Showing posts with label fasilitas publik. Show all posts
Showing posts with label fasilitas publik. Show all posts

Wednesday, May 05, 2021

Toko Jadul di Bandung

Dulu saya pernah menulis tentang kejayaan masa lampau dari pusat-pusat perbelanjaan di Bandung yang kini sudah tutup atau hidupnya segan, mati pun tak mau


Nah beberapa waktu yang lalu, saya sempat berkunjung ke Bandung dan kebetulan lewat Jalan Mangga (mengantarkan ibu saya membeli cuanki, yg menurut beliau rekomen banged). Pas memarkirkan kendaraan, saya melihat pintu bertuliskan "Toko Cairo" di dekat warung cuanki tersebut

Bukan, ini bukan Atase atau Konjen Mesir. Cairo ini merupakan salah satu toko kelontong yang berdiri sejak "jaman baheula". Tempat jajan ibu saya waktu sekolah dulu, karena basecamp geng ibu saya ada di Jalan Mangga (kakek saya dulu rumahnya di Jalan Salam lalu pindah ke Jalan Anyer). Ibu saya saja waktu sekolah, jajannya kesitu, terbayang kan seberapa tuanya toko ini? 

Hanya saja sekarang saya tidak tahu, apakah toko ini masih buka atau sudah tutup? Karena ketika sedang ke Jalan Mangga tersebut, saya lihat pintunya ditutup padahal kondisi sudah siang hari.

Berbicara tentang toko-toko jaman baheula, akhirnya terlintas di pikiran saya toko-toko yang dulu sering didatangi orang tua saya untuk berbelanja ketika minimarket ataupun supermarket belum semenjamur saat ini di Bandung, salah satunya ya Toko Cairo ini.


Deretan toko "baheula" yang masih eksis dan dulu suka didatangi salah satunya ada di Jalan Cilaki, saya gak tau sekarang menyisakan apa saja sekarang, kalau ga salah ada coffee shopnya juga di situ. 

Selanjutnya saya juga teringat kalau orang tua saya membeli daging segar, biasanya ke toko yang ada di Jalan Aceh, hanya saja sekarang tokonya tutup kalau saya lihat

Kalau daging ke toko di Jalan Aceh, kalau sosis? Pastinya ke Badranaya yang "dulu" berlokasi juga di Jalan Aceh (sekarang Badranaya sudah pindah ke Jalan Merdeka)

Nah toko yang menjual lengkap mulai dari baju hingga keperluan sehari-hari, biasanya salah satunya ada di deretan Jalan Sabang, saya lupa nama tokonya. Paling suka kalau dulu orang tua berbelanja ke Jalan Sabang karena di depan toko2nya banyak penjual jajanan.


Daerah Cibeunying semua ya? Oh tidak, kebetulan dulu rumah nenek saya (dari ayah) ada di Jalan Pajaran. Dulu ada satu toko kelontong yang sering dikunjungi ayah saya (kalau gak salah Bubur H. Amid bukanya di depan toko ini sebelum pindah 


Di daerah Cicadas juga banyak rasanya toko yang waktu jaman SD/SMP suka dijadikan tempat belanja oleh orang tua saya, hanya saja saya lupa karena tampilan sekarang Cicadas betul-betul tertutup oleh lapak pedagang kaki lima.


Jaman baheula, belanja harus menyambangi satu persatu tokonya, syukur alhamdulillah kalau kecipratan rejeki boleh jajan saat menunggu orang tua berbelanja atau dapat sisa-sisa uang kembalian.
Jaman sekarang? Cukup lewat ecommerce, namun begitu anak-anak lihat orang tuanya buka apps commerce, biasanya nyamber "ada ini engga?"  ... Jadi ya sama aja sih hehehe

Share:

Sunday, January 17, 2016

Yang terlupakan di Bandung

Bandung sudah banyak berubah....
Makin banyak tempat keramaian, tempat wisata yg saya sendiri cuman sebatas lihat dari website, berita, blog, sosmed dsb. Mengunjunginya? Wah entah kapan tahun...

Seperti kemarin berkunjung ke Floating Market Lembang, yg happeningnya mungking udah sejak lama namun baru bisa saya (dan anak-istri) kunjungi kemarin. Sejak saya pindah ke Jakarta (2005) terlebih berdinas di Sumatera (2012), saya makin jarang ke Bandung apalagi mengunjungi tempat2 barunya yg menarik.

Bicara tempat keramaian, ketika kemarin ke Bandung, sepintas melewati Bazaar Matahari Cicadas, salah satu pusat keramaian di Bandung...... pada masanya. Salah satu tempat belanja lengkap yg kini beralih fungsi jadi pasar tradisional basah. Ya, di Bandung rasa2nya masih banyak tempat keramaian (pada masanya) yg sekarang sepi bahkan mangkrak tidak jelas.

Matahari Cicadas
Jauuh sebelum Matahari Group punya toko online, Matahari Group membuka 2 lokasi belanja sekaligus di daerah Cicadas, satu super bazaar di Cikutra, satu lagi department storenya di pertigaan A.Yani-Kircon. Jaman saya SMP dan SMA, kedua tempat ini sangat ramai dikunjungi, bahkan ibu saya termasuk yg sering berbelanja kesana entah utk kebutuhan sehari2 atau baju (maklum, dulu Bandung Timur tidak seramai dan seelit sekarang yg bahkan sudah punya Carrefour dan McD hahaha). Entah kapan keduanya ditutup dan mangkrak begitu saja. Seingat saya pula, sejak kedua toko ini tutup, PKL makin menyemut tak terkendali di Cicadas. Tidak belajar dari Matahari, Bandung Trade Mall dan Lucky Square berdiri dekat situ, yaa entah sih hanya saja menurut saya kedua mall baru ini sepi.

