Saturday, July 11, 2015

Life as Pinca (1)

Saya pernah bercerita sebelumnya, ketika membaca SK penenempatan kerja yg sekarang, saya heran dan kebingungan "di mana itu Lubuk Sikaping?" terlebih ketika tahu bahwa hampir 65% wilayah daerahnya adalah hutan belantara.
Gimana anak mall ini bisa bertahan?
Tapi Allah Maha Adil, segala sesuatunya ada hikmah positif yg bisa dipetik.
Salah satunya tentang wilayah bisnis tempat kerja saya. Dengan kondisi lebih dari 65% wilayah Lubuk Sikaping (Kab.Pasaman) masih hutan belantara pada awalnya membuat saya shock dan takut "potensi bisnis apa yang bisa digali?". Ah tapi ya ada saja  jalannya, ada saja ceritanya yg menarik.
Dengan kondisi masih banyak hutan, membuat saya kerja melalui atau keluar-masuk hutan. Apalagi kalau sudah on the spot ke nasabah mikro, ada saja hal yang menarik.
Terkadang ketika dalam perjalanan masih suka bisa melihat hewan liar yang berkeliaran, yaaa berbagai macam jenis monyet yaaa biawak dari yang kecil sampai yg besar yaaa ular dari yg kecil sampai kobra dgn panjang 3m yaaa babi liar. Bahkan AMBM (manajer bisnis mikro) atau Kepala Unit pernah bercerita bertemu dengan rusa atau macan tutul.... he????
Inilah yg menarik, kunjungan ke nasabah, saya anggap rekreasi lewat Taman Safari.
Jadi kepala cabang di Lubuk Sikaping juga membuat saya melihat kehidupan penduduk Indonesia yg di dalam hutan tidak hanya melalui televisi. Terakhir saya on the spot ke salah satu nasabah mikro membuat saya berkali2 bertanya kepada mantri (marketing mikro) "ini kamu gak salah jalan? Gak tersesat? Betul nasabahnya tinggal di sini?" Bagaimana tidak? Jalan masuk hutan, ketemu jembatan rusak, bahkan melewati jalan yg putus oleh sungai kecil. Tapi akhirnya betul, saya bisa melihat perkampungan kecil yg hanya dihuni 20KK di tengah hutan, bahkan ketika solat jumat hanya ada sekitar 15 jamaat. Listrik pun belum masuk ke sana.
Subhanallah, Indonesia itu luas.
Ya, segala macam hal akan ada hikmah positifnya.
Share:

Monday, April 13, 2015

TALU

Lazimnya kantor cabang di institusi tempat saya bekerja, biasanya mensupervisi unit2 kerja lainnya, seperti KCP atau Unit atau Kantor Kas yg tentu saja menginduk ke cabang tersebut.

Cabang Lubuk Sikaping sendiri mensupervisi 8 Kantor Unit (unit sendiri mensupervisi kantor Teras, yg saat ini berjumlah 6). Salah satu Unit terjauh adalah Unit Talu.

Secara geografis, Talu sebetulnya sudah masuk wilayah Pasaman Barat. Namun secara lokasi masih lebih dekat ke Lubuk Sikaping, ya walau jarak tempuh ke Talu cukup memakan waktu (1.5 - 2 jam) karena harus melewati daerah hutan lindung Rimbo Panti.

Selain sektor ekonominya yang tumbuh dari perkebunan sawit, daerah Talu ini ternyata mempunyai beberapa objek wisata yang menarik. Salah satunya adalah bunker-bunker peninggalan Jepang. Ya, sepanjang jalan dari Talu menuju Pasaman Barat akan terlihat di kiri kanan jalan bunker2 atau battle station peninggalan Jepang. Sayangnya di sekitar lokasi tidak tersedia informasi yang cukup mengenai tahun pembuatannya, kenapa dibangun di situ dll.

Tapi kalau saya sedikit ngarang sebagai pengamat sejarah Perang Dunia ke-2 #SotoyMode, bunker atau battle station tsb dibangun dikarenakan jalan di Talu merupakan penghubung daerah Pasaman Barat dengan Sumatera Utara. Ya, kalau lihat2 gambar2 dari KITLV, akan terlihat bahwa sejak jaman kolonial Belanda, di Pasaman Barat telah berkembang pabrik2 sawit, selain itu juga daerah Pasaman Barat yang merupakan daerah pantai tampaknya dulu menjadi salah satu titik pendaratan tentara Jepang.

Daerah Talu juga terkenal dengan Gunung Talamau-nya yg juga mempunyai banyak objek2 wisata lainnya,seperti air terjun dan beberapa telaga. Hanya saja untuk objek2 wisata tersebut belum sempat saya kunjungi karena tidak termasuk perlintasan ketika berdinas.
Eh tapi ada wisata unik lainnya yang bisa dicoba, naik mobil langsiran kelapa sawit. Ya, mobil hardtop yang dimodifikasi dengan ban besar serta bak terbuka untuk melewati medan berat dalam rangka ke pedalaman kebun sawit untuk mengangkut kelapa sawit.
Kebetulan juga beberapa nasabah ada yg mempunyai usaha kebun sawit, sehingga pada saat on the spot atau pembinaan, saya menaiki mobil langsiran tersebut. Lumayan, off-road-an pake mobil kelapa sawit.
Share:

Sunday, February 15, 2015

memulai kisah baru

"selamat ya.."
"selamat apa Mas?"
"lu masuk Kanwil Padang di Cabang Lubuk Sikaping"

JELEDARRRR!!! *Kilat siang bolong versi 2.0 (Untuk Versi 1.0 bisa diliat di sini)

Lubuk Sikaping? Di mana itu?
Jadi Pemimpin Cabang? Memimpin ratusan orang? Punya kewenangan kredit yang besar?
*tepok jidat

Betul-betul sama sekali tidak pernah terbayang sebelumnya. Boro-boro jadi pemimpin cabang, ketika mendapatkan SK jadi Pincapem aja kagetnya luar biasa. Bayangkan saja, backgroun IT, lama jadi tenaga support, kini jadi orang bisnis.
Sejujurnya, betul-betul tidak pernah terpikir sebelumnya akan membawa tanggung jawab sebesar ini, terpikir setelah mengikuti assesment kemarin bisa terpanggil kembali untuk dapat bekerja kembali di bidang support. Ya, sejujurnya saya bercita-cita kembali ke Kantor Pusat, 2 tahun rasanya sudah cukup untuk belajar dunia nyata dunia perbankan di KCP.
Tapi rupanya Allah berkehendak lain, per 1 Februari 2015 kemarin keluar lah SK Mutasi yang menyatakan saya sebagai Pemimpin Cabang Lubuk Sikaping. Kaget? Pasti. Kecewa? Sedikit.
Tapi lagi, Allah Maha Tahu. Allah yang lebih tahu mana yang terbaik untuk hamba-Nya. Buat kita terasa mengecewakan dan berat, wallahualam justru di ujung kita mendapat hasil yang jauh lebih baik. Insya Allah.
Ya, semuanya adalah proses. Tergantung kita, bagaimana menjalaninya dan semoga bisa kita dapat menjalaninya dengan sebaik mungkin.
Bismillah, Lubuk Sikaping, here i come .....

Eh bentar, Lubuk Sikaping itu di mana?
Hehehe ya ya... 9 tahun berkarir di BRI, taunya cuman cabang Padang, Bukittinggi, Painan dan Sungai Penuh. Jadi, setelah sedikit membaca tentang lingkungan tempat kerja saya yangbaru ini, bisa saya jelaskan kalau Lubuk Sikaping merupakan nama sebuah kecamatan yang menjadi ibukota Kabupaten Pasaman. Dulunya sentra produksi kabupaten ini adalah kelapa sawit, namun karena pemekaran wilayah (menjadi Kabupaten Pasaman Barat), Kabupaten Pasaman yang hampir 70% wilayahnya adalah hutan (menurut Kepala Dispenda-nya lho ya) sekarang fokus di perdagangan, perkebunan dan perikanan.
Kabupaten Pasaman merupakan kota paling ujung di utara provinsi Sumatera Barat, sehingga berbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Riau. Dari Padang untuk menuju Pasaman hampir memakan waktu 4-5 jam melewati Pariaman, Padang Panjang dan Bukittinggi (sekitar 2 jam dari Bukittinggi).

Yes, anak kota, tukang ke mall saban minggu ditaruh ke tempat sepi. Ah sudah lah, berpikir positif aja bahwa ini proses pembelajaran dan yang penting selalu memberikan yang terbaik.

Bismillah .............



Share:

Saturday, October 11, 2014

tips menghadiri resepsi pernikahan adat Batak

Setelah hampir 2 tahun di Medan, baru sekarang berkesempatan menghadiri resepsi pernikahan adat Batak. Kebetulan, salah satu pekerja di kantor menikah dan menggelar resepsinya pada hari ini. Sebagai pimpinan yang baik, tentunya undangan ybs dipenuhi untuk dihadiri... Ciyee gitu

Untuk pernikahannya sendiri, saya pernah diceritakan salah satu pekerja di kantor (yg Batak tulen) dan membaca timeline @hotradero, untuk adat Batak memang banyak upacara adatnya terutama penghormatan2 terhadap anggota keluarga. Sehingga tidak heran, di acara resepsi pengantin akan lebih banyak bergabung dengan keluarga besarnya.

