Museum Bi dan Pameran Benteng  
Wednesday, December 30, 2009 @ 9:46 AM


ketika membaca berita di WisataKotaTua tentang adanya pameran "Pameran Benteng di jawa & Sumatra; Jejak Bastion Hollandia di Batavia", timbul keinginan untuk mengunjungi pameran tersebut, yah secara penggemar sejarah tentunya sangat menarik untuk melihat hal-hal yang berkaitan dengan sejarah, salah satunya ya ini, pameran, walau hanya sebatas foto2 saja tapi tampak menarik sekali..

terbukti, taunya benteng itu cuman Rotterdam, Vrederburg dan Malborough ternyata masih buaaanyyaaakkk benteng2 peninggalan kolonial serta penjajahan Jepang bahkan peninggalan kerajaan2 di nusantara yang tidak diketahui sebelumnya ...
misalnya ... Benteng Van Der Wijk di Gombong, iya Gombong yg salah satu kota yg dilalui klo lintas jalur selatan Jawa ternyata punya benteng! ha! kuper sekali saya ini...
dan Solo? bahkan kota ini punya 2 benteng, yg satu buatan pemerintah kolonial Hindia Belanda yang satunya buatan Kasultanan Surakarta ... *geleng2
bahkan Pekalongan .. kota yg selama ini kita tau menghasilkan batik ternyata pernah punya benteng! (orang Pekalongannya *lirik SlempitanJempolkaki* sendiri pasti ga ngeuh)

pameran ini sendiri bertempat di Museum Bank Indonesia, yang ada di kawasan Kota Tua Jakarta, letaknya mudah dijangkau karena tepat bersebrangan dengan halte busway ..
mengunjungi museum ini sendiri merupakan pengalaman baru karena baru pertama kalinya masuk ke museum yg baru tahun ini diresmikan oleh Presiden SBY .,
tentang museum ini sendiri .. museum ini pada awal pembangunannya merupakan sebuah rumah sakit yang akhirnya dialihfungsikan menjadi kantor De Javanesse Bank hingga akhirnya diambil alih oleh BI dan dijadikan museum ...
hehehe harusnya sih berefek seram ya, apalagi bekas rumah sakit, yg di mana2 kentara dgn mitos kamar mayatnya ... blaaaah ...
tapi ini beda sekali!
pihak museum tau benar bagaimana membuat sebuah museum yg menarik ... jauh dari kesan angker dan membosankan.. IMHO, ini salahsatu museum terbaik yg pernah dikunjungi, asyiknya lagi .. gratis!!
meski masuknya pake tiket, tapi tiket ini cuma2 (diganti dgn kewajiban isi buku tamu doank)


sesuai namanya Museum Bank Indonesia, maka museum ini menggambarkan sejarah2 yang berhubungan dgn dunia BI .. ekonomi, uang dan sejarah serta kegiatan BI sendiri
peragaan pertama tentang kondisi ekonomi nusantara sejak jaman kerajaan2 dahulu, kedatangan kolonialisme hingga sekarang ..
UNIK!!
kata pertama yg muncul tentang display, diorama dsb yang ditampilkan di seksi ini ... pihak museum tahu benar cara menatanya hingga tampil semenarik ini ..
semisalnya di ruang pertama tentang kondisi ekonomi saat kedatangan bangsa kolonial yg menghendaki rempah2 (yg saat itu "katanya" seharga emas) hingga datang ke nusantara .. di ruang ini tercium bau rempah2 dan dipasang backgorund musik keroncong... klasik!

atau pada saat di bagian display keadaan ekonomi Indonesia pada tahun 1997-1999 yang sedang di ambang garis bahkan rupiah selalu terjun bebas, ditampilkan secara menarik dengan didominasi warna merah di bagian penjelasan serta dilatari musik seperti di film thriller atau suspense yang mebuat tegang .. ck ck ck bisa aja!

peragaan kedua tentang sejarah Bi dan kegiatan BI, digambarkan transisi BI serta perubahan logo BI (satu lagi info yg baru aja tahu, bahwa logo BI yg digunakan sebagai logo corporat baru 3 logo terakhir, sebelum2nya logo BI hanya logo utk nampil di rupiah saja dan bukan logo resmi corporat) dan juga kegiatan BI .. yak! salah satunya kliring! bahkan ada tentang peredaran warkat! hadeuh entah kenapa di bagian jadi teringat sesuatu... oya RTGS kok ga ada sejarahnya? (apa karena dia kliring guede?)