Kosambi
Sebelum direnovasi seperti keadaannya sekarang, Ps Kosambi dulu merupakan pasar tradisional yg di atasnya berdiri sebuah bioskop  ...... tempat saya dulu nonton film Sally Marcelina, padahal belum punya KTP, hahaha.......
Setelah direnovasi, sempat digadang2 jadi perpaduan perbelanjaan modern dan tradisional dengan adanya Ramayana di atasnya dan pasar tradisional di bawahnya.
Kini, tinggal pasar tradisionalnya saja. Terakhir saya kesini, bagian atasnya hanya menyisakan beberapa kios penjual snack, baju, kain serta seragam sekolah di lantai pertamanya  lantai ke atasnya seperti tempat berhantu.
Tidak jauh dari Kosambi, ada pusat perbelanjaan komputer dan elektronik yg sempat berjaya sebelum adanya BEC, Jaya Plaza. Kondisinya tidak terlalu nelangsa banged sih karena sampai sekarang pun rasa2nya masih ramai oleh pedagang komputer. Namun seingat saya juga, dari saya SD rasa2nya Jaya Plaza ini memang sepi. Waktu saya SD saja rasanya hanya ada bioskop  dan pusat game arcade (ding dong) di sini, kios2nya yg di bagian atas sudah tutup sejak dahulu, namun basementnya tetap ramai oleh pedagang elektronik dan variasi mobil. Entah sekarang apa bagian atasnya diisi juga oleh pusat pedagang komputer, yg jelas bioskopnya sudah gulung tikar (terakhir di sini nonton Scream 2, di mana yg nonton hanya 4 atau 5 orang dan ada adegan di Scream 2 ttg orang ditikam dari belakang ketika di bioskop, sejak saat itu saya kapok kesini).

Regent Plaza
Saya ga tau nama asli bangunan ini, saya namai saja demikian karena dulu ada bioskop Regent di sini.
Ya! Bioskop Regent21, tempat favorit waktu SMA dulu. Teman2 SMA saya mungkin masih ingat, nonton Titanic sampai 2x di bioskop yg sama pula. Tempat nongkrong dan bioskop favoritnya anak abege Bandung jaman 90an dulu. Bioskop yg terhitung murah dan dekat dengan sekolah2 kenamaan (SMA 20 Bandung itu sekolah favorit, jangan salah) jadi tempat gahool favorit karena mempunya cafe di bawahnya serta resto pizza satu2nya dulu di Bandung, ya seinget saya dulu Pizza Hut pertama kali buka di sini. Dulu Regent Plaza ini bisa dipastikan penuh oleh makhluk2 berseragam putih-abu2.
Sejak bioskopnya tutup, restoran2 di bawahnya pun tutup. Bahkan Pizza Hut sempat downgrade ke PHD dan kini tutup sama sekali, menjadikannya salah satu gedung tidak berpenghuni di Bandung.

Banceuy Plaza
Salah satu peninggalan Matahari Group seperti yang di Cicadas, jauh sebelum hyperstore semacam Carrefour, Giant, Hypermart, Lottemart dkk bertebaran di Bandung ada yg namanya Rumah Matahari, bagian atasnya seperti department store, bagian bawahnya seperti supermarket plus di basementnya ada sentra kuliner. Dulu, saya dan adik saya termasuk sering diajak makan di situ oleh almarhum ayah, ada 2 tenant favorit kami, yg jual Soto Betawi dan Gado-gado. Saya  lupa sejak kapan Banceuy Plaza ini tutup dan jadi bangunan tidak berpenghuni begitu saja.

Sempat sebelumnya, jumlah bangunan mangkrak lebih banyak lagi, namun melihat pesatnya Bandung beberapa bangunan ada yg segera berbenah, beralih fungsi atau bahkan dirubuhkan. Semisal Sultan Plaza dan Plaza Asia Afrika yg sekarang menjadi hotel, tentu anak 80an dan 90an masih ingat kalau Plaza Asia Afrika pernah jadi mall lux di masanya dengan barang2 jualannya perabot mahal, barang2 kristal dll dengan lift kapsul transparannya plus permainan gokart di rooftopnya.
Plaza Parahyangan sempat juga mangkrak sebelum berbebenah kini menjadi sentra distro dan gelanggang futsal. Saya yakin yg seusia dengan saya pada masa kecilnya sering merengek minta ke sini dulu, ya di sini dulu selain ada pusat belanja Ramayana Robinson, di lantai teratasnya ada Takara Kiddy Land, semacam Time Zone atau Game Master gitu. Buat yg masih ingat, di Takara dulu ada wahana robot, di mana robot tersebut bisa dinaiki dan ada semacam teropongnya, wahana tersebut dipindah ke Riau Junction :).
Ada juga yg naas karena dirubuhkan, seperti Palaguna, Biokop Kiara21 atau Pasundan21.
Sampai anak 90an mungkin masih ingat dengan pusat belanja yg akhirnya tidak bersisa. 2 bioskop besar ada di sini dulu, ada Nusantara Theater dan Palaguna Theater. Mau belanja baju ada Matahari Dept Store yg rasanya dulu paling "wah". Mau belanja barang sehari2 ada Hero Supermarket. Seingat saya, California Fried Chicken di sini dulu jadi tempat makan favorit se-Bandung Raya. Di lantai bawahnya ada tenant2 yg menjual baju, arloji sampai obat2an. Seingat saya, Palaguna mulai mengalami kemunduran sejak munculnya BIP disusul ousat2 belanja lainnya. Sempat bertahan dgn bioskop dan tenantw kecilnya hingga akhirnya menyerah dan kini dirubuhkan.



Ah Bandung...... sejuta kenangan, sejuta kerinduan.
Bahkan tadi pagi ketika lewat salah satu kantor cabang BRI, istri sempet nyeletuk "bisa minta mutasi ke sini engga? Kita tinggal di Bandung aja, beli rumah di Bandung"

I will always love my home town ..
Share:

Wednesday, June 11, 2014

hajatan on the street

hari ini pas ngantor salah satu ruas jalan di daerah Helvetia-Medan tertutup 1/3-nya oleh tenda hajatan

heran, perasaan tiap minggu di Medan ini nemu aja salah satu ruas jalan yang ditutup sebagian karena tenda hajatan / acara lainnya. minggu lalu di jalan Karya, 2 minggu yang lalu di daerah Helvetia juga

(gambar ngambil dari sini)


boleh engga sih make jalan umum untuk kepentingan pribadi?
kalau baca dari hukumonline.com, penggunaan jalan umum untuk kepentingan pribadi itu diperbolehkan asalkan telah mendapat izin dari Kapolda + Kapolres + Kapolsek setempat dengan disertai surat rekomendasi dari pemprov+pemkot+camat+lurah setempat

Nah pertanyaannya, sudahkan para penyelenggara hajatan yg menggunakan jalan umum tersebut memenuhi persyaratan seperti itu?... Saya sih ragu
Selain masalah perizinan, sebetulnya lebih ke empati. Apakah sang penyelenggara berempati terhadap pengguna jalan yang lain?
Saya sendiri tidak tahu bagaimana perasaan orang lain ketika perjalanannya terhambat karena hal tersebut, kalau saya sih biasa biasa aja kecuaaliiiiiii kalau si tenda atau acara hajatan yang memakan jalan tersebut menyebabkan kemacetan atau terhambatnya perjalanan saya nahhhh barulah saya mangkel.
Kalau saya sih paling ngedumel, nanyain dalam hati gimana jalan pikiran yang punya hajatan sampe mengakibatkan kemacetan dan mengakibatkan kerugian bagi orang lain (macet bikin terhambat sehingga rugi waktu donk?), tapi kalau orang lain? Anda?

Jangan sampai hajatan nikahan mengharap doa restu tapi yang ada malah umpatan dan sumpah serapah dari orang2 yg merasa perjalanannya terganggu
Ah.. jam pulang kantor, saatnya pulang.. Ya sudahlah, mengalah saja muter ke Yos Sudarso :/
Share:

Monday, April 07, 2014

poster yang membosankan

lama tidak update blog ini...

sudah mulai kehilangan semangat dalam segala hal... perhaps, tampaknya, mungkin...
sudah lebih dari satu tahun, sudah mau pemilu... masih di Medan juga...

ah sudahlah, terima saja nasib dan jalankan.... seperti dalam status BBM/WA "GO FORWARD WITHOUT FEAR". Maju terus....

Sebentar lagi Pemilu, iya Pemilihan Umum dalam rangka memilih wakil rakyat, para anggota legislatif dan perwakilan daerah.
Seperti biasanya, dalam Pemilu selalu diawali dengan yang namanya kampanye, sudah lazimnya setiap musim kampanye datang artinya juga musim menempel poster/billboard para calon anggota legislatif tersebut..

Di Medan?
Sama juga tentunya.... Jangankan musim kampanye, bukan musim kampanye saja banyak yang masang foto2 orang di spanduk/poster/billboard, yang entah siapa mereka itu... Ya ketua ormas lah, ya ketua yayasan anu lah, ya pengurus anu lah...
Wabah selfie dan narsis betul2 sangat terasa di Kota Medan ini, walau kita juga tidak tahu siapa mereka.
Ada yang pasang billboard iklan sekolah tinggi, tapi yang dipasang foto pemimpin yayasannya... Kenapa juga bukan masang foto fasilitas2 sekolahnya biar lebih meyakinkan?
Ada yg pasang billboard iklan toko baju, tapi yg dipasang foto yg punya sama karyawannya... Kenapa juga bukan masang foto2 koleksi bajunya?
Ada yg pasang billboard iklan koran, tapi yang dipasang foto dewan redaksinya sama entah siapa... Kenapa juga bukan masang tema koran dan rubrik2nya?
..... Medan, the city of selfie and narcissism hehehehe

Ah ya.. kembali lagi ke soal poster kampanye tadi. Sejak dahulu hingga sekarang, kenapa para caleg itu tidak pernah memberikan alasan dalam posternya kenapa para pemilih harus memilih ybs? Mayoritas para caleg ini hanya menuliskan nama, asal partai, nomor urut serta daerah pemilihannya, plus kata-kata standar MOHON DOA RESTU DAN DUKUNGANNYA
Hei... Kenapa harus memilih anda? Kenapa harus memberikan dukungan pada anda? Kenapa harus memberi restu pada anda?
Ok.. mungkin tidak semua poster caleg seperti itu. Tapi, sekali lagi, mayoritas, hampir semuanya, seperti itu.. Membosankan dan cenderung bikin saya jengah melihatnya. Apa semua caleg berpikir semua orang ikut orasi kampanyenya? Iya itupun kalau dia orasi, kalau tidak? Bingung kenapa harus milih ybs.
Memang masih ada yg menempel tulisan2 alasan singkat, contohlah JUJUR, MAMPU, BERANI (walaupun tidak semua, karena mayoritas poster membosankan tadi), tapi apakah hanya itu? Lalu mau ngapain caleg ybs kalau terpilih? Apa program kerjanya? .... Adalah yang bawa kata2 puitis dalam billboardnya seperti BEDAKAN MANA KSATRIA MANA PENCURI KUDA, maksudnya apa? Kalau ybs terpilih mau jadi ke Senayan naik kuda pake baju ksatria gitu? Caleg apa Ksatria Meja Bundar?

Dengan terbatasnya billboard atau poster atau spanduk, memang sulit untuk mungkin menulis program kerja karena terbatasnya media tersebut, tapi di sini lah harusnya para caleg tersebut "mikir", gimana caranya alasan kenapa mereka harus dipilih, program kerja mereka, tujuan mereka bisa tersampaikan pada masyarakat.
Mudah saja, para caleg tersebut tentunya punya  handphone atau telepon, kenapa tidak nulis nomor telepon hotline sebagai sarana tanya jawab mereka dengan pemilih?
Gak mau share no.handphone? Ada Internet, manfaatkan dengan membuat website untuk menaruh program kerja dan tujuan caleg ybs. Gak mau keluar duit? Ada blogspot, ada wordpress dll. Ribet? Ada sosmed,caleg bisa menulis program2 mereka di Twitter kek, Facebook kek dll
Sehingga nanti di poster caleg ybs, bisa ditulis nomer telepon kek, email kek, website kek, user sosmed agar konstituen tahu siapa wakil suara mereka kelak, siapa yang akan bertanggung jawab memenuhi harapan konstituen kelak.

Kalau sekarang? "Siapa elu? Mau ngapain lu?"
Share:

Friday, October 04, 2013

byar pet


bagi yang seri baca berita pasti udah maklum dengan berita kurangnya pasokan listrik di Sumatera... ya, seumur2 tinggal di Pulau Jawa (Bandung - Jakarta - Depok), baru sekarang lah saya merasakan byar-pet (istilah pemadaman listrik) seperti di Medan ini..

Dalam satu hari, pemadaman listrik bisa sampe 3 kali dengan durasi satu hingga tiga jam perpemadaman, kalaupun cuman sekali dalam sehari, durasinya bisa berjam-jam
Sekali dalam hidup saya mengalami pemadaman berjam-jam ketika masih di Bandung sampai 4-5 jam itupun karena insiden gardu yang meledak, tapi ini? dari jam 12 malam hingga jam 3 sore.. luar biasa...
dan kejadian tersebut berlangsung pada hari kerja di lokasi unit kerja yang saya pimpin.
Syukurlah, umat manusia menciptakan barang yang namanya genset, dengan barang tersebut unit kerja saya masih dapat beroperasional (walaupun kemudian mendadak genset tersebut bermasalah, hahaha gejolak dinamika Pincapem.. urusannya dari mengawasi kerapihan baju frontliner sampai ngurusin genset)

Akibat byar-pet ini bahkan beberapa kalangan masyarakat di Sumatera Utara mulai tersulut emosi hingga melakukan tindakan anarkis dengan melakukan pengrusakan di beberapa kantor pengelola listrik. Bahkan kemarin datang selebaran ke kantor saya, sebuah ajakan untuk berdemontrasi ke kantor perusahaan listrik dengan tuntutan penangkapan direktur perusahaan tersebut, pemeriksaaan terhadap beberapa proyek perusahaan tersebut hingga perangkat pemerintah daerah dan pembayaran kompensasi terhadap masyarakat.

Pemerintah dan perusahaan listrik sendiri menjamin keadaan ini akan berangsur menjadi normal kembali dan stabil pada bulan Desember 2013 ini, artinya setiap masyarakat harus selalu bersiap menghadapi keadaan byar-pet ini sampai 3 bulan ke depan... yang sebetulnya saya sendiri kurang yakin akan betul2 beres Desember ini..... yah semoga apa yang direncanakan tetap berjalan dengan lancar

Sementara saya sendiri harus sedia berjerigen2 solar di kantor serta mati gaya ketika sedang berada di kos .... *sambil nyanyi Lilin-lilin Kecil*
Share:

Tuesday, July 30, 2013

KNO

sebagai salah satu penggunanya di hari kedua KNO beroperasi, mari sedikit bercerita tentang bandara terbesar kedua di Indonesia (dan sering diklaim paling canggih)

KNO, merupakan kode IATA dari Bandara Internasional Kualanamu. KNO dibangun untuk menggantikan Bandara Internasional Polonia, yang telah hampir 80 tahun beroperasi, karena pergerakan penumpang di bandara tersebut semakin besar. Polonia didesain hanya untuk menampung pergerakan 900 ribu penumpang/tahun, sedangkan saat ini di Medan, pergerakan penumpang sudah mencapai angka 7,9 juta penumpang/tahun. Oleh karena itu dibangunlah Bandara Kualanamu ini yang mampu melayani pergerakan penumpang hingga 8,1juta/tahunnya.

Dengan total area 1365Ha dan luas terminal 118.930m2, KNO mempunyai runway berukuran 3.750x60m dengan panjang taxi way hampir 5.750m dan luas apron 200.000m2 sanggup melayani pergerakan 10.000 pesawat pertahunnya dan diorientasikan menjadi hub regional Asia. KNO mempunyai berbagai macam fasilitas seperti Baggage Handling System (memudahkan penumpang sehingga tidak perlu ada pemeriksaan sebelum check-in), Common Use Passanger Processing System (sistem yang menginzinkan maskapai untuk beroperasi di counter manapun), E-Gate, Border Control Management System (sistem yang mencegah masuknya WNA yang tercantum dalam daftar cekal), moda transportasi darat (bus, taxi dan Railink) dll.

tulisan2 di atas, saya salin dari flyer yang dibagikan oleh Duta Bandara di Kualanamu
ya, menginjak hari keduanya beroperasi (KNO beroperasi pertama kali tanggal 25 Juli 2013), saya menjadi salah satu penumpang yang hendak berangkat dari Kualanamu ke Soekarno-Hatta, KNO-CGK.
Banyak memang yang menyangsikan kelancaran operasional bandara ini dikarenakan terkesan terburu2 dan dipaksakan, walau akhirnya hal itu ditepis oleh berbagai pihak termasuk menteri BUMN sebagai atasan perusahaan pengelola bandara. Yang menyangsikan rata2 karena melihat ketidaksiapan infrastruktur pendukung bandara (walau di beberapa forum saya lihat ada juga yang menulis ketidaksaiapan faktor aviasinya, wallahualam), hal yang paling besar tentunya masalah transportasi, di mana sebelumnya masyarakat dimanjakan dengan Polonia yang terletak di tengah kota, kini berpindah ke Kab.Deli Serdang, bergeser puluhan kilometer.

Kenyataannya? ya, menjadi kendala...

saya berangkat dari kantor tepat pukul 16.30 ketika jam absen pulang (tenggo). Beberapa bulan sebelumnya ketika bandara belum dibuka, waktu tempuh dari kantor ke Bandara hanya sekitar 50 menit saja, tanggal 26 kemarin? 1,5 jam. Bukan waktu yang buruk sebetulnya, tapi ketika pengantar saya pulang, hampir 4 jam ybs baru sampai di Medan. Tentunya bisa dibayangkan bagaimana jika 4 jam itu terjadi pada saat keberangkatan, mules tentunya..
Jalan ke bandara dari Tj.Morawa pun bisa dibilang tidak terlalu mulus, karena ketika kita kagum dengan jalan yang lebar dan terpisah jalur, jalan tersebut tiba2 menyempit dan menjadi 2 jalur saja.
Pengantar saya, yg kebetulan AO di kantor, bilang sebetulnya penyempitan jalur itu tidak terlalu menjadi masalah, sepanjang mengantarkan saya dan ketika dia pulang jalanan terhitung lancar, masalah mungkin akan timbul kalau tiba2 ada kendaraan besar yang mogok di jalur yang sempit, mau kemana lagi nanti?.. Masalah lalu lintas sehingga macet parah, justru terjadi di daerah Simpang Kayu Besar karena adanya perbaikan Jembatan Sei Belumai. Perbaikan tersebut mengakibatkan adanya sistem buka tutup jalan arah yang berlawanan.
Jalur yang menyempit tersebut terkendala pembebasan lahan, tentu saja, ketika kemarin saya melintas pun sudah banyak spanduk2 dari warga sekitar terkait ganti rugi.
Sedangkan untuk perbaikan Jembatan juga ditargetkan akhir Juli ini selesai, wallahualam, semoga saja benar bisa segera selesai karena saya yakin tanggal 2 Agustus esok lah puncaknya arus mudik ke Kualanamu.


Tampaknya banyak warga sekitar yang penasaran seperti apa jadinya bandara kebanggaan propinsi Sumatera Utara ini, banyak warga yang memadati pintu gerbang bandara atau hanya sekedar nongkrong di flyover-rel sebelum bandara. Jalan menuju bandara kemarin betul-betul padat, baik oleh warga yang hendak menuju bandara, atau hanya sekedar nongkrong, tukang dagang bahkan kereta odong-odong pun ada di jalan menuju bandara. Bandara mentereng yang untuk cek-in tanpa pemeriksaan tentunya menjadi tempat rekreasi tersendiri.
Semoga hal inipun bisa segera ditertibkan.


kereta yang diharapkan sebagai solusi ketepatan waktu pun tampaknya masih belum bisa diharapkan terlalu banyak. Railink, perusahaan patungan Angkasa Pura 2 dan PT.KAI, yang melayani perjalanan Medan-Kualanamu pada kedatangan saya kemarin mengalami keterlambatan, dari jadwal yang seharusnya 20.25 ternyata baru diberangkatkan ke Medan pukul 20.55-an. Untungnya itu kedatangan, bisa dibayangkan bagaimana was-wasnya penumpang yang hendak berangkat menggunakan kereta api dan mengalami keberangkatan? (dalam sebuah broadcast BBM bahkan katanya pernah mengalami keterlambatan hingga 3 jam, wallahualam). Belum lagi stasiun di Medan atau di Kualanamu yang masih dalam tahap renovasi sehingga terasa sangat berdebu sekali dan tampak kurang rapi. Walau begitu, tampaknya AP2 dan KAI terus berbenah kekurangan tersebut, belum lagi rencana kedatangan kereta khusus bandara dan akan diresmikannya oleh Presiden SBY sendiri.


cukup sudah tentang kendalanya.. semoga hal tersebut bisa segera diperbaiki mengingat mulai minggu ini dimulainya arus mudik (jalan ke KNO sendiri merupakan jalur mudik ke kota2 lain di Sumatera Utara)...

lalu bagaimana dengan bandaranya sendiri?
CANTIK! ya, saya kagum dengan tampilan bandaranya, walau masih dalam tahap penyelesaian dan renovasi namun sudah sangat terasa kecantikan, kemegahan dan kecanggihannya. Bahkan sebagai warga Jawa Barat, saya sempet men-twit rasa iri saya kapan Jawa Barat punya bandara megah seperti ini?

Secara umum, Kualanamu terdiri atas 3 lantai, lantai pertama untuk area kedatangan, lantai kedua (tampaknya) untuk area komersil (toko, resto dll) sedangkan lantai ketiga untuk area keberangkatan. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, dengan sistem CUPPS dan BHS ini memungkinkan siapapun bisa masuk ke counter area (persis Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta). Di Kualanamu tidak terlihat loket pembayaran airport tax, airport tax dibayarkan langsung di counter check-in dan tercetak dalam boarding pass berbentuk barcode. Barcode inilah yang digunakan penumpang untuk di-tap-kan di E-gate boarding room.

Dalam boarding room, seingat saya ada 12 gate, gate2 awal diperuntukkan penerbangan internasional sedangkan mayoritas untuk penerbangan domestik. Hal ini menjadikan bandara ini berbentuk huruf T, I nya untuk 3 lantai tadi dan - nya untuk boarding room sejumlah 12 gate tadi.
Kemegahan bandara ini juga terasa ketika  pesawat hendak lepas landas, rasanya lama sekali pesawat berjalan di taxi way :), dalam hati saya berujar sambil bercanda, apron-nya luas, taxiwaynya panjang, runway-nya jangan2 ke Polonia lagi..     dan ya, dari runway kita bisa melihat betapa luasnya apron, taxi way serta bandaranya sendiri. Runwaynya sendiri bahkan terlihat lebar dari dalam kabin pesawat. Oya ketika pesawat berjalan di taxi way, saya juga sempat melihat kendaraan pemadam kebanggaan bandara ini (yang sering2 disebut transformers), memang terlihat keren.


Fasilitas umum di bandara ini juga belum terlalu banyak, wajar memang karena masih proses finishing. Jumlah restoran masih bisa dihitung dengan jari, penunjuk arah masih simpang siur, mushola yang terbatas (dan tempat wudhu yang menyulitkan) dan masih banyak hal lain yang perlu dibenahi. Untuk transaksi keuangan, tenang saja di bandara ini sudah beroperasi beberapa ATM dan bahkan sudah ada bank yang beroperasi di sini... Salah satunya tentu bank yang selalu melayani dengan setulus hati :)


Sebagai salah satu gerbang Sumatera Utara, Kualanamu tentunya akan selalu berbenah menjadi lebih baik agar menjadi salah satu kebanggaan negeri ini.. Horas!
Share:

Monday, July 08, 2013

susah kah mengikuti peraturan?

iya.. memang belum terbukti menyebabkan kecelakaan pesawat
iya.. memang beda frekwensi antara HP dan komunikasi/navigasi pesawat
iya.. pesawat ada shield utk medan elekromagnetik
iya.. di Discovery pernah dibuktikan kalo engga ngefek

 ..... tapi susah kah mengikuti aturan yang ada?
sama halnya ketika melihat lampu lalu lintas dalam keadaan merah tapi jalanan sepi, pilihannya ikut aturan atau melanggar aturan meski tahu tidak berbahaya


@a_aldi: Bapak2 kasep penumpang QZ7802 MES-BDO 18.30 tgl 5 Juli kursi 9B dan 9C, lain kali uteuknya dipake ya, masa mau landing BBM-an?
Share:

Monday, March 12, 2012

rindu masalah


Kebakaran..
Krl mogok..
Jaringan listrik padam..http://www.blogger.com/img/blank.gif
jangan2 pt.ka dan kcj sengaja menjadikan masalah sbg kebiasaan #curiga ..

Masalah... Masalah... lagi2 masalah, seakan hal ini sudah menjadi kebiasaan bagi krl jabodetabek, jangan2 kelak penumpang justru kangen masalah ketika krl berjalan normal.

Sperti halnya tanggal 7 Maret kemarin dan hari sebelumnya ini.. sebelumnya terjadi padam aliran listrik krl di sekitar cilebut-bogor yg menyebabkan krl mengantri (bahkan ada yg sampai berhenti begitu saja dan menurunkan penumpang begitu saja di tengah jalan) dan kacaunya relasi bogor-jakarta pp.. Seakan belum cukup,esoknya, masalah terjadi lagi. 2 krl mogok di sekitar citayam. Akibatnya? Jadwal berantakan, penumpang menumpuk dan berjejal di sebuah relasi..

Krl jabodetabek yg digadang2 sbg salah satu solusi transportasi di ibukota, sudah sewajarnya juga mendapat perhatian pemerintah pusat dan dki, bukan hanya tanggung jwb pt.ka saja.
Ketika Dahlan Iskan melakukan sidak dgn menaiki krl ke bogor, terbersit secercah harapan perbaikan transportasi yg dikelola sebuah bumn ini.
Namun tampaknya harapan tinggalah harapan, sejak sidak tsb masalah tetap menjadi sebuah kebiasaan di krl jabodetabek, lagi2 krl tampak menjadi tanggung jawab pt.ka sendiri

harga BBM mau naik, transportasi massal masih jadi anak tiri.. Ya, saya merindukan pintu ajaib
Share:

Tuesday, September 13, 2011

krlku sayang.. krlku malang..

sudah bukan menjadi rahasia kalau sarana transportasi publik dan massal di negara ini carut marut dan kacau balau..
pemerintah seakan menganak tirikan transportasi publik/massal dan lebih menganakemaskan pengguna kendaraan pribadi.. ketimbang memperbanyak bus angkutan umum yang baik, bersih dan layak, pemerintah lebih suka memperlebar dan memperbanyak jalanan

salah? tidak.. tapi harusnya diprioritaskan sama, bahkan lebih..

contoh paling jelas? tentu saja KRL.. Kereta Api Listrik di Jabodetabek
suatu sarana transportasi publik/massal yang ada sejak tahun 1925 ini seakan kalah oleh pembangunan infrastruktur jalan.. ketika dibangun jalan layang Antasari, KRL hanya merubah jadwal express menjadi ekonomi AC, tidak ada perubahan yg signifikan
segala masalah yang terjadi di KRL (baik keretanya, persinyalan dan lain-lain) pun tampaknya tidak mengalami perbaikan yang berarti.. sehingga "masalah" tampaknya sudah bisa menjadi makanan sehari-hari para komuter

seperti halnya pagi ini, ketika sampai di Stasiun Depok melihat tumpukan masa di peron 1 dan 2, feeling udah ga enak.. cek linimasa twitter, betul juga.. "sedang ada masalah lagi"
@krlmania: Krl eko panas mogok di citayem. Krl di blakangnya trhambat

ah ya sudahlah..
lagi2 hari itu harus dilalui dengan berdesak2an di KRL yg bertiket 6ribu tersebut, yang judulnya AC tapi tidak dingin sama sekali karena saking penuhnya bahkan pintu pun tidak menutup.. dan tentunya kadang berjinjit karena untuk menjejakkan kaki dengan nyaman pun susahnya minta ampun..
untungnya kejadian dulu tidak terulang lagi.. masih bisa turun di Pasar Minggu, masih bisa absensi pukul 07:29:40
alhamdulillah!



ah iya... saya belum mengucap
SELAMAT IDUL FITRI 1432H
TAQABALALLAHU MINNA WAMINKUM
JA'ALNALLAHU MINAL ADIZIN WAL FAIDZIN

Mohon Maaf Lahir dan Batin
Share:

Tuesday, April 05, 2011

transportasi publik dan saya.. tadi pagi

saat ini saya ingin ngedumel masalah transportasi publik..
penyebabnya?
ini nih

KRL Ekonomi?
bukan.. ini bukan KRL Ekonomi, ini KRL AC Ekonomi Bogor-Jakarta
kok bejubel gitu?
itulah yang bikin saya ngedumel

seperti biasa, saya salah seorang pengguna KRL AC Ekonomi yang berangkat dari St.Depok dengan tujuan St.Pasar Minggu pada saat keberangkatan ke kantor pagi2.. pagi ini, sedikit dikejutkan dengan banyaknya orang di peron 1 dan 2, suatu hal yang jarang saya lihat.. perasaan udah ga enak, jangan2 orang2 ini mau naek KRL AC Ekonomi juga.. padahal, biasanya ga sepenuh itu..
dan benar saja.. ketika KRL AC Ekonomi Bogor - Jakarta itu datang, bagaikan melihat gerobak berisi ikan pindang.. penuh sesak, bahkan sampai pintu2nya pun tidak ditutup karena banyak penumpang yang bergelantungan (di tempat turun, bahkan saya baru tahu ada yg sampe naek ke atap), biasanya ketika kereta berhenti di St.Depok, KRL ini paling cuman ditambah 3 orang perpintunya, tadi pagi? sampe 20 orang perpintu.. dengan keadaan sudah berjubel, ditambah pula ratusan orang... Ya Tuhan, sebetulnya enggan untuk naik, tapi apa boleh buat, waktu sudah menunjukkan pukul 06.20 (terlambat 15 menit pula dari harusnya berangkat 06.05)
dan ketika saya turun di St.Ps Minggu, makin terlihat isi KRL makin menggila, bahkan gerbong khusus wanita yang ada di ujung rangkaian pun sudah dimasuki pria.. ck ck ck

lagi-lagi, transportasi publik yang menjadi tumpuan banyak masyarakat kembali mengecewakan.. bagaimana masyarakat mau beralih dari moda pribadi ke transportasi umum jika transportasi umumnya pun seperti itu
..kenyamanan..
..keamanan..
..ketepatan waktu..
hal-hal yg vital dalam transportasi publik dan sayangnya belum mampu dipenuhi oleh transportasi publik di negara ini.. entah angkot kek, bus kota kek, metromini kek, busway kek, KRL kek.. semuanya mentah

saya jadi iri dengan transportasi publik yang ada di Singapura, ketiga hal vital tersebut mampu dipenuhinya.. untuk urusan kenyamanan, saya baru lihat ada orang tua yg dengan santai dan tenangnya membawa bayinya dalam kereta bayi kedalam bus atau MRT ketika jam sibuk, di sini? cis jangan harap saya bawa2 si adin pas jam pergi/pulang kantor naek busway/KRL.. keamanan? buang sampah pun enggan apalagi berbuat kriminal.. ketepatan waktu? predictable.. dibilang transportasi datang 5 menit lagi ya bener 5 menit lagi ada

tapi ya itu di Singapur, yg ngurusnya mungkin ga seruwet tempat segede Jakarta atau bahkan Indonesia.. tapi sebagai pengguna transportasi publik, tentunya boleh donk saya berharap someday negara ini berpihak dan memanjakan pengguna transportasi publik (walau entah kapan)..
tentu saya boleh berharap ketika jam pergi/pulang kantor busway cuman menunggu 5 menit dan tidak berdesak2an.. tentu saya boleh berharap kedatangan KRL pas sesuai jadwal dan bisa duduk dengan nyaman.. tentu saya boleh berharap bisa menjangkau tempat2 terntu dengan menggunakan transportasi publik yang nyaman dan tepat waktu

... semoga
Share:

Tuesday, February 01, 2011

sadarkah?

ada yg menarik ketika makan mie ayam semalam..
di sebelah ada 3 orang bapak-bapak yg sedang mengobrol soal pengalaman berkendaraan di jalan raya.. sedikit2 terdengar beberapa percakapan mereka
"gw kemaren pake motor di Mampang pake jalur busway"
"yoi, gw juga sering tuh.. hahaha waktu ada polisi mau berhentiin gw langsung ngebut aja"
"ah busway ini malah bikin tambah macet, gw kan capek nih pulang kerja .. maunya cepet pulang, pemerintah mestinya ngerti sama ngerti lah ga usah pake tilang segala"
"iya, ngapain juga naek busway.. dempet2an gitu, mending naek motor terobos busway"


gambar dari Primar Online


eh?!?
helooo..
kok bangga sih bikin salah?
kok seneng sih melibas kepentingan umum demi kepentingan pribadi?
kok egois sih?

sometimes masih suka engga ngerti sama jalan pikiran orang2 yg egois kayak bapak2 di atas.. andaikan semua orang bersabar dan selalu menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi, andaikan semua orang patuh pada peraturan tanpa mesti dilihat atau diawasi.. yakin, crowded jalan Jakarta engga bakal separah ini
Share:

Monday, April 19, 2010

Kereta Api Parahiyangan

Sedih..
Ya, sedih dan kaget ketika mendengar kabar mengejutkan tentang pensiunnya Kereta Api Parahyangan.


Rangkaian kereta api eksekutif dan bisnis yang melayani rute Jakarta-Bandung PP ini mulai 27 April 2010 akan dipensiunkan, menurut kabar gerbong2nya sendiri nantinya akan dialihkan dan digunakan ke rute baru Bandung-Malang dgn nama baru Kereta Api Malabar (Malang-Bandung Raya). Sangat disayangkan memang, rangkaian yg dengan setia melayani penumpangnya selama 39 tahun (sejak 1971) ini dipensiunkan karena kehadirannya tampak masih dibutuhkan utk sbg alternatif bepergian Jakarta-Bandung pp selain Tol Cipularang. Ya rupanya krn kehadiran infrastruktur tol tsb PT. Kereta Api (KA) mengangkat bendera putih, ya ironis memang tapi apa boleh buat mungkin inilah yg namanya persaingan usaha, tampaknya hukum Makoto Shishio yg berlaku "yang kuat memakan yang lemah".
PT.KA berujar bahwa tingkat okupansi Parahyangan yg kurang dari 50% membuat perusahaan cukup babak belur karena merugi (Parahyangan baru bisa untung jika okupansi lebih dari 80%). Walau sebetulnya bisa jadi pertanyaan juga "kalau masalahnya okupansi, kenapa tdk dijalankan cukup weekend saja?" karena sbg penumpang setia Parahyangan akhir pekan, bisa dijamin okupansi lebih dr 100% pada saat weekend (tentu saja lebih, krn byk yg berdiri) atau solusi lainnya dengan meningkatkan mutu pelayanan, ya MUTU! melihat potongan kliping koran 70-an tentang launching Parahyangan tertulis jelas pada saat pertama kali digunakan Parahyangan bisa mengantarkan penumpang dari Bandung ke Jatinegara dalam waktu 2,5 jam! dan itu tahun 1971! kenapa sekarang malah makin merosot menjadi 3 jam?

Tapi ya entahlah, mungkin pihak manajemen PT.KA punya hitung2annya sendiri.. Yang jelas, terasa sekali emosi yg muncul karena hilangnya rangkaian ini, mengingat Parahyangan selalu menjadi kendaraan favorit jikalau menuju Jakarta (dan pulangnya) pada saat kecil dulu.
Teringat ketika rangkaian gerbongnya masih merah, interiornya tidak sekusem sekarang dan menu2 restorkanya masih menarik. Ya, inget sekali waktu kecil dulu suka berlari2 dari ujung gerbong yg nempel ke lokomotif sampai gerbong terbelakang, kemudian juga entah kenapa ketika kecil suka sekali memperhatikan rel dari gerbong paling belakang. Menu restorka Parahyangan sendiri dulu rasanya ga kaya sekarang yg cuman sedia nasgor , rames dan mie instant (dan 33nya ga enak pula), dulu itu rasanya restorka menyediakan Soto Kudus.. OMG, ini soto enak banget! Saking enaknya dulu jari pernah kejepit pintu gerbong ga kerasa sakitnya krn makan Soto Kudus *LOL*
punya kenangan tentang rangkaian kereta api yang satu ini?
Ah.. Begitu byk kenangan akan kereta ini, bahkan belum sempat saya kenalkan kereta ini sama si akang..



ng-alay dulu sebelum pensiun


Oya, lanjut dikit.. Cipularang tampaknya akan kembali menggerus 1 rangkaian lagi.. Ya mnurut loket di DAOP 2, tgl 16 Mei 2010 ada kemungkinan Argo Gede ikut angkat bendera putih turut pensiun.. Ah sayang sekali memang, jd teringat ketika ada bapak2 di loket yg kesal sekali mendengar kabar itu "apa2an sih ini? Di Eropa itu kereta api jd pilihan utama utk transportasi massal, dikembangkan dan diperbanyak, di sini kok malah dihapus2in?".. Ya, setau saya juga di byk negara maju, kereta api merupakan moda umum utama yg bersifat massal utk menghubungkan tiap kota, maka tidak heran pemerintah kolonial dulu membangun rel sepanjang 6200 km-an (1930-an) untuk menghubungkan tempat2 di Pulau Jawa, kini? Rel tsb hanya bersisa 4500 km-an (1999) saja..
Ironis memang, penjajah berusaha membangun, kita malah menghancurkannya..
Entah mencontoh negara manapula, infrastruktur penghubung di Jawa menggunakan tol? Ada yang tau sejarahnya? apa keberadaan tol memang akan menggerus kereta api? ... betul2 sedih ketika perkeretaapian seperti menjadi anak tiri transportasi di negeri ini

jadi teringat tweet seorang teman
Tol cipularang bikin bangkrut KA Jkt-Bdg. Gmn jadinya kalo tol trans jawa dah jadi???


Farewell Parahyangan ..
Memori akan rangkaianmu akan kukenang selalu
Share:

Tuesday, June 16, 2009

surat keterangan sehat ....

pernah ke Puskesmas?

yaaaa klo belum pernah cek atau konsultasi pasti pernah liat kan yg namanya PUSKESMAS?
keberadaan Puskesmas mungkin dulu sering disepelekan sbg tempat pemeliharaan kesehatan dan pengobatan dengan harga miring, sehingga identik dgn pengobatan kelas bawah, belum lagi kalo ngeliat bangunannya yang yaaa rada2 kurang terawat ...
... itu mungkin dulu, sekarang liat Puskesmas yang ada di Kircon Bandung ato Palmerah Jakarta, uwoooow udah mirip Rumah Sakit aja, bahkan sampe sedia IGD 24 Jam-nya segala, tempatnya bersih dengan bangunan yang mentereng, keren! ... ga heran kalo dulu Puskesmas kebanyakan orang2 dateng pake angkot, sepeda dll, sekarang parkiran Puskesmas sudah mulai terisi mobil2 pasien atau pengunjung ......
aldi sendiri udah beberapa kali meriksain diri ke Puskesmas, bahkan buat berobat waktu sakit gigi juga pernah (akibat iming2 istri yang bilang murah dan dokternya cantik, emang cantik sih, tapi giliran diperiksa si dokter malah pergi dan diganti dokter cowok... grmbll)
semoga Pemerintah yang baru nanti memperhatikan dan terus membesarkan Puskesmas sebagai salah satu sarana layanan kesehatan yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat ...

bukan itu sih yg mau dibahas ....
pernah bikin Surat Keterangan Sehat?
kalo pernah, biasanya di mana?
udah pernah bikin di Puskesmas? ............. kalo di sana, biasanya cukup daftar, bayar 5000, ditanya nama, tinggi badan, berat dan umur, petugas ngisiin data2 kita di sebuah formulir, formulirnya dikasiin ke dokter, dokter tandatangan formulir tsb, formulir tsb dikasiin ke kita deh sama si petugas...
dan formulir tsb lah Surat Keterangan Sehat-nya
simple kan?
.......... tapi kok ga diperiksa ya? ga ada konsultasi dulu sama dokternya .. gimana kalo kita ngasi data2 yg salah ttg tinggi badan, berat dan umur? kok ga diperiksa? gimana klo orang sakit bikin keterangan sehat dan lolos2 aja?
udah beberapa kali ke Puskesmas dan terakhir nganterin istri kemaren buat bikin surat tsb, prosedurnya selaluuu aja sama
padahal waktu bikin di salah satu klinik dan lab, ada konsultasi dokter dulu ... tinggi badan dan berat pun susternya yg meriksa, bukan kita yg ngisiin ...

anyway, surat keterangan sehat itu biasanya diisi atas penilaian apa aja ya?
mudah2an sih pembuatan surat keterangan sehat ga secluscles gitu, agar pelayanan Puskesmas juga semakin maju .....
Share:

Monday, May 11, 2009

mobil kijang (english: trolley)

anak2 sekalian ...
apakah Bahasa Inggris atau kosakata lain dari mobil Toyota Kijang??

untuk menjawabnya... mari kita lihat gambar berikut ini

gambar tersebut adalah gambar sebuah mobil Toyota Kijang yang parkir di tempat khusus untuk jenis mobil tertentu saja (penandanya adalah sebuah plang yang dilingkari kotak merah) .. karena Toyota Kijang tsb parkir di situ, berarti tempat tsb adalah tempat parkir khusus mobil jenis Toyota Kijang

sekarang.. mari kita zoom plang penanda parkir khusus Toyota Kijang tersebut..


nahhh .. anak2 sekalian, bisa ditarik kesimpulannya?
berdasarkan gambar di atas, kosakata lain untuk mobil Toyota Kijang adalah kereta dorong, mobil Toyota Kijang dalam Bahasa Inggris bisa disebut juga trolley


sekian pelajaran dari Bapak hari ini, sampai berjumpa di kelas yang sama ..
Share:

Thursday, May 07, 2009

audisi pengamen



tadi pagi ngeliat berita yg cukup menarik di Liputan 6 ..
beritanya tentang cara unik Pemkot New York untuk menertibkan para pengamen di Grand Central NY (stasiun2 SUBWAY NY) melalui sebuah program audisi, para pengamen yg lolos diberi izin untuk bisa mengamen di Grand Central selama setahun penuh ...
subway idol nih ceritanya ..

kira2 bisa ga ya pemerintah/pemda/pemkot di sini mengikuti cara yg sama seperti yang dilakukan di NY? pemerintah ngadain audisi misalnya untuk pengamen heuseus busway? pengamen heuseus metromini? pengamen heuseus kawasan makan?
.... hahhh, mimpi kali yee...

seperti yg pernah aldi tulis di status facebook, pengamen di Indonesia itu 10%-nya entertaining 90%-nya annoying.. dari 10 orang pengamen paling cuman 1 orang yg bener2 menghibur.. sisanya? ya gitulah ...
bandingkan dengan gambar2 atau video2 yg suka ditayangin di TV tentang pengamen2 di luar negeri .. keren banged, ada yg nyanyi dengan kualitas John Mayer, ada yg pantomin, ada yg nampilin alat musik daerah tapi dengan kostum daerah pulak ... layak diacungin jempol!

di sini? modal tepuk tangan dan suara yg bikin pusing pun udah cukup... itulah kenapa aldi bilang 90%-nya annoying ... kelakuannya pun aneh2, kita sedang asyik2 ngobrol tanpa babibu langsung nyanyi, lha obrolan pun jadi terganggu ato kasus laen ngamen cuman nyanyiin reff-nya doank udah minta duit, klo ga dikasi nyanyi tuh reff doank plus kata2 "permisi om" heeelhhhoooo?!?

di antara 10% yg entertaining itu mungkin termasuk di antaranya ...
..pemuda2 yg suka nyanyi akapelaan di Cilaki Bandung, klo udah bawain BoyzIIMen kerennn banged
..anak2 cewe ABG yg suka nyanyi di metromini 640, peralatannya lengkap ada gitar kecil, kecrekan, perkusi dari pipa PVC, berbeda dgn pengamen metromini yg ini hobinya bawain lagu2 daerah Indonesia Timur dan lagu2 latin ... keren!
..pengamen2 di Stasiun Bogor klo lagi nunggu kereta berangkat, alat2nya lengkap gitar akustik sampe gitar listrik, bas betot, vokal yg saling melengkapi dll
mau menambahkan?
Share: