dilakukan terlebih dahulu Allah Maha Tahu... semoga ini yang terbaik bagi saya dan keluarga
[ 7 COMMENT(s) SO FAR]
|
|
posted : Monday, April 09, 2012
title : waktu .. (cerita tentang DML part-01)
waktu ...
sangatlah krusial bagi saya yang tinggal dan bekerja di ibukota, 15 atau 30 menit yang tidak seberapa besar bisa berakibat selisih berkelanjutan menjadi 1 hingga 2 jam.. ya itu lah Jakarta seperti ketika misalnya pagi ini, seperti biasa senin dinihari berangkat dari Bandung pukul 3.30 pagi (dari Terminal Leuwi Panjang). Biasanya jam 5.15 itu sudah melewati Gerbang Tol Cikarang Utama, pagi ini pukul 5.45 bis baru bayar di pintu tol tersebut "alamat telat ini sih" dan terbukti biasanya sampai Slipi Jaya pukul 06.00 tadi baru sampai pukul 07.40. telat? sudah pasti entah apa yang membuat Primajasa pagi ini telat sedemikian rupa, hingga membuat jam absensi masuk pagi ini pukul 8.13 .. sebagai pegawai perusahaan yang sangat memperhatikan kedisiplinan soal waktu kerja, jam masuk kerja sangatlah penting.. telat? potong gaji tentunya... belum lagi di tempat kerja yang sekarang ada semacam moral punishment dengan memasang daftar pegawai yang terlambat perbulan, mulai level pekerja hingga kepala divisi.. cara yg lumayan efektif oya plus denda yang berlaku di bagian saya, 10ribu rupiah perketerlambatan utk disumbangkan ke uang kas bagian ... tempat kerja yang sekarang? iya sudah hampir 3 bulan, sejak awal Desember 2011 saya menempati tempat kerja yang baru.. masih di institusi yang sama hanya berbeda divisi plus berbeda lokasi kerja.. dulu di divisi IT sekarang di divisi procurement/logistik.. sebelumnya di Ragunan, sekarang di Cikini.. dulu buka listing kode program, sekarang kerjaannya nego harga pembelian barang masih2 nyerempet dunia IT sih (baca: IT Procurement).. cuman kerjaannya beda jauh dengan selama 8 tahun kerjaan ke belakang.. ga pernah terbayang sebelumnya harus berhubungan dengan pengadaan bahkan negosiasi, ya negosiasi, hal yang jarang dilakukan pada saat beli2 barang namun skarang menjadi kerjaan wajib ..... tapi toh hidup ini adalah belajar, segala sesuatunya perlu dipelajari termasuk hal2 yang baru seperti pekerjaan sekarang termasuk hal manajerial.. karena, alhamdulillah, kepindahan tersebut juga dalam rangka promosi di tempat yang baru ini pula, mengenal pola kerja yang baru dan tipe2 orang yang berbeda dengan divisi sebelumnya percaya ga percaya, setiap hari Jumat pagi, setelah divisi ini berdoa bersama.. diadakan standup commedy .. hehehe ajaib ya? ![]() Labels: kerjaan
[ 0 COMMENT(s) SO FAR]
|