peragaan ketiga, tentang uang yang perna beredar di nusantara hingga kini .. sebelum masuk ke ruangan ini, ada 1 ruangan (kluis?) yg berisikan tumpukan emas (entah asli atau replika) sekitar 100 batang dgn berat masing2 13,9 kg .. puas2in deh ngebayangin klo itu emas asli dan diberikan cuma2 *ngiler.com*


sebelum masuk ke ruangan sejarah uang nusantara .. di situ ada beberapa ruangan besar, salah satunya ruangan yg dipakai untuk pameran "Pameran Benteng di jawa & Sumatra; Jejak Bastion Hollandia di Batavia"
akhirnya di sini memuaskan diri, nambah pengetahuan tentang benteng2 di Indonesia .. baik benteng kerajaan atau benteng kolonial
misalnya tentang salah satu benteng pertama Mataram Islam yg dibangun Panembahan Senopati di Kotagede, selain berfungsi sebagai benteng, bangunan ini juga berfungsi memisahkan kawasan keraton dengan dunia luar (yes! Mataram dulu berpusat di Kotagede)

atau Surakarta, yg ternyata juga punya baluwati seperti halnya Ngayogyakarta .. bedanya, di Ngayogyakarta baluwati dibangun utk menyaingi Vrederburg, di Surakarta dibangun karena sempat ada pemberontakan masa PB-II sehingga dibuatlah benteng untuk memperkokoh pertahanan keraton

kota2 yg seperti terdengar tidak pernah punya benteng, ternyata dalam sejarahnya punya benteng juga .. semisal Pekalongan dan Tegal .. di Pekalongan, benteng ini sudah beralih fungsi menjadi lembaga pemasyarakatan namun sisa2 dinding dan bastion (pos jaga)-nya masih terlihat

ada pula benteng2 yg hanya tersisa sebagian saja, semisal tinggal dindingnya atau menara airnya, seperti Benteng Fort De Kock di Bukittinggi yang hanya tersisa tower airnya .. haaa pantas ketika dinas kesana, ditunjukkan ada bangunan menara dan dinamai benteng jadi bingung setengah mati ..
ada juga yg nasibnya merana banget, ditinggalkan tak terurus, tinggal gerbangnya dsb .. bahkan ada yg cukup unik ketika difotonya ditampilkan suautu benteng yg bukan berada di bawah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan malahan di Dinas Peternakan karena si benteng beralih fungsi menjadi karantina hewan

dan tentu saja di pameran menampilkan foto2 benteng besar yang hingga kini masih tegak berdiri namun sudah renta dimakan usia .. semisal Vastenburg di Solo, Willem I di Ambarawa, Speelwijk di Banten, Willem II di Unggaran, Kalimook di Sumenep, Kuto Besak di Palembang, Benteng Bangkalan, Benteng Belgica dan lain-lain
selain itu ditunjukkan pula hasil penelitian terhadap bangunan2 yg mirip benteng, seperti bunker, goa pertahanan, pilboks dan lain-lain


di bagian kedua dari pameran, ditunjukkan sejarah tentang bastion Hollandia .. sejarah tembok Batavia .. ya, Batavia dahulunya merupakan sebuah kota benteng kota yang dikelilingi oleh tembok besar

sering baca di beberapa artikel bahwa benteng ini dulunya mengelilingi kawasan Kota tua di Jakarta, bagian dalam benteng khusus kalangan atas bagian luar untuk kalangan bawah dan budak ..

terlihat dari gambar, garis kuning dahulunya diperkirakan sebagai tembok2 Batavia .. nomor 1 merupakan Museum BI, 2 pintu masuk Batavia yg berhadapan langsung dgn jalan Pintu Besar dan sekarang menjadi halte busway, 3 bastion (pos jaga) yg berada tepat di belakang Museum Bank Mandiri
bastion yang ada di belakang Museum Bank Mandiri sendiri kini sedang dalam proses penelitian
untuk tembok2 Batavia sendiri, di beberapa artikel diceritakan masih ada beberapa yang tersisa walau nasibnya hidup segan, matipun tak mau, sayang sekali memang.. bahkan di beberapa artikel ada yg menyebutkan tur kawasan Kota Tua yg menunjukkan bekas2 tembok Batavia yg menjadi titik pertempuran serbuan prajurit2 Mataram terhadap Batavia *gigit jari pengen ikutan*
sebuah pameran yg menarik bagi para penyuka sejarah
oya pameran ini sendiri ada hingga tanggal 15 Januari 2009
untuk Museum BI, buka dari Selasa hingga Minggu pukul 9-15 .. jangan lupa, gratis....

sempat googling kemaren2 .. nemu blog yg rupanya hobi jepratjepret bangunan cagar budaya, di antaranya bahkan ada benteng2 tersebut di atas, bagi penggemar foto2 bangunan tua, site ini nampilin foto2 yg keren

Labels:

[ 2 COMMENT(s) SO FAR]