ketika kabar itu datang  
Wednesday, November 07, 2012 @ 12:18 PM


"mas aldi selamat ya.." sapa wakabag di bagian sebelah
selamat apa?.. saat itu saya masih belum kepikiran selamat dalam rangka apa, karena kenaikan grade pun baru saja mau diusulkan, seleksi beasiswa? biasanya juga di-SMS langsung ke pekerja

 "selamat apa ya mbak? saya kok jadi ngeuh" 
"iya, kita berdua dapet surat cinta dari MSDM, diangkat jadi Pincapem"
JEGERRR!!! #KilatSiangBolong

kejadian juga pindah ke unit bisnis..

jujur, saya punya firasat akan dipindah ke unit bisnis  karena beberapa kali bermimpi akan pindah ke unit bisnis, belum lagi sebelumnya teman dekat seangkatan di IT, Wulan, lebih dahulu dipromosikan menjadi pincapem
tapiiiiiiiiiiii tentunya tidak menyangka akan dalam waktu yang secepat ini.. baru saja setahun pindah dari IT ke procurement IT, sekarang harus pindah lagi ke bidang yang betul2 baru untuk saya, unit bisnis, sebagai pincapem (Pimpinan Capang Pembantu) yang tentunya timbul semacam kekhawatiran bagi saya sendiri ... "bisa engga ya?" karena jujur, saya tidak punya background dalam operasional, pinjaman dll di unit bisnis... 13 tahun, sejak kuliah hingga sekarang, lingkungan saya selalu IT, terakhir pun meskipun procurement tapi procurement IT.. dan sekarang? oh wow *koprol* .. is totally new
dan yang lebih shock lagi, lokasinya di Medan... ya, bukan Jakarta, bukan Depok apalagi Bandung... tapi Medan, di sebrang pulau sana

tapiiiiiiiiii saya tentunya tidak bisa protes ataupun mengelak, institusi tempat saya bekerja bukan milik aki ato nini saya, belum lagi ketika menandatangani kesepakatan kerja pada saat awal masuk di sini, saya sudah berkomitmen siap ditempatkan di mana saja dan dalam bidang apa saja..... ya, itu komitmen saya.......
sedikit hambatan tentu ada, keluarga dan pengalaman...
saya punya belahan jiwa, istri dan 2 anak saya yang masi kecil dan imut2nya, saya masih belum tahu akan bagaimana, apakah keluarga akan ikut atau tetap di Depok atau mungkin malah ke Bandung, karena istri masih bekerja dan baru saja menyelesaikan pendidikannya yg disponsori tempat bekerjanya (sehingga kemungkinan kecil untuk resign dan mengikuti saya), selain itu juga entah setelah dari Medan ini akan kemana lagi
pengalaman? ya seperti yang saya sebutkan sebelumnya, 13 tahun semenjak kuliah hingga bekerja, dunia saya tidak pernah jauh dari IT.. pendidikan perbankan pun mungkin dalam kapasitas minimum sejauh yg diberikan saat training calon staf dulu

tapiiiiiiiiiiii saya selalu teringat pesan Ibu saya, jadikan segala sesuatunya sebagai pengalaman berharga entah pahit atau tidak, karena Allah lah yang Maha Tahu yang terbaik bagi umat-Nya.. selain itu beliau juga selalu berpesan agar anak2nya tidak "keok memeh dipacok" (kalah sebelum berperang), segala sesuatunya harus dilakukan terlebih dahulu

Allah Maha Tahu... semoga ini yang terbaik bagi saya dan keluarga



[ 7 COMMENT(s) SO FAR]