Bergabung?
Ya bergabung.... 
Pekerja di kantor (marga Sianturi dan Boru Tobing), sering bercerita bagaimana adat istiadat serta resepsi pernikahan Batak yang kalau saya tangkap sangat berbeda dengan adat di Pulau Jawa. Resepsi pernikahan di Jawa, tempat resepsinya menyatu mau keluarga mau undangan umum ya di situ-situ juga. Pada adat Batak, tempat resepsi biasanya terdiri dari dua lantai, lantai satu untuk acara adat dan keluarga, sedangkan lantai dua untuk undangan umum.
"Nanti kalau Bapak datang ke tempat resepsi, langsung ke lantai dua saja Pak, soalnya lantai satu untuk keluarga dan makanan yang dihidangkan juga khas Batak" jelas seorang pekerja sehari sebelum acara resepsi. Oya tentu saja makanan khas Batak yang dimaksud adalah makanan non-muslim (IFYWIM)
"Dan nanti Bapak kalau bisa hadir jam 12.30-an soalnya jam segitu pengantin istirahat dari kegiatan adat sekaligus beramah tamah dengan undangan umum" tambahnya.

Oke sedikit cerita sebelum ke tipsnya, jadi tadi hadir dengan pekerja-pekerja yang lain, yg sayangnya tidak ada yang bersuku Batak untuk membimbing kita di tempat acara... Hehehehe....
Datang ke tempat resepsi sekitar jam 12.45-an, seperti saran dari pekerja yg bersuku Batak (dan kebetulan di undangan tertulis resepsi memang jam 12-selesai). Saat kami datang rupanya masih prosesi adat dan sesuai saran sebelumnya karena prosesi adat khusus keluarga, kami langsung menuju lantai 2. Di lantai 2 betul-betul hanya ada tamu undangan karena keluarga mengikuti prosesi adat. Satu rombongan clingak-clingukbagaimana mau memberikan kado atau 'amplop'.
"Pak ini dikasih ke siapa?" .... lah kok lu tanya gue yang orang Sunda? hahahahaha.
Akhirnya kita menunggu di lantai 2 karena sebelumnya sudah diceritakan bahwa nanti pengantinnya sendiri yang akan ke lantai 2. Menunggu sambil dihibur oleh wedding singer plus dikasih nasi kotakan (kalau cerita marga Sianturi, tergantung kondisi, kadang nasi kotak kadang tamu ambil prasmanan). Dikarenakan lantai 2 ini untuk undangan umum, maka bisa dipastikan bahwa hidangan yang disajikan masuk kategori halal (pun tadi begitu, masakan Minang).
lalu sekitar pukul 13-an, pengantinnya masuk ke ruang lantai 2 dan duduk di pelaminan. Sementara kami sendiri bingung, harus ngapain, masih clingak-clinguk karena tidak ada tamu undangan yang menghampiri pelaminan ataupun seperti yang diceritakan, pengantinnya menghampiri undangan. Hahahaha mulai salting..... Rupanya, di lantai 2 ini selain menghampiri undangan,pengantin juga sekaligus beristirahat dan makan siang (makan siangpun ada prosesi adatnya) sambil beberapa kali ada saudara2 yang menghampiri untuk memberikan semacam petuah dan ucapan selamat. Sementara saya sendiri masih bingung kapan menyelamatinya hahahaha... Ketika pengantin selesai makan siang, tiba-tiba ada anggota keluarga yang meminta pengantin untuk kembali ke lantai 1 untuk kembali melakukan prosesi adat dan bertemu anggota keluarga lainnya.

Dan lagi-lagi rombongan kami kembali kebingungan
"nah lho kapan salamannya? ngapain lagi nih?"
hahahaha
Ya sudah, akhirnya kami memutuskan pulang saja, karena toh pengantin juga melihat kehadiran kami di acara tadi. Tetapi, kadonya dan titipan amplop mau diserahkan kemana? hahaha kebingungan berlanjut, akhirnya ketika melihat orang yang kami rasa keluarga pengantin, kami titipkan saja kadonya sementara amplop kami putuskan untuk diberikan di kantor saja.

Jadi, berikut tips menghadiri undangan resepsi pernikahan adat Batak.
(1) Hadir 15 menit dari jadwal resepsi. Seperti contoh tadi pukul 12.00, maka hadirlah sekitar pukul 12.15-12.30an. Karena pihak pantitia sudah mengatur jadwal tersebut agar pengantin bisa bertemu sapa dengan undangan, terlambat bisa menyebabkan kita tidak dapat bertemu pengantin karena sibuk dgn prosesi adat atau keluarga.
(2) Bagi yang bukan keluarga, sebaiknya langsung menuju lantai 2, ke tempat undangan umum. Awas salah masuk ke tempat keluarga yang di lantai 1. Tapi hati2 juga mana tau nanti kondisinya terbalik, tinggal dilihat saja pria2 berjas dan ber-ulos bisa dipastikan itu keluarga.
(3) Ketika pengantin tidak menghampiri undangan dan terlihat nganggur, sebaiknya langsung hampiri untuk memberikan ucapan selamat ataupun bingkisan/amplop.

Anyway, selamat menempuh hidup baru untuk Arlin Sinaga dan Lona Anggriani Lorensi Br. Hutagalung, semoga bahagia, langgeng dan rukun selalu serta dikaruniai keturunan yang menjadi kebanggaan orang tuany...




Share:

Wednesday, June 11, 2014

hajatan on the street

hari ini pas ngantor salah satu ruas jalan di daerah Helvetia-Medan tertutup 1/3-nya oleh tenda hajatan

heran, perasaan tiap minggu di Medan ini nemu aja salah satu ruas jalan yang ditutup sebagian karena tenda hajatan / acara lainnya. minggu lalu di jalan Karya, 2 minggu yang lalu di daerah Helvetia juga

(gambar ngambil dari sini)


boleh engga sih make jalan umum untuk kepentingan pribadi?
kalau baca dari hukumonline.com, penggunaan jalan umum untuk kepentingan pribadi itu diperbolehkan asalkan telah mendapat izin dari Kapolda + Kapolres + Kapolsek setempat dengan disertai surat rekomendasi dari pemprov+pemkot+camat+lurah setempat

Nah pertanyaannya, sudahkan para penyelenggara hajatan yg menggunakan jalan umum tersebut memenuhi persyaratan seperti itu?... Saya sih ragu
Selain masalah perizinan, sebetulnya lebih ke empati. Apakah sang penyelenggara berempati terhadap pengguna jalan yang lain?
Saya sendiri tidak tahu bagaimana perasaan orang lain ketika perjalanannya terhambat karena hal tersebut, kalau saya sih biasa biasa aja kecuaaliiiiiii kalau si tenda atau acara hajatan yang memakan jalan tersebut menyebabkan kemacetan atau terhambatnya perjalanan saya nahhhh barulah saya mangkel.
Kalau saya sih paling ngedumel, nanyain dalam hati gimana jalan pikiran yang punya hajatan sampe mengakibatkan kemacetan dan mengakibatkan kerugian bagi orang lain (macet bikin terhambat sehingga rugi waktu donk?), tapi kalau orang lain? Anda?

Jangan sampai hajatan nikahan mengharap doa restu tapi yang ada malah umpatan dan sumpah serapah dari orang2 yg merasa perjalanannya terganggu
Ah.. jam pulang kantor, saatnya pulang.. Ya sudahlah, mengalah saja muter ke Yos Sudarso :/
Share:

Monday, April 07, 2014

poster yang membosankan

lama tidak update blog ini...

sudah mulai kehilangan semangat dalam segala hal... perhaps, tampaknya, mungkin...
sudah lebih dari satu tahun, sudah mau pemilu... masih di Medan juga...

ah sudahlah, terima saja nasib dan jalankan.... seperti dalam status BBM/WA "GO FORWARD WITHOUT FEAR". Maju terus....

Sebentar lagi Pemilu, iya Pemilihan Umum dalam rangka memilih wakil rakyat, para anggota legislatif dan perwakilan daerah.
Seperti biasanya, dalam Pemilu selalu diawali dengan yang namanya kampanye, sudah lazimnya setiap musim kampanye datang artinya juga musim menempel poster/billboard para calon anggota legislatif tersebut..

Di Medan?
Sama juga tentunya.... Jangankan musim kampanye, bukan musim kampanye saja banyak yang masang foto2 orang di spanduk/poster/billboard, yang entah siapa mereka itu... Ya ketua ormas lah, ya ketua yayasan anu lah, ya pengurus anu lah...
Wabah selfie dan narsis betul2 sangat terasa di Kota Medan ini, walau kita juga tidak tahu siapa mereka.
Ada yang pasang billboard iklan sekolah tinggi, tapi yang dipasang foto pemimpin yayasannya... Kenapa juga bukan masang foto fasilitas2 sekolahnya biar lebih meyakinkan?
Ada yg pasang billboard iklan toko baju, tapi yg dipasang foto yg punya sama karyawannya... Kenapa juga bukan masang foto2 koleksi bajunya?
Ada yg pasang billboard iklan koran, tapi yang dipasang foto dewan redaksinya sama entah siapa... Kenapa juga bukan masang tema koran dan rubrik2nya?
..... Medan, the city of selfie and narcissism hehehehe

Ah ya.. kembali lagi ke soal poster kampanye tadi. Sejak dahulu hingga sekarang, kenapa para caleg itu tidak pernah memberikan alasan dalam posternya kenapa para pemilih harus memilih ybs? Mayoritas para caleg ini hanya menuliskan nama, asal partai, nomor urut serta daerah pemilihannya, plus kata-kata standar MOHON DOA RESTU DAN DUKUNGANNYA
Hei... Kenapa harus memilih anda? Kenapa harus memberikan dukungan pada anda? Kenapa harus memberi restu pada anda?
Ok.. mungkin tidak semua poster caleg seperti itu. Tapi, sekali lagi, mayoritas, hampir semuanya, seperti itu.. Membosankan dan cenderung bikin saya jengah melihatnya. Apa semua caleg berpikir semua orang ikut orasi kampanyenya? Iya itupun kalau dia orasi, kalau tidak? Bingung kenapa harus milih ybs.
Memang masih ada yg menempel tulisan2 alasan singkat, contohlah JUJUR, MAMPU, BERANI (walaupun tidak semua, karena mayoritas poster membosankan tadi), tapi apakah hanya itu? Lalu mau ngapain caleg ybs kalau terpilih? Apa program kerjanya? .... Adalah yang bawa kata2 puitis dalam billboardnya seperti BEDAKAN MANA KSATRIA MANA PENCURI KUDA, maksudnya apa? Kalau ybs terpilih mau jadi ke Senayan naik kuda pake baju ksatria gitu? Caleg apa Ksatria Meja Bundar?

Dengan terbatasnya billboard atau poster atau spanduk, memang sulit untuk mungkin menulis program kerja karena terbatasnya media tersebut, tapi di sini lah harusnya para caleg tersebut "mikir", gimana caranya alasan kenapa mereka harus dipilih, program kerja mereka, tujuan mereka bisa tersampaikan pada masyarakat.
Mudah saja, para caleg tersebut tentunya punya  handphone atau telepon, kenapa tidak nulis nomor telepon hotline sebagai sarana tanya jawab mereka dengan pemilih?
Gak mau share no.handphone? Ada Internet, manfaatkan dengan membuat website untuk menaruh program kerja dan tujuan caleg ybs. Gak mau keluar duit? Ada blogspot, ada wordpress dll. Ribet? Ada sosmed,caleg bisa menulis program2 mereka di Twitter kek, Facebook kek dll
Sehingga nanti di poster caleg ybs, bisa ditulis nomer telepon kek, email kek, website kek, user sosmed agar konstituen tahu siapa wakil suara mereka kelak, siapa yang akan bertanggung jawab memenuhi harapan konstituen kelak.

Kalau sekarang? "Siapa elu? Mau ngapain lu?"
Share:

Monday, October 28, 2013

life as pincapem (1) .. profil bisnis

"coba kamu.. sebutkan titik kritis dalam probing calon debitur Jasa Konstruksi"
Tanya seorang instruktur berlevel GM dalam suatu pendidikan di Jakarta, minggu kemarin...

Wuaduh, apa ya? Maklum selama hampir satu tahun di sini, usaha debitur lebih banyak ke perdagangan, segera tangan diarahkan membuka tablet dan gugling tentang probing usaha jasa konstruksi, eh nyambungnya ke salah satu website sahabat blogger, yang juga pernah menjabat GM di institusi tempat saya bekerja.. Terima kasih tulisannya Ibu Enny, jadi ketambahan deh materi presentasinya hehehe.

Sebagai pimpinan unit kerja kecil suatu bank, yang salah satu pekerjaannya adalah menyalurkan kredit, probing atau pengenalan kepada calon debitur adalah sangat penting untuk dilakukan, hal ini agar pihak bank dapat mendalami 5C's atau hal2 lain dari sang calon debitur tersebut.

Di tempat saya bekerja, kredit yg disalurkan lebih bersifat komersil/produktif yang erat kaitannya dengan dunia usaha, sehingga penting bagi saya untuk mengenal profil bisnis serta titik kritis yang perlu diperhatikan dari usaha tersebut. Beruntung, ketika pendidikan pertama, seorang instruktur yang merupakan wakil kepala audit memberikan berbagai macam jenis profil bisnis/usaha... as we know it, engga saya baca hahahaha, saya baca kalo memang ada calon debitur yang jenis usahanya belum pernah dipelajari.
Tentu sajayang namanya dunia usaha, bermacam2 jenisnya, tidak semua tergambar dalam materi tersebut. Sebutlah salah satu debitur yang mempunyai usaha jasa kepengurusan tambat kapal, hahaha terdengar ribet bukan? Untuk hal tersebut terkadang, kita perlu kombinasi beberapa profil bisnis seperti biro jasa dan perkapalan.
Mengetahui profil bisnis tidak melulu untuk analisa calon debitur, bisa juga digunakan sebagai media marketing ketika berbicara dengan calon nasabah. Dengan mengetahui profil bisnis kita bisa ikut berbicara dalam bahasa yang sama dengan calon nasabah dan selalu menemukan topik pembicaraan ketika sedang dalam proses pemasaran.

Hal lain yang menarik dari dinamika jadi pincapem... belajar profil bisnis..............
Share:

Friday, October 04, 2013

byar pet


bagi yang seri baca berita pasti udah maklum dengan berita kurangnya pasokan listrik di Sumatera... ya, seumur2 tinggal di Pulau Jawa (Bandung - Jakarta - Depok), baru sekarang lah saya merasakan byar-pet (istilah pemadaman listrik) seperti di Medan ini..

Dalam satu hari, pemadaman listrik bisa sampe 3 kali dengan durasi satu hingga tiga jam perpemadaman, kalaupun cuman sekali dalam sehari, durasinya bisa berjam-jam
Sekali dalam hidup saya mengalami pemadaman berjam-jam ketika masih di Bandung sampai 4-5 jam itupun karena insiden gardu yang meledak, tapi ini? dari jam 12 malam hingga jam 3 sore.. luar biasa...
dan kejadian tersebut berlangsung pada hari kerja di lokasi unit kerja yang saya pimpin.
Syukurlah, umat manusia menciptakan barang yang namanya genset, dengan barang tersebut unit kerja saya masih dapat beroperasional (walaupun kemudian mendadak genset tersebut bermasalah, hahaha gejolak dinamika Pincapem.. urusannya dari mengawasi kerapihan baju frontliner sampai ngurusin genset)

Akibat byar-pet ini bahkan beberapa kalangan masyarakat di Sumatera Utara mulai tersulut emosi hingga melakukan tindakan anarkis dengan melakukan pengrusakan di beberapa kantor pengelola listrik. Bahkan kemarin datang selebaran ke kantor saya, sebuah ajakan untuk berdemontrasi ke kantor perusahaan listrik dengan tuntutan penangkapan direktur perusahaan tersebut, pemeriksaaan terhadap beberapa proyek perusahaan tersebut hingga perangkat pemerintah daerah dan pembayaran kompensasi terhadap masyarakat.

Pemerintah dan perusahaan listrik sendiri menjamin keadaan ini akan berangsur menjadi normal kembali dan stabil pada bulan Desember 2013 ini, artinya setiap masyarakat harus selalu bersiap menghadapi keadaan byar-pet ini sampai 3 bulan ke depan... yang sebetulnya saya sendiri kurang yakin akan betul2 beres Desember ini..... yah semoga apa yang direncanakan tetap berjalan dengan lancar

Sementara saya sendiri harus sedia berjerigen2 solar di kantor serta mati gaya ketika sedang berada di kos .... *sambil nyanyi Lilin-lilin Kecil*
Share:

Wednesday, August 14, 2013

duar!

"Petasan (juga dikenal sebagai mercon) adalah peledak berupa bubuk yang dikemas dalam beberapa lapis kertas, biasanya bersumbu, digunakan untuk memeriahkan berbagai peristiwa, seperti perayaan tahun baru, perkawinan, dan sebagainya. Benda ini berdaya ledak rendah atau low explosive. Bubuk yang digunakan sebagai isi petasan merupakan bahan peledak kimia yang membuatnya dapat meledak pada kondisi tertentu"
(Wiki)


Umumnya ketika menyambut Ramadhan ataupun Lebaran, menjamurlah pedagang kembang api maupun petasan beserta pembelinya yg nampak asik menyulut petasan, mercon, kembang api dan lain-lain, membuat suasana Ramadhan maupun Lebaran semakin meriah.

Momen tahun ini, petasan kembali membuat berita ketika di Pemalang, sehari menjelang Lebaran sebuah petasan berukuran jumbo (kabarnya mempunyai tinggi hampir 150cm dan berdiameter 20cm) meledak dan menewaskan 1 pemuda dan beberapa pemuda lainnya terluka cukup serius..

150cm? itu petasan apa bom?
Ya, walaupun petasan/mercon/kembang api sudah menjadi bagian dari tradisi dan budaya masyarakat Indonesia, tidak jarang "alat hiburan" tersebut malah berbalik menjadi petaka.
Petasan mau dilarang? Nampaknya sulit, sudah menjadi budaya dan tradisi...

Oleh karena itu, sebaiknya penggunaannya sebaiknya se-hati-hati mungkin dan tentunya tidak mengganggu ketertiban atau kenyamanan orang lain.
Saya jadi teringat ketika Ramadhan dulu, ketika ulama di kampung halaman saya, Alm. KH Zainal Mutaqin, yang seketika itu menghentikan ceramah tarawihnya karena menghardik dan bersama jamaah menghambur keluar dari mesjid utk mengejar orang yang tiba2 membunyikan petasan di sekitar mesjid yang bersuara cukup keras. Contoh petasan seperti itu jelas mengganggu ketertiban dan kenyamanan orang lain, terlebih orang yang sedang beribadah. Sudah jelas haram hukumnya untuk menggunakan petasan seperti itu
“Seorang muslim adalah seseorang yang lisan dan tangannya tidak mengganggu orang lain.” (HR. Bukhari no. 10 dan Muslim no. 41).
Dan sayangnya, tampaknya mayoritas pengguna petasan lebih banyak digunakan untuk mengagetkan orang lain ketimbang untuk menambah kemeriahan suatu acara.

Lalu bagaimana dengan kembang api atau mercon dsb? Apakah tidak seberbahaya petasan?
Tidak! Bagaimanapun permainan tersebut tetap mengandung bahan kimia yang bersifat peledak dan ya, saya sendiri pun pernah mengalaminya.
Tahu mercon air mancur?


(gambar dari http://cindypricilla.blogspot.com)
Entah apa nama lainnya, yang jelas saya sering menyebutnya dengan sebutan air mancur.
Sekilas air mancur mempunyai fisik seperti petasan, bersumbu, namun tidak meledak dan hanya menyemburkan percikan api seperti kembang api berbentuk air mancur.
Tidak meledak? Tangan kanan saya saksinya, ketika saya berumur belasan tahun dan bermain air mancur dengan cara dipegang di tangan (karena tahu tidak meledak) tiba2 ketika percikan apinya habis, si air mancur tiba2 meledak. Alhamdulillah, Allah masih mengizinkan saya memiliki telapak tangan kanan, telapak tangan kanan saya melepuh dan hampir tidak bisa digunakan selama 2 minggu.
Tidak meledak? Boleh tanyakan sepupu2 saya yang mungkin masih ingat kejadian ketika lebaran di Kuningan dulu. Kejadiannya sama dan yang ini air mancurnya lebih besar dengan tinggi hampir 30cm-an (yang saya pegang dan meledak dulu mungkin cuman 10cm-an). Si air mancur tiba-tiba meledak dengan ledakan lebih keras ketimbang yang saya pegang. Alhamdulillah tidak ada satupun di keluarga kami yang ketika air mancur dinyalakan dalam kondisi dipegang oleh tangan. Entah apa jadinya kalau sambil dipegang.
Walhasil, saya sendiri sedikit trauma dengan yang namanya air mancur itu.

Apapun permainan itu, entah petasan entah kembang api entah mercon, tetaplah digunakan dengan hati-hati serta tidak mengganggu orang lain.
Share:

Tuesday, July 30, 2013

KNO

sebagai salah satu penggunanya di hari kedua KNO beroperasi, mari sedikit bercerita tentang bandara terbesar kedua di Indonesia (dan sering diklaim paling canggih)

KNO, merupakan kode IATA dari Bandara Internasional Kualanamu. KNO dibangun untuk menggantikan Bandara Internasional Polonia, yang telah hampir 80 tahun beroperasi, karena pergerakan penumpang di bandara tersebut semakin besar. Polonia didesain hanya untuk menampung pergerakan 900 ribu penumpang/tahun, sedangkan saat ini di Medan, pergerakan penumpang sudah mencapai angka 7,9 juta penumpang/tahun. Oleh karena itu dibangunlah Bandara Kualanamu ini yang mampu melayani pergerakan penumpang hingga 8,1juta/tahunnya.

Dengan total area 1365Ha dan luas terminal 118.930m2, KNO mempunyai runway berukuran 3.750x60m dengan panjang taxi way hampir 5.750m dan luas apron 200.000m2 sanggup melayani pergerakan 10.000 pesawat pertahunnya dan diorientasikan menjadi hub regional Asia. KNO mempunyai berbagai macam fasilitas seperti Baggage Handling System (memudahkan penumpang sehingga tidak perlu ada pemeriksaan sebelum check-in), Common Use Passanger Processing System (sistem yang menginzinkan maskapai untuk beroperasi di counter manapun), E-Gate, Border Control Management System (sistem yang mencegah masuknya WNA yang tercantum dalam daftar cekal), moda transportasi darat (bus, taxi dan Railink) dll.

tulisan2 di atas, saya salin dari flyer yang dibagikan oleh Duta Bandara di Kualanamu
ya, menginjak hari keduanya beroperasi (KNO beroperasi pertama kali tanggal 25 Juli 2013), saya menjadi salah satu penumpang yang hendak berangkat dari Kualanamu ke Soekarno-Hatta, KNO-CGK.
Banyak memang yang menyangsikan kelancaran operasional bandara ini dikarenakan terkesan terburu2 dan dipaksakan, walau akhirnya hal itu ditepis oleh berbagai pihak termasuk menteri BUMN sebagai atasan perusahaan pengelola bandara. Yang menyangsikan rata2 karena melihat ketidaksiapan infrastruktur pendukung bandara (walau di beberapa forum saya lihat ada juga yang menulis ketidaksaiapan faktor aviasinya, wallahualam), hal yang paling besar tentunya masalah transportasi, di mana sebelumnya masyarakat dimanjakan dengan Polonia yang terletak di tengah kota, kini berpindah ke Kab.Deli Serdang, bergeser puluhan kilometer.

Kenyataannya? ya, menjadi kendala...

saya berangkat dari kantor tepat pukul 16.30 ketika jam absen pulang (tenggo). Beberapa bulan sebelumnya ketika bandara belum dibuka, waktu tempuh dari kantor ke Bandara hanya sekitar 50 menit saja, tanggal 26 kemarin? 1,5 jam. Bukan waktu yang buruk sebetulnya, tapi ketika pengantar saya pulang, hampir 4 jam ybs baru sampai di Medan. Tentunya bisa dibayangkan bagaimana jika 4 jam itu terjadi pada saat keberangkatan, mules tentunya..
Jalan ke bandara dari Tj.Morawa pun bisa dibilang tidak terlalu mulus, karena ketika kita kagum dengan jalan yang lebar dan terpisah jalur, jalan tersebut tiba2 menyempit dan menjadi 2 jalur saja.
Pengantar saya, yg kebetulan AO di kantor, bilang sebetulnya penyempitan jalur itu tidak terlalu menjadi masalah, sepanjang mengantarkan saya dan ketika dia pulang jalanan terhitung lancar, masalah mungkin akan timbul kalau tiba2 ada kendaraan besar yang mogok di jalur yang sempit, mau kemana lagi nanti?.. Masalah lalu lintas sehingga macet parah, justru terjadi di daerah Simpang Kayu Besar karena adanya perbaikan Jembatan Sei Belumai. Perbaikan tersebut mengakibatkan adanya sistem buka tutup jalan arah yang berlawanan.
Jalur yang menyempit tersebut terkendala pembebasan lahan, tentu saja, ketika kemarin saya melintas pun sudah banyak spanduk2 dari warga sekitar terkait ganti rugi.
Sedangkan untuk perbaikan Jembatan juga ditargetkan akhir Juli ini selesai, wallahualam, semoga saja benar bisa segera selesai karena saya yakin tanggal 2 Agustus esok lah puncaknya arus mudik ke Kualanamu.


Tampaknya banyak warga sekitar yang penasaran seperti apa jadinya bandara kebanggaan propinsi Sumatera Utara ini, banyak warga yang memadati pintu gerbang bandara atau hanya sekedar nongkrong di flyover-rel sebelum bandara. Jalan menuju bandara kemarin betul-betul padat, baik oleh warga yang hendak menuju bandara, atau hanya sekedar nongkrong, tukang dagang bahkan kereta odong-odong pun ada di jalan menuju bandara. Bandara mentereng yang untuk cek-in tanpa pemeriksaan tentunya menjadi tempat rekreasi tersendiri.
Semoga hal inipun bisa segera ditertibkan.


kereta yang diharapkan sebagai solusi ketepatan waktu pun tampaknya masih belum bisa diharapkan terlalu banyak. Railink, perusahaan patungan Angkasa Pura 2 dan PT.KAI, yang melayani perjalanan Medan-Kualanamu pada kedatangan saya kemarin mengalami keterlambatan, dari jadwal yang seharusnya 20.25 ternyata baru diberangkatkan ke Medan pukul 20.55-an. Untungnya itu kedatangan, bisa dibayangkan bagaimana was-wasnya penumpang yang hendak berangkat menggunakan kereta api dan mengalami keberangkatan? (dalam sebuah broadcast BBM bahkan katanya pernah mengalami keterlambatan hingga 3 jam, wallahualam). Belum lagi stasiun di Medan atau di Kualanamu yang masih dalam tahap renovasi sehingga terasa sangat berdebu sekali dan tampak kurang rapi. Walau begitu, tampaknya AP2 dan KAI terus berbenah kekurangan tersebut, belum lagi rencana kedatangan kereta khusus bandara dan akan diresmikannya oleh Presiden SBY sendiri.


cukup sudah tentang kendalanya.. semoga hal tersebut bisa segera diperbaiki mengingat mulai minggu ini dimulainya arus mudik (jalan ke KNO sendiri merupakan jalur mudik ke kota2 lain di Sumatera Utara)...

lalu bagaimana dengan bandaranya sendiri?
CANTIK! ya, saya kagum dengan tampilan bandaranya, walau masih dalam tahap penyelesaian dan renovasi namun sudah sangat terasa kecantikan, kemegahan dan kecanggihannya. Bahkan sebagai warga Jawa Barat, saya sempet men-twit rasa iri saya kapan Jawa Barat punya bandara megah seperti ini?

Secara umum, Kualanamu terdiri atas 3 lantai, lantai pertama untuk area kedatangan, lantai kedua (tampaknya) untuk area komersil (toko, resto dll) sedangkan lantai ketiga untuk area keberangkatan. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, dengan sistem CUPPS dan BHS ini memungkinkan siapapun bisa masuk ke counter area (persis Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta). Di Kualanamu tidak terlihat loket pembayaran airport tax, airport tax dibayarkan langsung di counter check-in dan tercetak dalam boarding pass berbentuk barcode. Barcode inilah yang digunakan penumpang untuk di-tap-kan di E-gate boarding room.

Dalam boarding room, seingat saya ada 12 gate, gate2 awal diperuntukkan penerbangan internasional sedangkan mayoritas untuk penerbangan domestik. Hal ini menjadikan bandara ini berbentuk huruf T, I nya untuk 3 lantai tadi dan - nya untuk boarding room sejumlah 12 gate tadi.
Kemegahan bandara ini juga terasa ketika  pesawat hendak lepas landas, rasanya lama sekali pesawat berjalan di taxi way :), dalam hati saya berujar sambil bercanda, apron-nya luas, taxiwaynya panjang, runway-nya jangan2 ke Polonia lagi..     dan ya, dari runway kita bisa melihat betapa luasnya apron, taxi way serta bandaranya sendiri. Runwaynya sendiri bahkan terlihat lebar dari dalam kabin pesawat. Oya ketika pesawat berjalan di taxi way, saya juga sempat melihat kendaraan pemadam kebanggaan bandara ini (yang sering2 disebut transformers), memang terlihat keren.


Fasilitas umum di bandara ini juga belum terlalu banyak, wajar memang karena masih proses finishing. Jumlah restoran masih bisa dihitung dengan jari, penunjuk arah masih simpang siur, mushola yang terbatas (dan tempat wudhu yang menyulitkan) dan masih banyak hal lain yang perlu dibenahi. Untuk transaksi keuangan, tenang saja di bandara ini sudah beroperasi beberapa ATM dan bahkan sudah ada bank yang beroperasi di sini... Salah satunya tentu bank yang selalu melayani dengan setulus hati :)


Sebagai salah satu gerbang Sumatera Utara, Kualanamu tentunya akan selalu berbenah menjadi lebih baik agar menjadi salah satu kebanggaan negeri ini.. Horas!
Share:

Monday, July 08, 2013

susah kah mengikuti peraturan?

iya.. memang belum terbukti menyebabkan kecelakaan pesawat
iya.. memang beda frekwensi antara HP dan komunikasi/navigasi pesawat
iya.. pesawat ada shield utk medan elekromagnetik
iya.. di Discovery pernah dibuktikan kalo engga ngefek

 ..... tapi susah kah mengikuti aturan yang ada?
sama halnya ketika melihat lampu lalu lintas dalam keadaan merah tapi jalanan sepi, pilihannya ikut aturan atau melanggar aturan meski tahu tidak berbahaya


@a_aldi: Bapak2 kasep penumpang QZ7802 MES-BDO 18.30 tgl 5 Juli kursi 9B dan 9C, lain kali uteuknya dipake ya, masa mau landing BBM-an?
Share:

Monday, May 06, 2013

halo Mei 2013!

jadi apa yang terjadi dengan awal Mei?

aha!
ada tambalan gigi yang copot dan patah
ada dapet NPL
ada sering dapet instruksi yang ga jelas dan mendadak

iya, geraham kanan atas saya entah sudah berapa lai ditambal.. dan kali ini tampaknya yg paling parah..
sudah copot ada gigi yang patah pula.. dengan kondisi belum seberapa patah, ketika waktu ditambal terakhir, dokter gigi sudah menyarankan ke saya untuk mencabut melalui mekanisme operasi (glup!)... sontak saya kaget dan khawatir hahaha... denger kata dicabut saja sudah bikin mules, apalagi ini dioperasi. syukurnya dahulu masih ada alternatif ditambal, yg tentu saja saya ambil tanpa mikir walau harus dateng sampe 3x (tapi kan ketemu Drg. Shearly, ga rugi #modus)
tapi sekarang dengan kondisi yang lebih parah, entah masih ada opsi atau tidak, yg jelas sekarang lagi terasa senut2 dan baru berencana ke drg tanggal 8 nanti (sehingga klo operasi pun pas esoknya libur)..
kondisi gigi yang senut2 ini kontras pula dengan keadaan di kantor, yg membuat saya makin esmosi dan sakit gigi menjadi...


iya, kondisi kantor
di kantor saya yang sekarang.. alhamdulillah walau dalam kondisi ga berpengalaman, engga tau dan harus tanya sana sini, saya hampir mendapatkan semuanya.. saya belajar bersosialisasi dengan nasabah, belajar memperhatikan AO gimana caranya marketing, belajar gimana caranya membuku pinjaman yang dihapus-buku, belajar merestrukturisasi pinjaman, belajar membuku keringan pinjaman, belajar operasional perbankan dengan menjadi supervisor, belajar menghadapi kenyataan target tinggi di depan mata hahaha.. ribet? ya mungkin, nyebelin? ya sedikit.. cuman setelah dipikir2 seru juga, yaaaaa kerja apapun di manapun ada sesuatu yg akan kita pelajari dan ambil hikmahnya
termasuk sekarang belajar gimana rasanya ada rekening nasabah yang kolektibilitas pinjaman-nya jatuh ke NPL.. saya belajar gimana cara menjelaskannya ke pimpinan, belajar gimana cara cepat mengatasinya termasuk belajar menerima kenyataan terkurasnya biaya di neraca karena melonjaknya biaya CKPN
tapi yah.. kerja apapun akan ada selalu resiko dan tantangan yang dihadapi..
semoga NPL saya habis sebelum triwulan ke-2 2013 berakhir

kondisi kantor makin membuat saya agak senewen karena seringnya (akhir2 ini) kantor pusat membuat instruksi mendadak dengan petunjuk dan arahan yang tidak jelas namun harus selesai sesegera mungkin (yg bahkan menyita waktu akhir pekan)...
saya tidak tahu bagaimana pola pikir orang kantor pusat instansi saya sekarang , karena dulu saya selalu ingin dan berpikir gimana caranya unit kerja di seluruh Indonesia tidak repot dan tidak kesusahan dalam menjalankan aplikasi yang saya buat.. kalau sekarang?.. entahlah
bahkan saya menerima instruksi hari Jumat tepat jam 8 malam ketika hendak boarding kembali ke Jakarta.. Ya Tuhan, apa maksudnya?
tapi sekali lagi, sama halnya hal2 yang membuat saya banyak belajar di unit kerja, saya mempunyai banyak tempat untuk bertanya dan dimintai bantuan.. baik teman2 di IT dulu, senior2 saya di logistik yang juga mantan pincapem, pincapem2 lain yang pernah di IT juga dll.. alhamdulillah

ya, kerja di bisnis perbankan itu sangat diutamakan dalam membangun komunikasi.. tidak hanya dengan nasabah/calon nasabah tapi juga dengan rekan2 sejawat...


Share:

Monday, April 08, 2013

just do my best ...

pasca rapat pencapaian target triwulan I/2013, lagi2 atasan saya bertanya keheranan ke saya "kamu kok malah pindah ke hutan belantara yang penuh resiko sih?"
lagi-lagi? iya, saya sudah lupa berapa kali beliau bertanya seperti itu..

ah Bapak... kalau saya bisa memilih, tentunya saya memilih untuk tetap bekerja sebagai pekerja di bidang pendukung bisnis ketimbang terjun langsung ke bisnis.. elmu? kurang, pengalaman? enol.. kerja di Jakarta pulak, di mana pulang2 bisa ketemu anak dan istri
tapi kan yaaa ini bukan perusahaan aki-nini saya (dan lagi2 saya mengucapkan ini).. saya tidak bisa memilih untuk mau ditempatkan di mana, kalaupun ada pilihan, pilihannya hanya ikuti atau keluar dari institusi
saya akan terus berusaha, semampu saya memberikan yang terbaik di manapun saya bekerja ... orang tua saya tidak mendidik saya untuk menjadi orang yang lemah dan manja
ya, elmu saya minim, ya, pengalaman saya enol... tapi apakah itu jadi penghalang untuk menjalani apa yang saya jalani sekarang? tidak.. justru apa yang saya jalani sekarang saya jadikan pengalaman dan pelajaran yang berharga untuk karir saya ke depan kelak

ah ya, mari kita semua memberikan yang terbaik.. do the best, let God take care the rest..
sambil memberikan yang terbaik.. yuk dateng ke Pasar Swalayan Maju Bersama di Jalan Krakatau Medan
di sana ada stand Britama dan Britama Junio, untuk setiap pembukaan rekening tabungan bisa mendapatkan merchandise yang menarik #promosi

Share:

Saturday, April 06, 2013

komik lokal

tadinya mau mencari makan siang, keluar kost..
berhubung hujan deras turun di Medan, saya jadi urung keluar, alih2 malah nyeduh mie cup (pincapem bergaya hidup mahasiswa)
sambil nyeruput mie cup, saya menyaksikan tayangan menarik di MetroTV tentang eksistensi komik lokal ya.. komik lokal.. kapan terakhir kali anda membeli atau membaca komik lokal? kalo membaca, saya sendiri mungkin masih sering, tapi mungkin hanya yang berupa komik strip seperti kolamkomik-nya Pandji, chickenstrip-nya sepupu saya, Si Juki, Panji Koming, Beny-Mice (btw, Beny-Mice kok ga pernah rujuk lagi? Beny tanpa Mice rasanya ada yang kurang).. untuk yg tipe berseri, hmmmm saya sudah lupa... ya, belum ada yang menarik perhatian saya lagi untuk mwembaca komikyg berupa serial, selain belum ada yg menarik perhatian, rasa2nya harganya lebih mahal ketimbang komik impor...
saya ingat ketika jaman SD-SMP, antusiasme saya terhadap komik lokal sama besarnya dengan komik impor... selain saya penyuka komik, saya juga mempunyai ayah yg suka membaca komik pula.. dahulu, tidak jarang setiap hari minggu pagi, kami (saya-adik saya-ayah saya) menuju Banceuy untuk berburu komik dan menikmati nasi gulenya di Bursa Koran Cikapundung ah ya, di masa itu, rasanya harga komik lokal jauh lebih murah ketimbang komik impor.. sehingga komik lokal bisa menjadi alternatif bacaan, walau boleh dibilang mayoritas komik lokal yang saya baca sebetulnya saya sewa dari taman bacaan saya mencoba mengingat kembali, komik lokal yang dulu sempat saya baca  

Komik Wayang RA Kosasih
RA Kosasih adalah salah seorang yang mempengaruhi kecintaan saya terhadap dunia pewayangan (selain Asep Sunandar Sunarya, maestro dalang wayang golek, Giri Harja III). Komik wayang beliau sangatlah lengkap, dari permulaan Ramayanan hingga penutup Mahabarata, dengan gaya bertutur cerita yang enak serta gambar yang tegas membuat saya sangat menikmati komik2 karya beliau ini... Salah satu koleksi beliau yang saya miliki dan menjadi salah satu favorit saya adalah tentang Baju Antakesuma, baju yang selalu melekat pada tokoh wayang favorit saya, Gatot Kaca.. sedikit bercerita boleh?.. kisahnya tentang Batara Guru yang mendapat ide untuk mencegah Bratayudha yaitu dengan memberikan tumbal pada Kawah Candradhimuka berupa Baju Antakesuma, Batara Guru meminta Batara Narada untuk menjalankan ritual tsb, Batara Narada meminjam tangan Resi Dorna untuk menyampaikan hal tsb, Resi Dorna melalui murid tersayangnya Arjuna meminta Baju Antakusuma. Gatotkaca yg sangat menghormati pamannya tidak kuasa menolak permintaan tersebut walau tahu beresiko kematian karena dicabutnya Antakusuma dari badannya.. Singkat cerita, Arjuna menyerahkan baju tsb. Sementara di Pringgadani, Gatotkaca yg sedang sekarat tiba2 membelah diri menjadi 2 ksatria, R. Bajing Kiri dan R. Tapak Nanggala, yg masing2 memiliki 1/2 kesaktian Gatotkaca. Sementara R. Bajing Kiri berusaha merebut kembali Antakusuma, R. Tapak Nanggala bersama Punakawan yg emosi mendengar permintaan Batara Guru, berangkat menuju kahyangan untuk mengobrak abrik Suryalaya
seru! apalagi adegan mengobrak abrik kahyangan oleh punakawan (mantan dewa, Semar/Batara Ismaya mengobrak abrik bekas rumahnya sendiri)  

Si Tolol
 di saat orang lain terkesima dengan komik Si Buta dari Gua Hantu, saya jauh lebih menyukai Si Tolol. Sebuah antitesa pendekar karya Djair.. Di mana pendekar yang ditampilkan jauh dari kata gagah seperti Badra Mandrawata atau Panji Tengkorak, atau tampan seperti Mandala-Siluman Sungai Ular.. Bahkan seperti namanya, Si Tolol ini justru kadangkala tololnya minta ampun karena dengan fisik seperti anak2, kelakuannya pun kekanak2an.. Namun dengan keajaibannya, Si Tolol sebetulnya mempunyai kebijaksanaan tinggi serta ilmu kesaktian yang luar biasa (gara2 menulis postingan ini, saya sendiri baru tahu kalau Si Tolol ini berguru kepada Jaka Sembung dan Jaka Sembung sendiri merupakan karya Djair). Si Tolol sebetulnya merupakan bangsawan tanah Pasundan bernama Raden Palasara,namun karena segala macam kekurangannya Palasara dikucilkan oleh keluarganya. Justru karena dikucilkan tsb Si Tolol diberikan jalan untuk bisa berguru kepada Jaka Sembung (saya belum pernah baca seri2 awalnya, yang saya baca pas seri tengah2 sampe penutupnya/Putri Ular).
Kisah Si Tolol sendiri dilanjutkan oleh muridnya, Jaka Geledek, yang juga sempat saya ikuti serinya... Jaka Geledek, merupakan keturunan bangsawan Minang (kalo ga salah, mohon dikoreksi), di mana ibunya pernah terpengaruh oleh kaum Siluman Ular. Si Tolol menyelamatkan Jaka Geledek ketika hendak dikorbankan oleh Siluman Ular, sayang ketika diselamatkan Jaka Geledek terlanjur terbujur kaku, dalam kesedihannya karena baru kali ini Si Tolol gagal menyelematkan seseorang, Si Tolol berdoa agar nyawa anak tsb bisa diselamatkan, tiba2 petir menyambar tubuh Jaka Geledek. Karena petir itulah, Jaka Geledek mempunyai kekuatan petir dalam setiap pukulannya, Si Tolol pun mewariskan ilmu2nya pada Jaka Geledek.
Ohya, Djair sendiri sempat membuat komik tentang perjuangan 3 komik pendekar legendaris berjuang melawan kesewenang2an VOC. Di komik ini pun mewakili seluruh unsur daerah dan agama bersatu melawan penjajahan.  

Sawung Kampret
ah, Dwi Koen, salah satu komikus favorit saya karena karya konyol tapi dalemnya (Panji Koming) membuat komik berseri, Sawung Kampret.
Berlatar belakang di masa penjajahan VOC, di masa pemerintahan JP Coen. Sawung Kampret adalah anak dari seorang pendekar di Jawa Timur dan keturunan dari Panji Koming-Nini Woro Ciblon dan Pailul-Dyah Gembil.. Ayah Sawung Kampret sendiri kemudian terbunuh oleh kawanan penjahat, ayahnya sebelum wafat berpesan agar Sawung berguru kepada sahabat ayahnya, seorang pendekar nyentrik di tanah Pasundan. Di tempat Sawung berguru, Sawung mempunyai saudara seperguruan Na'ip. Kemudian hari, Sawung dan Na'ip berkelana untuk mencari pengalaman baru (dari belajar ilmu pengobatan ke Tang Ping San dan mempelajari ilmu pengetahuan dan bahasa ke Dr Van Komplen) . Dalam pengelanaannya Sawung dan Na'ip kerapkali bentrok dengan VOC sehingga membuat pusing JP Coen. Sawung sendiri mempunyai seorang secret admirer, seorang noni Belanda bernama Marietje Van Der Bloemkol (keponakan Van Komplen) yang sayangnya dianggap cintanya bertepuk sebelah tangan karena hanya dianggap adik oleh Sawung dan dipanggil dengan sebutan Dul!
Sawung Kampret sendiri sempat dijadikan sinetron dengan Gito Gilas sebagai Sawung dan Taufik Savalas (Alm) sebagai Na'ip Namun sayang komiknya sendiri tidak terlalu panjang.. padahal komiknya khas Dwi Koen, nyerempet cerita keseharian republik tercinta kita ini

 salah satu yg membantu tersebarnya komik lokal dahulu adalah karena keberadaan TB atau Taman Bacaan.. tentu yang tinggal di Bandung ingat dengan TB.Hendra di Jalan Sabang (masih ada engga ya?).. saya sendiri kalo engga kesana biasanya ke TB yg kebetulan ada di dekat rumah
Share:

Tuesday, February 19, 2013

belajar dan terus belajar

perkreditan.... suatu hal yang jarang saya sentuh, meski sudah 7 tahun bekerja di dunia perbankan.. ironi memang, bankir (pegawai IT yang kerja di bank apa boleh ddisebut bankir?) kok dudul soal perkreditan? .. tapi memang, saya jaraaang sekali menyentuh soal perkreditan, ketika masih di Divisi IT, saya lebih banyak berhubungan dengan core system, front end application serta database.. kalo pun ada yg bergubungan dengan sistem IT perbankan, saya lebih banyak berkutat di remittance ataupun funding.. kredit? hehehe sebisa mungkin saya hindari karena menurut saya agak rumit dan susah memahaminya... ... dan akhirnya, sekarang saya dipaksa untuk memahaminya karena posisi saya sebagai seorang Pincapem di mana kredit adalah salah satu produk yang harus dipasarkan oleh bank demi mencapai laba ... lalu bagaimana saya mempelajarinya? 7 tahun menyentuhnya pun tidak pernah. Sebelum terjun sebagai Pincapem, untungnya saya dibekali pendidikan terlebih dahulu oleh institusi saya tempat bekerja, meski pendidikan yang saya dapatkan rasanya masih kurang (kurikulum yang sbelumnya untuk 2 bulan, dipadatkan menjadi 2 minggu saja).. selain pendidikan, alhamdulillah banyak senior-senior yang saya bisa mintakan pendapat dan berbagi pengalaman serta mengajarkan saya tentang hal-hal yang saya kurang pahami baik soal perkreditan maupun hal-hal yang lain selain daripada itu, saya sendiri memiliki tim yang cukup bisa diajak kerjasama di KCP, sehingga tidak jarang saya juga belajar dari mereka
ya, terkadang ketika melihat sebuah MAK yang berisikan cash-flow, neraca, laporan laba-rugi, karakter nasabah dsb saya masih sering bertanya kepada tim atau AO yang mengajukan ini maksudnya apa? ini dapet darimana? sambil membandingkan apa yang mereka tulis dengan data2 yang disajikan atau fakta2 yang ada di lapangan..

 ya belajar..
selain masalah perkreditan, sebagai pegawai lini terdepan dalam perbankan, satu hal lain yang harus saya pelajari yaitu MARKETING.. ya! hahaha tidak pernah terlintas di benak saya, bahwa akhirnya pun saya bertindak sebagai tenaga pemasar di bank.. entah itu produk kredit, simpanan, e-channel ataupun produk perbankan lainnya.. selama ini saya terlalu lama duduk nyaman di kantor pusat, dengan pekerjaan yang boleh dibilang jarang bersentuhan dengan kegiatan nyata perbankan.. naamun sekarang dunia saya berbalik 180 derajat, saya harus mengalami proses perbankan yang sebenarnya.. apalagi ditempatkan sebagai Pincapem, di mana saya dan tim mencari uang sendiri, menggunakan uang sendiri dan tentunya mencapai target laba yang diharapkan
 it's a whole new world for me 

sulit? mungkin.. kangen sebagai tenaga support? bisa jadi.. tapi seperti yang seperti saya bilang sebelumnya, ini bukan perusahaan aki-nini saya, di mana saya ditempatkan, saya harus siap.. hidup adalah suatu proses pembelajaran, di manapun ditempatkan pastinya akan selalu ada hal yang dipelajari
Share:

Thursday, December 13, 2012

DML, terima kasih

Tulisan ini dibuat dlm perjalanan pulang dari Wisma Proklamasi setelah membereskan dan mengambil barang-barang saya yang terakhir...

Ya, minggu depan saya sudah mulai bekerja di Medan.

Setelah diadakan acara pelepasan oleh divisi, seorang sesepuh divisi menyampaikan sedikit penerangan tentang hijrah. Hijrah atau berpindah, suatu hal yang telah dicontohkan oleh Rasul SAW, hal yang membuat Rasul SAW berpindah dari Mekkah ke Madinah, dari tempat lahir dan tumbuh ke tempat yang belum pernah dikunjungi sama sekali, dari zona nyaman ke  zona tidak nyaman, dari 'kepastian' menuju 'ketidakpastian'. Rasul pun mencontohkan perbuatan meninggalkan comfort zone untuk menebar kebaikan di tempat lain.

Saya sebelumnya merasa berat untuk meninggalkan unit kerja saya yang lama (selain karena faktor keluarga juga), karena saya merasakan kenyamanan di sana. Saya baru 1 tahun berdinas di sana namun saya sudah merasakan ikatan yang cukup kuat. Saya merasakan kenyamanan, kehangatan dan kekeluargaan di sana. Walau ada tantangan tapi saya tetap merasa nyaman di sana.. Didukung dengan pekerja yang solid dan manajemen yang kebapakan membuat tempat kerja saya nyaman
Tapi sekali lagi, mengulang perkataan saya di postingan sebelumnya institusi tempat saya bekerja bukan milik aki-nini saya, saya harus memilih tetap bekerja atau keluar, tidak ada opsi mau ditempatkan di mana. Selain itupula, sesepuh divisi juga menyampaikan bahwa tidak ada yang namanya kebetulan, segala sesuatu terjadi atas izin Allah SWT. Semoga hijrah saya juga sama  seperti Rasul, mendapat lindungan Allah SWT dan membuahkan kebaikan.


DML, unit kerja saya yang lama.. tempat kerja yang nyaman, tim yang solid, penuh dengan kehangatan dan rasa kekeluargaan, manajemen yang kebapakan dan hal-hal baru untuk dipelajari.. Saya bersyukur mendapat pengalaman berharga di sana, ketika saya dituntut untuk lebih teliti dalam bekerja, ketika pertama kali memanage sebuah tim, ketika belajar sedikit sisi operasional dan lain-lain. Saya bersyukur mempunyai manajemen yg kebapakan, mempunyai rekan kerja yg kompak
Semoga jalinan kekeluargaan di antara kita tetap terjaga. Walau kita sudah berbeda unit kerja.. Tapi kita tetap one hearth, one team, pekerja BRI, one goal, memajukan institusi kita tercinta..




(terima kasih gifts-nya teman2)
Share:

Wednesday, November 07, 2012

ketika kabar itu datang

"mas aldi selamat ya.." sapa wakabag di bagian sebelah
selamat apa?.. saat itu saya masih belum kepikiran selamat dalam rangka apa, karena kenaikan grade pun baru saja mau diusulkan, seleksi beasiswa? biasanya juga di-SMS langsung ke pekerja

 "selamat apa ya mbak? saya kok jadi ngeuh" 
"iya, kita berdua dapet surat cinta dari MSDM, diangkat jadi Pincapem"
JEGERRR!!! #KilatSiangBolong

kejadian juga pindah ke unit bisnis..

jujur, saya punya firasat akan dipindah ke unit bisnis  karena beberapa kali bermimpi akan pindah ke unit bisnis, belum lagi sebelumnya teman dekat seangkatan di IT, Wulan, lebih dahulu dipromosikan menjadi pincapem
tapiiiiiiiiiiii tentunya tidak menyangka akan dalam waktu yang secepat ini.. baru saja setahun pindah dari IT ke procurement IT, sekarang harus pindah lagi ke bidang yang betul2 baru untuk saya, unit bisnis, sebagai pincapem (Pimpinan Capang Pembantu) yang tentunya timbul semacam kekhawatiran bagi saya sendiri ... "bisa engga ya?" karena jujur, saya tidak punya background dalam operasional, pinjaman dll di unit bisnis... 13 tahun, sejak kuliah hingga sekarang, lingkungan saya selalu IT, terakhir pun meskipun procurement tapi procurement IT.. dan sekarang? oh wow *koprol* .. is totally new
dan yang lebih shock lagi, lokasinya di Medan... ya, bukan Jakarta, bukan Depok apalagi Bandung... tapi Medan, di sebrang pulau sana

tapiiiiiiiiii saya tentunya tidak bisa protes ataupun mengelak, institusi tempat saya bekerja bukan milik aki ato nini saya, belum lagi ketika menandatangani kesepakatan kerja pada saat awal masuk di sini, saya sudah berkomitmen siap ditempatkan di mana saja dan dalam bidang apa saja..... ya, itu komitmen saya.......
sedikit hambatan tentu ada, keluarga dan pengalaman...
saya punya belahan jiwa, istri dan 2 anak saya yang masi kecil dan imut2nya, saya masih belum tahu akan bagaimana, apakah keluarga akan ikut atau tetap di Depok atau mungkin malah ke Bandung, karena istri masih bekerja dan baru saja menyelesaikan pendidikannya yg disponsori tempat bekerjanya (sehingga kemungkinan kecil untuk resign dan mengikuti saya), selain itu juga entah setelah dari Medan ini akan kemana lagi
pengalaman? ya seperti yang saya sebutkan sebelumnya, 13 tahun semenjak kuliah hingga bekerja, dunia saya tidak pernah jauh dari IT.. pendidikan perbankan pun mungkin dalam kapasitas minimum sejauh yg diberikan saat training calon staf dulu

tapiiiiiiiiiiii saya selalu teringat pesan Ibu saya, jadikan segala sesuatunya sebagai pengalaman berharga entah pahit atau tidak, karena Allah lah yang Maha Tahu yang terbaik bagi umat-Nya.. selain itu beliau juga selalu berpesan agar anak2nya tidak "keok memeh dipacok" (kalah sebelum berperang), segala sesuatunya harus dilakukan terlebih dahulu

Allah Maha Tahu... semoga ini yang terbaik bagi saya dan keluarga



Share:

Monday, April 09, 2012

waktu .. (cerita tentang DML part-01)

waktu ...
sangatlah krusial bagi saya yang tinggal dan bekerja di ibukota, 15 atau 30 menit yang tidak seberapa besar bisa berakibat selisih berkelanjutan menjadi 1 hingga 2 jam.. ya itu lah Jakarta

seperti ketika misalnya pagi ini, seperti biasa senin dinihari berangkat dari Bandung pukul 3.30 pagi (dari Terminal Leuwi Panjang). Biasanya jam 5.15 itu sudah melewati Gerbang Tol Cikarang Utama, pagi ini pukul 5.45 bis baru bayar di pintu tol tersebut
"alamat telat ini sih"
dan terbukti biasanya sampai Slipi Jaya pukul 06.00 tadi baru sampai pukul 07.40. telat? sudah pasti
entah apa yang membuat Primajasa pagi ini telat sedemikian rupa, hingga membuat jam absensi masuk pagi ini pukul 8.13 ..

sebagai pegawai perusahaan yang sangat memperhatikan kedisiplinan soal waktu kerja, jam masuk kerja sangatlah penting.. telat? potong gaji tentunya...
belum lagi di tempat kerja yang sekarang ada semacam moral punishment dengan memasang daftar pegawai yang terlambat perbulan, mulai level pekerja hingga kepala divisi.. cara yg lumayan efektif
oya plus denda yang berlaku di bagian saya, 10ribu rupiah perketerlambatan utk disumbangkan ke uang kas bagian ...

tempat kerja yang sekarang?
iya sudah hampir 3 bulan, sejak awal Desember 2011 saya menempati tempat kerja yang baru.. masih di institusi yang sama hanya berbeda divisi plus berbeda lokasi kerja.. dulu di divisi IT sekarang di divisi procurement/logistik.. sebelumnya di Ragunan, sekarang di Cikini.. dulu buka listing kode program, sekarang kerjaannya nego harga pembelian barang
masih2 nyerempet dunia IT sih (baca: IT Procurement).. cuman kerjaannya beda jauh dengan selama 8 tahun kerjaan ke belakang.. ga pernah terbayang sebelumnya harus berhubungan dengan pengadaan bahkan negosiasi, ya negosiasi, hal yang jarang dilakukan pada saat beli2 barang namun skarang menjadi kerjaan wajib
..... tapi toh hidup ini adalah belajar, segala sesuatunya perlu dipelajari termasuk hal2 yang baru seperti pekerjaan sekarang
termasuk hal manajerial.. karena, alhamdulillah, kepindahan tersebut juga dalam rangka promosi

di tempat yang baru ini pula, mengenal pola kerja yang baru dan tipe2 orang yang berbeda dengan divisi sebelumnya
percaya ga percaya, setiap hari Jumat pagi, setelah divisi ini berdoa bersama.. diadakan standup commedy .. hehehe ajaib ya?

Share:

Monday, March 12, 2012

rindu masalah


Kebakaran..
Krl mogok..
Jaringan listrik padam..http://www.blogger.com/img/blank.gif
jangan2 pt.ka dan kcj sengaja menjadikan masalah sbg kebiasaan #curiga ..

Masalah... Masalah... lagi2 masalah, seakan hal ini sudah menjadi kebiasaan bagi krl jabodetabek, jangan2 kelak penumpang justru kangen masalah ketika krl berjalan normal.

Sperti halnya tanggal 7 Maret kemarin dan hari sebelumnya ini.. sebelumnya terjadi padam aliran listrik krl di sekitar cilebut-bogor yg menyebabkan krl mengantri (bahkan ada yg sampai berhenti begitu saja dan menurunkan penumpang begitu saja di tengah jalan) dan kacaunya relasi bogor-jakarta pp.. Seakan belum cukup,esoknya, masalah terjadi lagi. 2 krl mogok di sekitar citayam. Akibatnya? Jadwal berantakan, penumpang menumpuk dan berjejal di sebuah relasi..

Krl jabodetabek yg digadang2 sbg salah satu solusi transportasi di ibukota, sudah sewajarnya juga mendapat perhatian pemerintah pusat dan dki, bukan hanya tanggung jwb pt.ka saja.
Ketika Dahlan Iskan melakukan sidak dgn menaiki krl ke bogor, terbersit secercah harapan perbaikan transportasi yg dikelola sebuah bumn ini.
Namun tampaknya harapan tinggalah harapan, sejak sidak tsb masalah tetap menjadi sebuah kebiasaan di krl jabodetabek, lagi2 krl tampak menjadi tanggung jawab pt.ka sendiri

harga BBM mau naik, transportasi massal masih jadi anak tiri.. Ya, saya merindukan pintu ajaib
Share:

Wednesday, January 18, 2012

Arabian F & B

elu makan apa aja selama di sana?

aha! pertanyaan yg kadang sering dilontarkan orang2 pada jamaah haji yg baru pulang, termasuk saya..
makan apa ya?
ya apa aja..
makanan sehari2 ketika sedang di Madinah, Arafah, Mina dan Jeddah disediakan fasilitas catering.. sedangkan di Mekkah dan lain-lain, jamaah haji diganti dengan uang saku dari pemerintah sebesar 1500 SAR.
ketika sedang di Mekkah, tidak heran banyak warung2 Indonesia (di Madinah juga ada sih), atau pedagang kaki lima yang banyak menjajakan makanan khas Indonesia, sehingga ketika di Mekkah, saya masih bisa menikmati bakso, coto makassar atau sayur asem.
hanya saja untuk catering yang disediakan pemerintah, menurut saya harus ada perbaikan dari segi rasa dan cara menghidangkan, karena terkadang plain tanpa rasa atau gosong, tapi jangan pula serta merta ditolak, dinikmati saja

di Arab sendiri saya berkenalan dengan beberapa makanan dan minuman yang sebelumnya belum pernah saya rasakan atau berbeda dengan yang pernah saya makan
misalnya saja nasi kebuli, biasa aja sebetulnya cuman waktu di arab rasa2nya lebih enek lagi karinya
atau kebab, yg di Indonesia dimakan 1 rasanya masih nambah. Di Arab, makan 1 bisa 24 jam ga makan lagi.. ya, saya jadi ingat resto Turki depan masjid di Bakhutmah, subhanallah kebabnya kok jumbo?
untuk makanan, makanan khas sana pernah saya coba di tanah air (tentu dengan porsi yg jauuuhh berbeda)
yang unik dari minuman, di mana saya berkenalan dengan 2 minuman yang belum pernah saya coba sebelumnya.. teh susu dan susu onta
susu onta pertama kali saya coba ketika ada acara ziarah wisata ke daerah sekitar Madinah, harganya 5 SR untuk 1 gelas susu.. kalau di Indonesia mungkin kita kenal istilah susu murni, ini pun susu murni, murni diperes langsung dari onta lalu diperes dan disaring lalu kemudian diminum hehehe tanpa lewat proses masak atau apapun itu langsung glek! .. rasanya? tawar hehehe

yang kedua teh susu, merupakan minuman wajib sehari2 ketika berada di Arab sana.. ketika selesai sholat subuh merupakan waktu paling tepat untuk menikmati minuman ini.. kalau di Indonesia, mungkin semacam teh tarik, teh yang dicampur susu.. cuman memang, susu kental dan teh celup yang digunakan itu berbeda sehingga rasanya pun khas sekali

cara ngeraciknya mudah, bahannya bisa dibeli.. cuman waktu diboyong ke Indonesia dan bikin sendiri.. rasanya kok jadi berbeda ya?

"ada resto fast food engga di sana?" Arab itu bagian dunia juga, yang namanya fast food mah di mana2, bahkan di Arab kita bisa nemu B*rger King, KF* atau Mc* ..
intinya, di sana ga bakal susah kok nemu makanan

elu makan apa aja selama di sana?
pertanyaan yang sama diulang lagi ketika kantor pindah ke daerah Proklamasi, ya seakan2 Proklamasi itu engga ada apa2.. tapi toh setelah di sini dan kenal sama orang2 sini daerah Proklamasi bisa nemu macem2 juga
Share: